• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Riset Lendir Keong Darat Untuk Bahan Produk Kosmetik

Editor
Minggu, 06 Oktober 2024 - 06:07
BRIN, Minyak kayu putih

BRIN

BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang melakukan riset bioprospeksi lendir keong darat. Keong darat memiliki potensi besar sebagai sumber daya untuk produk kosmetik.

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN Pamungkas Rizki Ferdian mengatakan, bioprospeksi adalah kegiatan pencarian sumber daya hayati, baik hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme, untuk tujuan komersial. Kegiatan ini sangat penting untuk mendukung perekonomian masyarakat, terutama di sektor kosmetika, yang saat ini mengalami peningkatan permintaan global terhadap produk berbasis bahan alami.

RelatedPosts

Lokasi Tambang Di Garut Langgar Regulasi Ditindak

Bendungan Jatigede: Ribuan Benih Ikan Ditabur

Soto Instan Racikan Siswa Madrasah Manjakan Jemaah Haji

“Riset berkelanjutan penting untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia, kata Pamungkas, pada Webinar Applied Zoology Summer School #8, Kamis (3/10) dilansir situs BRIN.

Lendir keong darat yang sudah dikomersialisasikan diklaim mengandung berbagai senyawa aktif, seperti allantoin, asam glikolat, dan antibakteri alami, yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi kecantikan dan kesehatan kulit.

Produk-produk kosmetik berbahan dasar lendir keong darat, seperti masker wajah, serum, dan pelembab, sudah diproduksi di beberapa negara, termasuk Korea Selatan, dan mendapatkan respon pasar yang baik.

Menurut Pamungkas, di Indonesia, penelitian terkait keong darat masih terbatas. Padahal, negara ini memiliki kekayaan biodiversitas luar biasa, termasuk keong darat yang berpotensi menjadi komoditas bernilai tinggi.

Beberapa jenis keong darat di Indonesia, seperti yang ditemukan di pegunungan Menoreh, Yogyakarta, menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Di antaranya spesies Hemiplecta humphreysiana dan Amphydromus palaceus.

Adapun proses bioprospeksi terdiri dari beberapa fase penting, antara lain pengumpulan sampel di lokasi, perbanyakan organisme serta isolasi dan karakterisasi senyawa spesifik, skrining untuk tujuan khusus, dan pengembangan produk dan komersialisasi.

“Sasaran bioprospkesi sendiri terdiri atas sumber daya genetik, senyawa bahan alam, serta struktur dan desain dari alam,” papar Pamungkas.

“Lendir H. humphreysiana teridentifikasi mengandung 32 senyawa dari dua jenis pelarut (methanol dan dichloromethane), 19 senyawa terduga, dan 13 senyawa terkonfirmasi,” jelasnya.

Riset bioprospeksi menggunakan sumber daya hayati sebagai aset dan keistimewaan perlu diungkap manfaatnya, sehingga, memiliki nilai ekonomi.

Pamungkas menegaskan, eksploitasi sumber daya alam jika tanpa konsep berkelanjutan dapat mengakibatkan kepunahan spesies dan kerusakan ekosistem.

Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan pembiakan dan produksi senyawa aktif dari keong darat, tanpa merusak populasi di alam liar.

Budi Daya Ex- Situ

Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan memperbanyak keong darat melalui budi daya ex situ di laboratorium atau tempat pembiakan khusus. Dengan cara ini, produksi lendir keong bisa dilakukan secara berkelanjutan tanpa merusak habitat alaminya.

“Saya menyarankan agar riset bioprospeksi diiringi dengan riset budi daya, meliputi kajian pakan dan reproduksinya. Sehingga, pemanfaatannya di masa mendatang dapat meminimalkan pengambilan dari alam dan risiko kepunahan spesies menjadi rendah,” ungkap Pamungkas.

