• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 13 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Editor
Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:21
Jeni Tahu Populer dari kedelai

Tahu & kedelai (pexels)

SATUJABAR, BANDUNG – Perajin tahu dan tempe adalah salah satu klaster UMKM yang terdampak kenaikan harga kedelai. Gejolak harganya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, harga kedelai saat ini sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000.

Farhan mengakui, lonjakan harga tersebut sulit dikendalikan karena kedelai merupakan komoditas impor yang sangat bergantung pada mekanisme pasar global. Kondisi ini membuat pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menekan harga di tingkat lokal.

RelatedPosts

Hari Koperasi Nasional: Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta

11 Brand UMKM Jadi Mitra Metro Department Store

UMKM Sumedang Jalani Pelatihan Manajemen

“Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong. Sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar,” ujar Farhan saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Jumat 12 Juni 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Meski demikian, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Farhan menyatakan, pemerintah akan mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi tahu dan tempe, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus penopang usaha mikro.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong para perajin tahu dan tempe untuk meningkatkan efisiensi produksi. Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya bahan baku.

“Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga stabilitas distribusi dan akses penjualan di berbagai titik di Kota Bandung. Farhan memastikan, jalur distribusi dan pasar bagi produk tahu dan tempe harus tetap terbuka agar roda ekonomi terus bergerak.

Di sisi lain, pemerintah juga akan berupaya menjaga daya beli masyarakat. Menurut Farhan, keseimbangan antara harga dan kemampuan konsumsi menjadi kunci agar produk berbahan kedelai tetap terjangkau.

“Kita jaga supaya konsumen yang biasa beli kuliner tahu dan tempe tetap punya daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli,” ujarnya.

Farhan menyebut, keberlangsungan industri tahu dan tempe tidak boleh terganggu, mengingat perannya yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja.

Tags: FarhanMuhammad FarhanPerajin tahuPerajin tempa

Related Posts

Menkop ziarah ke makam Bung Hatta di Tanah Kusir Jakarta Jum’at 10 Juli 2026 seiring dengan rangkaian menuju puncak Hari Koperasi Nasional ke-79.(Foto: Humas Kemenkop)

Hari Koperasi Nasional: Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta

Editor
10 Juli 2026

Menkop ziarah ke makam Bung Hatta di Tanah Kusir Jakarta tersebut dalam rangkaian menuju puncak Hari Koperasi Nasional ke-79. SATUJABAR,...

Menteri Perdagangan Budi Santoso di acara penandatanganan kemitraan strategis UMKM dan Metro Departement Store di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, Kamis (9/7). Mendag memastikan sinergi yang semakin kuat antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ritel modern.(Foto: Humas Kemendag)

11 Brand UMKM Jadi Mitra Metro Department Store

Editor
10 Juli 2026

SATUJABAR, CIBUBUR - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan sinergi yang semakin kuat antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di acara pelatihan manajerial usaha UMKM oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEPI) di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (8/7/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

UMKM Sumedang Jalani Pelatihan Manajemen

Editor
9 Juli 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – UMKM Sumedang mendapatkan pelatihan manajerial usaha oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEPI) di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang...

Bogor Koi Show.(Foto: Diskominfo Kab Bogor)

Sentra Koi Makin Mengakar Lewat Bogor Koi Show 2026

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, CIBINONG – Bogor Koi Show 2026 sukses diselenggarakan di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada 3–5 Juli 2026. Ajang...

Sebanyak 38 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti Festival Sentra Industri dan Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung di Cihampelas Walk (Ciwalk), 3–12 Juli 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

UMKM Unggulan Hadir di Festival Sentra Industri dan All About Tahu 2026

Editor
5 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Sebanyak 38 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti Festival Sentra Industri dan Festival All About...

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama jajaran saat peluncuran Bulan Koperasi.(Foto: Humas Kemenkop)

Menkop Gelar Kick Off Bulan Koperasi, Semarakkan Harkopnas Ke-79

Editor
4 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar Kick Off Bulan Juli sebagai Bulan Koperasi dalam...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat