• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ekspor Minyak Atsiri Tembus USD 348,7 Juta, Naik 34,4 Persen

Editor
Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:20
Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali.(Foto: Kemenperin)

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali.(Foto: Kemenperin)

Ekspor minyak atsiri Indonesia pada HS 3301 mencapai USD 348,7 juta, meningkat sekitar 34,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 259,5 juta.

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus memperkuat struktur industri minyak atsiri nasional melalui peningkatan nilai tambah dan pengembangan produk hilir. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak atsiri utama dunia sekaligus memperluas kontribusi komoditas tersebut terhadap perekonomian nasional.

RelatedPosts

BRIN Wujudkan Laboratorium Alam Terbentuknya Pulau Jawa

Ekosistem Ekonomi Syariah Topang Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan

Rumah dan Parkiran Terminal di Bogor Jadi Penampungan Puluhan Sepeda Motor Curian

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kinerja ekspor minyak atsiri Indonesia menunjukkan prospek yang semakin positif. Berdasarkan data perdagangan tahun 2025, nilai ekspor produk minyak atsiri Indonesia pada HS 3301 mencapai USD 348,7 juta, meningkat sekitar 34,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 259,5 juta.

“Peningkatan ekspor ini menunjukkan bahwa produk minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing dan permintaan yang kuat di pasar global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8).

Pada 2025, Indonesia tercatat sebagai eksportir minyak atsiri terbesar kelima di dunia, setelah India, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil. Pada periode yang sama, nilai perdagangan ekspor minyak atsiri dunia mencapai sekitar USD 6,49 miliar, meningkat dari USD 6,29 miliar pada 2024.

Menurut Menperin, pengembangan industri minyak atsiri masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Namun, minyak nilai atau patchouli oil memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena Indonesia memiliki basis produksi dan pasar ekspor yang kuat.

Data perdagangan menunjukkan nilai ekspor minyak nilam Indonesia pada 2025 mencapai USD 173,4 juta, meningkat sekitar 22,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 141,3 juta. Produk tersebut telah memiliki pasar ekspor yang tersebar di berbagai negara, antara lain India, Singapura, Prancis, Spanyol, Amerika Serikat, China, Swiss, Belgia, Belanda, Jerman, Britania Raya, dan Turki.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, pengembangan hilirisasi minyak nilam memiliki potensi besar yang dapat diolah melalui teknologi pemurnian dan fraksinasi menjadi produk turunan yang bernilai tambah tinggi seperti hi-grade patchouli, fragrance, antiseptic, medicated oil, dan aromatherapy.

“Dengan penguatan hilirisasi, pemanfaatan minyak nilam dapat diperluas, tidak hanya untuk pasar bahan baku, tetapi juga menjadi input bagi industri parfum, kosmetik, toiletries, farmasi, pestisida, dan aromaterapi,” ujar Putu.

Bangun Ekosistem Industri Atsiri

Putu menambahkan, pengembangan hilirisasi tersebut perlu dilakukan secara terintegrasi dengan memperkuat ekosistem industri dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas petani dan penyuling, penguatan kelembagaan seperti koperasi, peningkatan kualitas dan kontinuitas bahan baku, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Penguatan industri atsiri membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, petani, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra pasar untuk membangun ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, potensi bahan baku dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar global, sekaligus memastikan petani dan penyuling memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan serta industri hilir mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Putu.

Selain minyak nilam, diversifikasi produk minyak atsiri juga dapat diarahkan pada pengembangan produk seperti parfum dan fragrance, antiseptic dan disinfectant, medicated oil, aromatherapy, serta berbagai produk kosmetik dan perawatan diri.

Kemenperin menilai penguatan hilirisasi minyak atsiri akan memberikan sejumlah manfaat strategis, mulai dari meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas diversifikasi produk industri, membuka peluang investasi dan pasar baru, hingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan industri minyak atsiri. Dengan bahan baku, pelaku usaha, teknologi, dan pasar yang semakin berkembang, kita perlu memastikan bahwa peluang ini diterjemahkan menjadi industri hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri,” pungkas Putu.

Tags: ekspor minyak atsirikemenperin

Related Posts

Koleksi geodiversitas di Karangsambung Kebumen Jawa Tengah.(Image: BRIN)

BRIN Wujudkan Laboratorium Alam Terbentuknya Pulau Jawa

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memaksimalkan pemanfaatan lebih dari 33.000 spesimen geodiversitas di Kawasan Karangsambung, Kebumen,...

Seminar Nasional bertajuk “Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan", di Jakarta, Senin (5/10).(Foto: Dok. Bank Indonesia)

Ekosistem Ekonomi Syariah Topang Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan

Editor
5 Oktober 2026

JAKARTA - Ekonomi syariah bukan sekadar soal label. Bukan hanya soal bank syariah, bukan hanya soal sertifikasi halal, dan bukan...

Ilustrasi aksi pencurian sepeda motor.(Foto:Istimewa).

Rumah dan Parkiran Terminal di Bogor Jadi Penampungan Puluhan Sepeda Motor Curian

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, BOGOR--Sebuah rumah di kawasan perumahan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digerebek polisi setelah diketahui menjadj tempat penampungan sepeda motor...

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI).(Foto:Istimewa).

35 Tahun Tanpa Kabar, Pekerja Migran Asal Cirebon Ditemukan di Arab Saudi

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, CIREBON--Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditemukan di Arab Saudi setelah 35 tahun hilang tanpa...

Video pesta narkoba diduga warga binaan di Rutan Kelas I Depok, yang beredar luas di media sosial.(Foto: Istimewa/tangkapan layar Instagram).

Kanwil Ditjenpas Jabar: Pesta Narkoba di Rutan Depok Benar, Ditindak Tegas!

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, membenarkan, video viral di media sosial, memperlihatkan...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di 6 Provinsi, Termasuk di Jawa Barat

Editor
5 Oktober 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sebelas tersangka terkait terorisme dalam penegakan hukum serentak di enam provinsi. Dari...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.