• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Batik: Kemenperin dan YBI Perkuat Daya Saing IKM

Editor
Senin, 08 Juni 2026 - 05:06
Batik Indonesia

(Foto: Dok, Kemenperin)

Industri batik konsisten mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspor batik tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$26,63 juta.

SATUJABAR, JAKARTA – Industri batik nasional terus menunjukkan daya tahan dan prospek yang positif di tengah dinamika pasar. Sebagai salah satu produk wastra unggulan Indonesia yang sarat nilai budaya dan sejarah, batik tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga semakin diminati pasar global.

RelatedPosts

Wamendag Roro Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sukses Gelar Pertamina SMEXPO Cirebon 2026

FashionLink Jakarta Fashion Week 2027, Wamendag: Dorong UMKM

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri batik merupakan salah satu subsektor yang secara konsisten mencatatkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batik Indonesia pada tahun 2025 mencapai US$30,62 juta atau tumbuh 13,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$26,63 juta.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa batik Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Karena itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem industri batik melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan daya saing produk, serta perluasan akses pasar yang berkelanjutan,” kata Menperin di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menperin menambahkan, salah satu upaya yang tengah dipacu adalah membuka akses pasar baru bagi industri batik, termasuk melalui pemanfaatan peluang pasar pada ekosistem haji dan umrah. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan pasar yang lebih luas bagi pelaku industri batik nasional, khususnya yang telah memiliki sertifikasi Batikmark.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) bersama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) serta Yayasan Batik Indonesia (YBI) terus menjalankan berbagai program pengembangan industri batik nasional, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan bahwa meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap batik, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi peluang besar bagi pelaku IKM batik untuk terus berkembang.

“Batik kini tidak hanya dikenakan dalam acara formal atau tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari. Tren ini menjadi momentum yang sangat baik bagi IKM batik untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Reni.

Bahakan, menurut Dirjen IKMA, keberhasilan batik menembus ekosistem haji dan umrah sebagai bagian dari seragam dan perlengkapan jamaah sejak tahun 2024, juga turut menjadi bukti semakin kuatnya posisi industri batik di pasar domestik.

Meski demikian, industri batik nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah maraknya produk tekstil bermotif batik yang diproduksi dengan teknik printing dan sering kali dianggap sebagai batik oleh konsumen.

“Produk tekstil bermotif batik pada dasarnya bukan batik karena tidak dibuat menggunakan lilin batik atau malam. Batik asli hanya terdiri atas batik tulis, batik cap, atau kombinasi keduanya yang seluruh prosesnya menggunakan teknik pembatikan,” jelasnya.

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan batik asli dan tekstil bermotif batik dinilai berpotensi menggeser pasar batik autentik. Selain itu, biaya produksi batik yang relatif lebih tinggi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para perajin dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin bersama YBI mendorong penerapan efisiensi produksi di kalangan IKM batik. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Peningkatan Efisiensi Produksi IKM Batik di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada 19–22 Mei 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 tersebut diikuti oleh 18 IKM batik dan difokuskan pada penerapan teknologi sederhana yang mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan kembali lilin batik bekas pakai serta pembuatan cap batik alternatif berbahan kertas.

“Lilin batik bekas yang diolah kembali dapat mengurangi konsumsi bahan baku dan menekan biaya produksi. Sementara itu, cap batik berbahan kertas lebih ekonomis, mudah dibuat, dan dapat menjadi alternatif yang efektif dibandingkan cap berbahan logam,” ungkap Budi.

Ia optimistis penerapan inovasi tersebut dapat membantu pelaku IKM menurunkan harga pokok produksi (HPP), sehingga produk batik menjadi lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas maupun nilai budayanya. Selain itu, praktik tersebut juga mendukung penerapan prinsip industri hijau melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material produksi.

“Saat ini konsumen semakin peduli terhadap aspek keberlanjutan. Produk batik yang memiliki nilai budaya tinggi, diproduksi secara ramah lingkungan, dan ditawarkan dengan harga yang kompetitif tentu akan memiliki daya tarik yang lebih kuat di pasar,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto, mengapresiasi pelaksanaan program pembinaan yang dilakukan Kemenperin dan YBI. Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pelaku IKM dalam mengelola proses produksi secara lebih efisien sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Sementara itu, anggota Yayasan Batik Indonesia sekaligus Ketua Hari Batik Nasional 2026, Wirasno, menilai Tulungagung layak menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian lebih karena memiliki kekayaan motif, sejarah, dan filosofi batik yang kuat. Oleh karena itu, Tulungagung dipilih sebagai salah satu ikon dalam penyelenggaraan Hari Batik Nasional ke-17 yang akan berlangsung pada Oktober 2026.

Produk-produk batik hasil bimbingan teknis di Tulungagung rencananya akan ditampilkan dalam rangkaian pameran Hari Batik Nasional 2026. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi IKM batik di berbagai daerah untuk menerapkan inovasi efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing industri batik nasional.

Tags: Agus Gumiwang KartasasmitaIndustri batikkemenperinMenteri PerindustrianYayasan Batik Indonesia

Related Posts

Wamendag Dyah Roro Esti pada kegiatan Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan BukaLapak di Jakarta, Selasa (27/10).(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Roro Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Editor
28 Oktober 2026

JAKARTA - Menyikapi digitalisasi yang telah masuk ke dalam kebutuhan sehari-hari, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan...

(Foto: Istimewa)

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sukses Gelar Pertamina SMEXPO Cirebon 2026

Editor
27 Oktober 2026

Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan ini menghadirkan 32 UMKM binaan Pertamina Grup sebagai upaya memperkenalkan produk unggulan lokal sekaligus...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri Pembukaan FashionLink – Jakarta Fashion Week 2027 di Jakarta, Senin (26/10/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

FashionLink Jakarta Fashion Week 2027, Wamendag: Dorong UMKM

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri Pembukaan FashionLink – Jakarta Fashion Week 2027 di Jakarta, Senin (26/10/2026)....

IKM Juara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Gandeng SBM ITB Cetak IKM Juara

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memperkuat pendampingan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui program Pendampingan...

(Foto: Istimewa)

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Buka Akses Pasar 32 UMKM Binaan

Editor
24 Oktober 2026

CIREBON– Meriah dan penuh antusiasme, pembukaan Pertamina SMEXPO Cirebon 2026 berlangsung di Cirebon Super Block Mall, Kota Cirebon, Jumat (23/10)....

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beserta jajaran.(Foto: Humas Kemenhaj)

Menhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta

Editor
24 Oktober 2026

YOGYAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai pasok kebutuhan haji dan umrah melalui...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.