• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 29 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Satpam Sumarna Diduga Dibunuh Sebelum Ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur, Polisi Dalami Masalah Pribadi

Editor
Rabu, 29 Juli 2026 - 02:20
Proses evakuasi mayat Sumarna (40), Satpam Jatiluhur yang ditemukan tewas tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.(Foto:Istimewa).

Proses evakuasi mayat Sumarna (40), satpam yang ditemukan tewas tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Kasus kematian satpam bernama Sumarna, berusia 42 tahun, ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, belum terungkap. Satpam Sumarna diduga kuat menjadi korban pembunuhan sebelum ditenggelamkan, yang motif pemicunya masih didalami polisi, termasuk dugaan keterkaitan dengan masalah pribadi.

Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan proses penyelidikan atas kasus kematian satpam bernama Sumarna, berusia 42 tahun, yang ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Perkembangan terbaru berdasarkan hasil otopsi rumah sakit, mengarah korban tewas sebelum diduga ditenggelamkan.

RelatedPosts

Kemenhut Tetapkan Dua Tersangka Pembuka Jalan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Senator Agita: Penyelenggaraan Pendidikan Harus Didukung Regulasi yang Adaptif, Berkeadilan, dan Tepat Sasaran

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Sarjana IPDN

Hasil otopsi rumah sakit memperkuat dugaan polisi, korban dibunuh sebelum mayatnya ditenggelamkan ke area Waduk Jatiluhur. Sebanyak 15 orang saksi telah dimintai keterangan, namun penyidik belum bisa menyimpulkan terkait penyebab pasti kematian korban Sumarna.

“Sampai saat ini, sebanyak 15 orang saksi telah dimintai keterangan dalam rangkaian proses penyelidikan dalam kasus kematian satpam Sumarna di Waduk Jatiluhur. Kita sudah melakukan hipotesa, atau beberapa kemungkinan yang dikumpulkan dan masih terus kita dalami,” ujar Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, dalam keterangannya, Rabu (29/07/2026).

Salah satu kemungkinan yang melatarbelakangi kematian satpam Sumarna, yang didalami penyidik, terkait persoalan pribadi yang diduga sedang dihadapi korban sebelum ditemukan tewas. Kemungkinan tersebut, berkaitan dengan masalah keuangan, dimana korban dititipkan uang untuk diberikan kepada anggota perlindungan masyarakat, atau Linmas.

“Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (masalah keuangan), salah satunya yang sedang kita dalami,” kata I Made.

Selain bekerja sebagai satpam, Sumarna merupakan komandan peleton (Danton) Linmas. Dalam kapasitasnya sebagai Dalton, Sumarna dipercaya memegang dana bagi hasil pajak, yang digunakan sebagai pengganti penghasilan tetap dialokasikan untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan  anggota Linmas.

Dana bagi hasil pajak yang dipegang Sumarna, sempat diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dana dialokasikan untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas, dititipkan ke Danton, namun belum dibagikan kepada anggota Linmas, hingga kemudian Sumarna ditemukan tewas.

Persoalan uang tersebut memiliki hubungan langsung dengan kematian Sumarna, belum bisa dipastikan. Penyidik Satreskrim Polres Purwakarta masih mendalami seluruh kemungkinan yang melatarbelakangi dugaan motif dalam kasus kematian Sumarna.

Berdasarkan hasil autopsi terhadap jenazah Sumarna, menunjukkan sejumlah temuan yang mengarah pada dugaan korban sudah tidak bernyawa sebelum berada di waduk. Temuannya, diantaranya tidak ditemukan lumpur pada paru-paru korban, sedangkan volume airnya hanya sedikit.

Polisi juga menemukan sejumlah luka pada bagian wajah dan belakang kepala korban, serta luka mirip bekas jeratan di leher. Bukti luka yang ditemukan mengarah dugaan korban dibunuh sebelum ditenggelamkan.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan dua borgol. Satu borgol ditemukan terpasang pada tangan korban, dan borgol lainnya ditemukan di TKP. Selain itu, telepon seluler (ponsel) milik kornan juga ditemukan di sekitar TKP.

Barang bukti yang ditemukan, menjadi bagian dari rangkaian proses penyelidikan yang sedang dilakukan untuk mengungkap kronologi kematian korban, termasuk motif yang melatarbelalanginya. Tidak ada kamera pengawas, atau CCTV, di lokasi kejadian, menyulitkan polisi bisa mengidentifikasi orang-orang yang berada di TKP, sebelum penemuan jasad korban Sumarna.

Polisi masih menelusuri asal borgol, dan orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban melalui ponselnya. Penyidik juga belum bisa memastikan, kematian korban berkaitan dengan aksi vandalisme yang disebutkan sempat ditegur korban, hingga memicu dugaan terjadi aksi penganiayaan.

Tags: jawa baratkabupaten purwakartaPolisi Dalami Masalah PribadiPolres PurwakartaSatpam Sumarna Diduga Dibunuh Sebelum Ditenggelamkan di Waduk JatiluhurSatreskrim Polres Purwakarta

Related Posts

Pembukaan akses jalan secara tidak sah di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Tetapkan Dua Tersangka Pembuka Jalan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, LAMPUNG - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan),...

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti.(Foto: Istimewa)

Senator Agita: Penyelenggaraan Pendidikan Harus Didukung Regulasi yang Adaptif, Berkeadilan, dan Tepat Sasaran

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti...

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (29/07/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Sarjana IPDN

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)...

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Pemuda di Bandung Barat Tewas Dikeroyok, Pelaku Diburu Polisi

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi pengeroyokan menelan korban jiwa, terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Seorang pemuda bernama Apandi Rukmana, berusia 28...

Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Dok. Setneg)

Ancaman El Nino dan Kemarau, Presiden Minta BMKG Siaga

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada...

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.(Foto: Setneg)

11.000 Desa Belum Terlistriki, Menteri ESDM Pastikan Percepatan Pengadaan

Editor
29 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat