• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Perajin Tahu Tempe Tertekan Harga Kedelai, Farhan: Lebih Efisien

Editor
Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:21
Jeni Tahu Populer dari kedelai

Tahu & kedelai (pexels)

SATUJABAR, BANDUNG – Perajin tahu dan tempe adalah salah satu klaster UMKM yang terdampak kenaikan harga kedelai. Gejolak harganya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, harga kedelai saat ini sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000.

Farhan mengakui, lonjakan harga tersebut sulit dikendalikan karena kedelai merupakan komoditas impor yang sangat bergantung pada mekanisme pasar global. Kondisi ini membuat pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menekan harga di tingkat lokal.

RelatedPosts

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Sepuluh Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Tembus Jaringan Ritel AEON Indonesia

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

“Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong. Sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar,” ujar Farhan saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Jumat 12 Juni 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Meski demikian, Pemkot Bandung tidak tinggal diam. Farhan menyatakan, pemerintah akan mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi tahu dan tempe, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus penopang usaha mikro.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong para perajin tahu dan tempe untuk meningkatkan efisiensi produksi. Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya bahan baku.

“Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga stabilitas distribusi dan akses penjualan di berbagai titik di Kota Bandung. Farhan memastikan, jalur distribusi dan pasar bagi produk tahu dan tempe harus tetap terbuka agar roda ekonomi terus bergerak.

Di sisi lain, pemerintah juga akan berupaya menjaga daya beli masyarakat. Menurut Farhan, keseimbangan antara harga dan kemampuan konsumsi menjadi kunci agar produk berbahan kedelai tetap terjangkau.

“Kita jaga supaya konsumen yang biasa beli kuliner tahu dan tempe tetap punya daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli,” ujarnya.

Farhan menyebut, keberlangsungan industri tahu dan tempe tidak boleh terganggu, mengingat perannya yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja.

Tags: FarhanMuhammad FarhanPerajin tahuPerajin tempa

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, ke salah satu industri sepatu lokal, Fortuna Shoes, di Jalan Soekarno-Hatta, Senin 14 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Farhan: Ekspor Sepatu Kota Bandung Harus Meningkat

Editor
14 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus...

Menteri Perdagangan Budi Santoso “Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia” di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (9/9).(Foto: Dok. Kemendag)

Sepuluh Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Tembus Jaringan Ritel AEON Indonesia

Editor
10 September 2026

TANGERANG – Sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan siap menembus jaringan ritel AEON...

Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding, ungkap Asisten Daerah II Kabupaten Garut Dedy Mulyadi. Foto: APPSI Kabupaten Garut/Garut Plaza)

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

Editor
7 September 2026

GARUT - Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding. Garut Plaza juga...

Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

Editor
7 September 2026

GUNUNGKIDUL - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggelar Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pemberdayaan UMKM.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal, Didampingi Pemkot Kota Bandung

Editor
3 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan berbagai komunitas pengusaha memperkuat dukungan bagi pelaku...

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

Editor
30 Agustus 2026

BANDUNG - Sentra Tekstil Cigondewah di Kecamatan Bandung Kulon didorong menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang memadukan belanja tekstil, kuliner...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.