• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 3 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemendag dan Astra Luncurkan Program “Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor” untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Editor
Selasa, 20 Mei 2025 - 05:23
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Boy Kelana Soebroto, dan Head of Environment Social Responsibility PT Astra International Diah Suran Febrianti meluncurkan Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (19 Mei).

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Boy Kelana Soebroto, dan Head of Environment Social Responsibility PT Astra International Diah Suran Febrianti meluncurkan Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (19 Mei).

BANDUNG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersinergi dengan PT Astra International Tbk resmi meluncurkan program “Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor” di kantor Kemendag, Jakarta, pada Senin (19/6). Program ini bertujuan untuk memperkuat inisiatif prioritas Kemendag dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor global.

Program “Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor” merupakan bentuk konkret dari implementasi Nota Kesepakatan Bersama (MoU) antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan PT Astra International Tbk. Melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mencetak UMKM baru yang berorientasi ekspor.

RelatedPosts

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta merupakan kunci penting dalam membangun kapasitas UMKM. “Semoga program ini menjadi inspirasi dan pemacu semangat bagi UMKM Indonesia untuk terus naik kelas,” ujar Mendag Budi.

Hadir dalam peluncuran tersebut antara lain Chief of Corporate Affairs PT Astra International Boy Kelana Soebroto, Environment Social Responsibility Division Head Astra Diah Suran, serta perwakilan dari beberapa kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Desa, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Turut mendampingi Mendag, Dirjen PEN Fajarini Puntodewi.

Mendag Budi menyampaikan harapan agar peserta program tidak hanya memahami proses ekspor, tetapi juga mampu mengatasi tantangan perdagangan global, meningkatkan daya saing produk, dan membuka akses pasar internasional. “Mari kita manfaatkan momen ini untuk memperkuat sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Program pendampingan dalam “Astra Export Champion: UMKM BISA Ekspor” akan berlangsung pada Juni—Oktober 2025, mencakup pelatihan daring dan luring melalui tiga tahap: kelas umum, bootcamp inkubasi, dan finalisasi rencana bisnis serta eksekusi awal ekspor. Program ini ditargetkan akan memilih 20 UMKM terbaik (champions) yang berkesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia pada 15—19 Oktober 2025.

Peserta berasal dari sektor strategis seperti pertanian, perikanan, makanan dan minuman olahan, serta wastra dan kerajinan. Hingga 18 Mei 2025, tercatat 486 pelaku UMKM telah mendaftar sejak pembukaan perekrutan pada 5 Mei 2025.

Menurut Mendag Budi, kolaborasi ini memperkuat strategi Kemendag dalam memperluas pasar ekspor melalui pemberdayaan UMKM dan optimalisasi peran perwakilan dagang RI. “UMKM yang terpilih telah melalui seleksi berdasarkan potensi produk, kesiapan produksi, dan daya saing ekspor,” jelasnya.

Sepanjang Januari—April 2025, Kemendag mencatat telah melaksanakan 246 kegiatan business matching, terdiri dari 165 sesi pitching dan 81 pertemuan dengan buyer, menghasilkan transaksi senilai USD 57,61 juta. Nilai ini mencakup purchase order sebesar USD 36,11 juta dan potensi transaksi USD 21,49 juta.

Dirjen PEN Fajarini Puntodewi menambahkan bahwa program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak daerah melalui sinergi dengan kementerian, lembaga, dinas perdagangan, dan mitra lainnya. “Diharapkan, program ini membentuk ekosistem ekspor yang inklusif serta melahirkan lebih banyak eksportir baru dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Boy Kelana menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Astra dalam memberdayakan UMKM dan memperkuat ekosistem ekspor nasional yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa program ini mendukung peningkatan kualitas produk lokal serta akses pasar global. Program ini juga selaras dengan inisiatif sosial Astra, seperti Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra, yang sejak 2013 telah membina 1.515 desa di 35 provinsi, dengan valuasi ekspor produk unggulan desa mencapai Rp349 miliar.

Yayasan Dharma Bhakti Astra, yang berfokus pada pembinaan UMKM, telah mendampingi 13.663 UMKM di seluruh Indonesia dan menyerap lebih dari 75.000 tenaga kerja.

Peluncuran program ini juga dirangkai dengan talkshow bertema “Gelar Wicara Bersama UMKM”, yang menghadirkan narasumber dari sektor ekspor dan pemberdayaan UMKM. Narasumber antara lain Miftah Farid (Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN), Triyanto (Head of CSR Astra), Ahmad Sobirin (Champion Desa Sejahtera Astra dan Ketua Koperasi Manises Sejahtera), serta dimoderatori oleh Zahra Margautami, pendiri Akademi Mudah Ekspor.

Dalam diskusi tersebut, Miftah menjelaskan strategi Kemendag dalam penguatan daya saing UMKM melalui pengembangan produk, pelatihan pelaku ekspor, dan fasilitasi pemasaran. Sementara Triyanto menyoroti komitmen Astra dalam peningkatan kapasitas UMKM, termasuk fasilitasi akses modal. Ahmad Sobirin turut membagikan pengalaman suksesnya dalam ekspor gula semut berkat pendampingan Astra dan Kemendag.

Dengan sinergi lintas sektor ini, Kemendag dan Astra berharap dapat melahirkan lebih banyak eksportir baru yang tangguh dan berdaya saing, sekaligus membuka jalan bagi produk lokal Indonesia untuk semakin dikenal di pasar dunia.

Tags: astrakemendagukmumkm

Related Posts

(Foto: Humas BRIN)

UMKM Dapat Ilmu Teknologi Kemasan dari BRIN di Bandung

Editor
2 Mei 2026

Dalam kegiatan tersebut, BRIN mengenalkan berbagai teknologi pengemasan pangan inovatif. Teknologi ini berfungsi untuk perlindungan fisik produk, menjaga kualitas, memperpanjang...

Industri kecil dan menengah (IKM).(Foto: Kemenperin)

Kemenperin Permudah IKM Raih Sertifikat TKDN Lewat Pendampingan

Editor
30 April 2026

Sebagai persyaratan memperoleh TKDN self declare, pelaku usaha harus terdaftar di SIINas dan telah divalidasi sebagai industri kecil. Ketentuan validasi...

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi UMKM Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28 Apr). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses produksi dan perkembangan usaha Bron Chips sebagai salah satu UMKM lokal yang terus berkembang.(Foto: Humas Kemendag)

Wamendag Roro Kunjungi Pabrik Keripik Brownies Bron Chips di Surabaya

Editor
29 April 2026

Kementerian Perdagangan komitmen untuk terus memfasilitasi UMKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. SATUJABAR, SURABAYA- Wakil Menteri Perdagangan...

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita.

Kemenperin Donkrak Literasi IKM Fesyen dan Kriya Tangkap Peluang Bisnis Global

Editor
29 April 2026

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang...

Bedog atau golok salah satu alat pertanian sunda

IKM Perkakas Tangan Bagian Dari Hilirisasi Baja

Editor
27 April 2026

Industri perkakas tangan dalam negeri memiliki potensi besar meskipun diproduksi melalui proses manufaktur sederhana. SATUJABAR, BANDUNG - Kemampuan industri nasional...

Makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sejarah Epik Cut Nyak Dien Kokohkan Ikatan Sumedang-Aceh

Editor
27 April 2026

Hubungan Aceh dan Sumedang tercermin dari keberadaan sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Sumedang. SATUJABAR, SUMEDANG -...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.