• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kementerian ESDM Pastikan Penggunaan BBM Rendah Sulfur Dapat Tekan Emisi

Editor
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 09:04
Depot Pertamina

Depot Pertamina.(FOTO: Humas Kementerian ESDM)

BANDUNG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa sektor transportasi memegang peranan penting dalam upaya penurunan emisi. Untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mewujudkan target net zero emission (NZE) pada tahun 2060, pemerintah mengimplementasikan berbagai langkah, termasuk penggantian bahan bakar minyak (BBM) bersulfur tinggi dengan BBM rendah sulfur.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (Biro Klik) Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, mengatakan bahwa penggunaan BBM rendah sulfur adalah suatu keharusan.

RelatedPosts

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

“Kualitas udara kita saat ini kurang bagus, dan salah satu penyebabnya adalah BBM yang mengandung sulfur tinggi,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (4/10) melalui keterangan resmi.

Agus menambahkan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan (road map) untuk pelaksanaan pendistribusian BBM rendah sulfur sebagai acuan pelaksanaan. “Road map pemanfaatan BBM rendah sulfur sudah tersedia, dan pelaksanaannya akan mengikuti peta jalan tersebut,” jelasnya.

Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dengan meningkatkan Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) dari target pengurangan emisi karbon menjadi 32% (setara 912 juta ton CO2) pada tahun 2030, naik dari target sebelumnya 29% (setara 835 juta ton CO2).

Pendistribusian BBM bersulfur rendah untuk minyak solar akan dimulai di Jakarta, Cikampek, dan Balongan, kemudian dilanjutkan ke Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku. Sementara itu, pendistribusian jenis bensin bersih bersulfur rendah akan diawali di Sumatera bagian utara, diikuti dengan Sumatera bagian selatan, Banten, dan Jawa Tengah bagian utara, serta Kalimantan Barat.

Tags: bbmBBM Rendah Sulfurpertamina

Related Posts

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan Operasi Patuh 2026.(Foto: Kakorlantas Polri)

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Editor
3 Juni 2026

Operasi Patuh 2026 didominasi penggunaan ETLE 60 persen. Manual 30 persen 10 persen pendekatan humanis. SATUJABAR, JAKARTA - Korps Lalu...

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026).(Foto: Setneg)

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026)....

Satelit Indonesia berusia 18 tahun, LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat.

Kapasitas Satelit Ditambah, Jaga Konektivitas Sangihe dan Sitaro

Editor
3 Juni 2026

Kapasitas satelit dengan bandwidth hingga mencapai 50 s.d. 150 Mbps pada 154 titik akses layanan menggunakan jaringan Satelit Republik Indonesia...

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam liar sejak tahun 2018.(Foto: Humas Kemenhut)

Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho

Editor
3 Juni 2026

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam...

Kerajinan, ukiran, dan bagian yang diduga berbahan gading gajah.(Foto: Gakkum Kemenhut)

Perdagangan Gading Gajah di Bali Diungkap Patroli Siber

Editor
3 Juni 2026

Perdagangan gading gajah terungkap dari dua lokasi di wilayah Gianyar yang mengamankan sejumlah barang bukti berupa benda kerajinan, ukiran, dan...

Susu murni

Kebutuhan Susu Untuk Industri Perlu 5 Juta Ton, 80 Persen Impor

Editor
3 Juni 2026

Kebutuhan susu untuk kebutuhan bahan baku industri pengolahan nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara susu segar per tahun, dengan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.