• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenperin Dorong Transformasi IKM Fesyen Berkelanjutan Lewat Festival Inovatif di Bali

Editor
Rabu, 10 September 2025 - 07:12
Fashion Anak Muda

Fashion Anak Muda (Ilustrasi/pexels)

SATUJABAR, JAKARTA – Industri fesyen tak lagi sekadar urusan gaya dan tren. Di era yang makin peduli terhadap lingkungan, fesyen kini dituntut bertransformasi menjadi industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menyadari potensi sekaligus tantangan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan transformasi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) fesyen menuju arah yang lebih hijau.

“Dengan kekayaan budaya wastra dan kreativitasnya, pelaku IKM fesyen Indonesia punya potensi besar menerapkan konsep industri berkelanjutan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (9/9) di Jakarta.

RelatedPosts

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar, Bidik 300 Tenant dan 10.000 Pengunjung

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Menurut Menperin, transformasi ini bukan hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru—melibatkan komunitas lokal, desainer muda, hingga pelaku IKM dari berbagai daerah.

 

Dari Fesyen, Mendorong Ekonomi Hijau

Sebagai bentuk nyata, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mendorong pengembangan industri fesyen yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

Salah satunya melalui Sustainable Fashion Festival (SFF) 2025 yang digelar 2–3 Agustus lalu di Denpasar, Bali. Festival ini merupakan hasil sinergi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), unit kerja di bawah Ditjen IKMA, bersama brand fesyen berkelanjutan TRI Cycle.

“Festival ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain jadi ajang edukasi dan kreativitas, ini juga merupakan aksi nyata menuju fesyen berkelanjutan,” kata Dirjen IKMA Reni Yanita.

 

SFF 2025: Inovasi, Edukasi, dan Aksi Hijau

Dengan mengusung tema “Celebrate the Better Fashion”, SFF 2025 menghadirkan berbagai program inspiratif:

Fashion show dari 8 brand fesyen berkelanjutan

Pameran karya dari 17 pemenang Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA)

Workshop kreatif seperti ecoprint, crochet, dan plastic fusion

Talkshow edukatif diikuti lebih dari 120 peserta

Repair Corner bersama komunitas penjahit lokal

Clothes Swap yang berhasil mengumpulkan 760 kg pakaian bekas

Bazar IKM yang diikuti 39 brand dari berbagai daerah dan mencatat penjualan lebih dari Rp 58 juta

Klinik SINI BISA, menyediakan layanan konsultasi legalitas usaha untuk IKM seperti NIB, SIINas, dan TKDN IK

 

“Antusiasme ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fesyen berkelanjutan,” tambah Reni. “Kami yakin masa depan industri fesyen Indonesia akan lebih cerah dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan inklusif.”

 

Luncurkan Inisiatif Baru: Rekynd Hub dan Brickini

Tak hanya jadi panggung bagi brand lokal, SFF 2025 juga menjadi ajang peluncuran dua inisiatif baru dari TRI Cycle—alumni program Creative Business Incubator BPIFK 2018—yaitu Rekynd Hub dan Brickini.

Menurut Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto, kedua inisiatif ini membawa pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah tekstil.

“Rekynd Hub menjadi ruang pengelolaan tekstil berbasis circularity. Pengunjung bisa menyumbang pakaian bekas, mengolahnya, atau membeli preloved lokal berbasis berat,” jelasnya.

Sementara Brickini, hasil kolaborasi dengan Parongpong Raw Lab, mengolah limbah pakaian renang dari produsen di Bali menjadi produk baru yang fungsional dan berdaya pakai tinggi.

“Kami ingin masyarakat melihat pakaian bukan hanya sebagai barang konsumsi sementara, tapi aset yang bisa diolah kembali dan memberi nilai tambah,” tegas Dickie.

 

Fesyen Berkelanjutan, Masa Depan Industri Kreatif Indonesia

Dengan keberhasilan penyelenggaraan SFF 2025, Kemenperin berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi gerakan nasional. Fesyen Indonesia bukan hanya tampil di panggung mode, tapi juga menjadi contoh transformasi industri kreatif yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Festival ini hanyalah langkah awal. Kami ingin membangun ekosistem fesyen yang kuat, hijau, dan berdaya saing global,” tutup Reni.

Tags: fashionfesyenIKM Fesyenkemenperin

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyambut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Ketua Dekranasda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam rangka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dekranasda Wajib Bangun Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM

Editor
16 September 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai seluruh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota di Jawa Barat...

Salah satu menu makanan jamaah haji yang bervariasi setiap waktu.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar, Bidik 300 Tenant dan 10.000 Pengunjung

Editor
16 September 2026

MADIUN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 menjadi...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, ke salah satu industri sepatu lokal, Fortuna Shoes, di Jalan Soekarno-Hatta, Senin 14 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Editor
14 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus...

Menteri Perdagangan Budi Santoso “Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia” di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (9/9).(Foto: Dok. Kemendag)

Sepuluh Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Tembus Jaringan Ritel AEON Indonesia

Editor
10 September 2026

TANGERANG – Sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan siap menembus jaringan ritel AEON...

Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding, ungkap Asisten Daerah II Kabupaten Garut Dedy Mulyadi. Foto: APPSI Kabupaten Garut/Garut Plaza)

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

Editor
7 September 2026

GARUT - Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding. Garut Plaza juga...

Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

Editor
7 September 2026

GUNUNGKIDUL - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggelar Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.