SATUJABAR, BOGOR–Sebuah rumah di kawasan perumahan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digerebek polisi setelah diketahui menjadj tempat penampungan sepeda motor hasil kejahatan. Lokasi lain sebagai tempat penampungan, parkiran terminal, hingga berhasil diamankan sebanyak 19 unit sepeda motor tanpa ada surat-surat.
Dua lokasi yang dijadikan tempat penampungan sepeda motor hasil kejahatan, sebuah rumah di kawasan perumahan di wilayah Jatisari, dan tempat parkir, atau parkiran Terminal Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kedua lokasi tersebut, digerebek Unit Reskrim Polsek Cileungsi, Polres Bogor.
Menurut Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, pengungkapan berawal dari informasi adanya lokasi penampungan sepeda motor tanpa dilengkapi dokumen lengkap berupa STNK dan BPKB. Dari hasil penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Cileungsi, kemudian menggerebek rumah di perumahan di wilayah Jatisari, dan menemukan enam unit sepeda motor hanya ada STNK tanpa BPKB.
“Enam sepeda motor yang ditemukan, diduga berkaitan dengan tindak pidana kasus pencurian dan penggelapan,” ujar Edison,ndalam keterangannya kepada wartawan, Senin (05/10/2026).
Selain sepeda motor, juga ditemukan satu unit mobil tanpa dokumen lengkap, dan puluhan pelat nomor kendaraan. Dalam penggerebekan, dua orang diduga berperan selaku joki dan penadah diamankan.
Dari lokasi perumahan, dilakukan pengembangan hingga ditemukan lokasi kedua yang dijadikan tempat menampung sepeda motor hasil kejahatan. Lokasi tersebut, tempat parkir Terminal Cileungsi, dan diamankan dua orang tukang parkir.
Polisi mendapatkan 13 unit sepeda motor berbagai merek tanpa ada BPKB. Kendaraan tersebut diperoleh dari pelaku kejahatan, yang rencananya akan dikirim ke Lampung dan Pulau Jawa menggunakan bus.
“Di lokasi kedua (Terminal Cileungsi), kami temukan 13 unit sepeda motor tanpa surat. Darin keterangan sementara, sudah ratusan sepeda motor dikirim dari lokasi ke wilayah Lampung dan Jawa dengan menggunakan armada bus,” jelas Edison.
Dari dua lokasi penggerebekan, total 19 unit sepeda motor diamankan. Selain itu, turut disita sejumlah STNK diduga palsu, kunci kontak, dan puluhan pelat nomor kendaraan.
“Kasus pengungkapan sepeda motor diduga hasil curian dan penggelapan ini, masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Pelakunya sudah kami identifikasi, sedang dalam proses pengejaran,” ungkap Edison.







