Kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ditindaklanjuti dengan operasi yang dilakukan Polda Jabar dan jajaran Polres.
SATUJABAR, BANDUNG – Pemkot Bandung menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polda Jawa Barat dalam memberantas kejahatan jalanan melalui operasi terpadu yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri Press Release Pengungkapan Kejahatan Jalanan (Street Crime) di Jawa Barat di Mapolda Jawa Barat, Jumat 7 Agustus 2026.
Dalam kegiatan yang dipimpin Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dipaparkan hasil operasi besar-besaran terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkotika, obat keras tertentu (OKT), minuman keras, hingga penggunaan knalpot tidak standar.
Atas hal itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan Kota Bandung siap memperkuat sinergi bersama Polda Jabar, TNI, pemerintah provinsi, dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga keamanan kota.
BACA JUGA: Polda Jabar Ungkap 352 Kasus Kejahatan Jalanan
Menurut Farhan, keamanan merupakan syarat utama agar aktivitas masyarakat, investasi, perdagangan, pendidikan, hingga sektor pariwisata dapat berjalan dengan baik.
“Kami mendukung penuh langkah Polda Jawa Barat dalam memerangi street crime. Kota Bandung siap memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, kewilayahan, serta seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Farhan dikutip laman Pemkot Bandung.
Ia menilai upaya memperkuat patroli gabungan, mengaktifkan kembali siskamling, memperbanyak CCTV, memperbaiki penerangan jalan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat merupakan langkah nyata yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Farhan juga mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk ikut menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas di sekitar tempat tinggal serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada aparat.







