• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kode Etik Jurnalistik Panduan Moral dan Profesional di Era Disrupsi Media

Editor
Selasa, 21 Januari 2025 - 05:25
Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro.(Foto:Istimewa).

Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG – Pesatnya perkembangan dan perubahan teknologi telah mendisruspi banyak bidang, tidak terkecuali di dunia jurnalistik. Kode Etik Jurnalistik (KEJ), menjadi marwah insan jurnalis, tetap harus menjadi ‘dewa’ yang senantiasa dijunjung tinggi sebagai pegangan moral dan profesional di era disrupsi media.

Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro, menekankan, di tengah pesatnya perkembangan dan perubahan tekhnologi sebagai keniscayaan, pentingnya para insan jurnalis beradaptasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan pentingnya akurasi dan verifikasi.

RelatedPosts

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke Timur dan Barat

Polisi Buru Pelaku Utama Pembunuhan Kasus Tawuran Pemuda di Bogor

Kebakaran Hutan di Kaki Gunung Guntur Garut, Api Menyebar di 6 Titik

“Media harus tetap disiplin dan bertanggungjawab dalam menjaga kredibilitasnya. Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, tentang Pees, berisi 11 pasal mencakup prinsip-prinsip utama, seperti independensi, akurasi, keberimbangan, atau check and balance, dan profesionalisme,” ujar Sapto, dalam seminar bertajuk ‘Ekosistem Informasi yang Sehat, Meningkatkan Kualitas Karya Jurnalistik’, di Kampus Universitas Bandung (Unisba), Selasa (21/01/2025)

Seminar juga menghadirkan narasumber, Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat, Subagja Hamara, Direktur Bisnis Disway National Network & Sekretaris SPS Jawa Barat, Suhendrik, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Jawa Barat, Ika Mardiah, Wakil Ketua BPC Persatuan Humas (Perhumas) Bandung, Yuni Mogot, dan Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba, Prof. Dr. Septiawan Santana.

Sapto mengungkapkan, Kode Etik Jurnalistik menjadi marwah dan fondasi utama bagi eksistensi media, agar tetap relevan dan dipercaya masyarakat. Meski tidak bisa dipungkiri, di era digital, Kode Etik Jurnalistik menghadapi tantangan besar, seperti misinformasi, maraknya komersialisasi konten, serta fenomena jurnalisme warga, atau citizen jurnalism.

“Disrupsi digital membuat media mainstream harus lebih kompetitif, tentunya tanpa mengorbankan integritas. Media sosial kerap mempercepat polarisasi, dan ini harus diatasi dan diantisipasi disiplin verifikasi ketat,” ungkap Sapto.

Guru Besar Fikom Unisba, Prof. Dr. Septian Santana, sepakat disrupsi digital menuntut media untuk berinovasi dan beradaptasi. Industri media memiliki potensi besar tumbuh dan besar jika mampu berkolaborasi dengan sektor teknologi dan kreatif.

“Industri media digital memiliki peluang tumbuh dan besar melalui pengembangan konten relevan, adaptif, dan memiliki nilai tambah. Kolaborasi dengan teknologi dapat menciptakan inovasi menjawab kebutuhan audiens masa kini,” ujar Septiawan.

Septian juga menekankan, pentingnya membangun komunitas yang kuat diantara produsen konten, konsumen, dan pemangku kepentingan lainnya. Roadmap industri media harus mencakup peningkatan kualitas konten sesuai dengan dinamika perkembangan dan perubahan teknologi.

Dalam penutupnya, Sapto menggarisbawahi, perkembangan dan perubahan teknologi membawa peluang sekaligus juga tantangan. Misalnya, optimasi mesin pencari (SEO), yang sering memengaruhi kebebasan editorial, atau tekanan dari pemodal yang dapat menjebak media ke dalam produksi konten sensasional.

“Media harus cerdas dalam menggunakan teknologi, termasuk big data analytics, untuk meningkatkan literasi digital, sekaligus memperkuat verifikasi informasi. Pentingnya mengembangkan etika baru, termasuk dalam penggunaan kecerdasan buatan, tentunya tetap dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik,” tegas Sapto.(chd).

Tags: AMSIAMSI JabarKode etik jurnalistik

Related Posts

Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat.(Image: BMKG)

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke Timur dan Barat

Editor
6 September 2026

Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran abu vulkanik bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke...

Ilustrasi aksi tawuran.(Foto:Istimewa).

Polisi Buru Pelaku Utama Pembunuhan Kasus Tawuran Pemuda di Bogor

Editor
6 September 2026

SATUJABAR, BOGOR--Pelaku utama kasus pembunuhan dalam aksi tawuran pemuda di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih diburu polisi. Dalam aksi tawuran...

Pemadaman kebakaran hutan

Kebakaran Hutan di Kaki Gunung Guntur Garut, Api Menyebar di 6 Titik

Editor
6 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Api yang menyebar di enam...

Pengumuman Bandara Internasional Soekarno-Hatta terkait penghentian operasional sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.(Image: Instagram)

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Bandara Soetta Stop Operasi Hingga Pukul 13.30 WIB

Editor
6 September 2026

BANDUNG – Pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta menginformasikan penghentian operasinal hingga pukul 13.30 WIB pada Minggu 6 September 2026. Hal itu...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memastikan penanganan maksimal terhadap 56 anak yang terdampak kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Dedie Rachim Pastikan Penanganan 56 Anak Terdampak Kebakaran

Editor
6 September 2026

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan penanganan maksimal terhadap 56 anak yang terdampak kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Al...

Gambaran posisi Gunung Anak Krakatau terhadap Bogor Jawa Barat.(Image: Google)

Abu Gunung Anak Krakatau Sampai di Bogor, Pemkab Antisipasi

Editor
6 September 2026

CIBINONG– Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau mencapai wilayah Bogor. Kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.