Pihaknya melakukan riset bioprospeksi lendir keong darat dengan pendekatan berkelanjutan. Sehingga perlu kajian ekologi, perilaku makan dan reproduksi; studi metabolomik, genomik, dan transkriptomik; pengujian bioaktivitas sebagai sediaan kosmesetikal; dan pengembangan berbagai produk turunannya.

“Prinsip berkelanjutan sangat penting supaya pengambilan sumber daya hayati dari alam dapat diminimalkan,” tambahnya.

Pamungkas menyebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut baik secara in vitro maupun in vivo untuk membuktikan daya inhibisi dari senyawa bioaktif lendir H. humphreysiana terhadap enzim tyrosinase dan elastase. Sehingga perannya sebagai agen pencerah kulit dan antikerut dapat terungkap.

 

Tantangan Riset

Riset bioprospeksi di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan dukungan ilmiah dan tenaga ahli di bidang ini.

Selain itu, riset yang dilakukan sering kali berjalan lambat karena kurangnya dana dan fasilitas yang memadai. Hal ini menyebabkan nilai komersial menjadi rendah sehingga belum berdampak pada perekonomian masyarakat.

Namun demikian, di pasaran sudah ada berbagai produk kosmetik seperti masker wajah, serum, krim, losion, pelembab dengan berbagai klaim seperti antiacne, antiinflamsi, melembabkan dan mengencangkan kulit, anti kerut, pencerah wajah, penstimulus regenerasi sel kulit, dll.

Harga kosmetik dari lendir keong darat cukup tinggi di pasaran, yaitu berkisar Rp. 334 ribu-Rp. 1.750 ribu. Bahkan untuk produk tertentu bisa mencapai Rp. 5 jutaan.

Pamungkas berharap, dengan kolaborasi antara lembaga riset, universitas, dan industri, Indonesia bisa mengembangkan produk-produk berbasis keong darat yang kompetitif di pasar global.

Dia menekankan kolaborasi lintas disiplin ilmu sangat penting dalam upaya ini. Karena bioprospeksi bukan hanya soal ilmu biologi, tetapi juga melibatkan aspek-aspek ekonomi, hukum, dan sosial.

Tags: BRINKeongRiset

Related Posts

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (kiri), bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi kegiatan usaha pertambangan di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Rabu (3/6/2026).(Foto: Humas Pemkab Garut)

Lokasi Tambang Di Garut Langgar Regulasi Ditindak

Editor
4 Juni 2026

Lokasi tambang di Leles Garut yang tidak mematugi regulasi ditindak tegas dan harus menghentikan semetara operasional pertambangan. SATUJABAR, GARUT -...

Sekda Sumedang Tuti Ruswati disela-sela penaburan benih ikan di Bendungan Jatigede.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bendungan Jatigede: Ribuan Benih Ikan Ditabur

Editor
4 Juni 2026

Bendungan Jatigede memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kabupaten Sumedang sehingga perlu dijaga terus keberlanjutannya. SATUJABAR, SUMEDANG – Sekretaris Daerah Tuti...

So’ Taw, soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen, ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji.(Foto: Humas Kemenag Kebumen Via Kemenag Pusat)

Soto Instan Racikan Siswa Madrasah Manjakan Jemaah Haji

Editor
4 Juni 2026

Soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen  dengan jenama So’ Taw ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan...

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) dengan berbagai kegiatan. Tahun ini, HJB ke-544 mengusung tema “Bogor Nanjeur”.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Warga Kota Bogor Dapat Hadiah Istimewa di HJB ke-544

Editor
4 Juni 2026

Warga Kota Bogor mendapatkan 'hadiah istimewa' saat Hari Jadi Bogor ke-544 berupa sejumlah program yang dikemas dalam tema 'Bogor Nanjeur'....

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 4/6/2026 Antam Rp 2.759.000 Per Gram

Editor
4 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 4/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.759.000 per gram...

Hari Jadi Bogor 544 menjadi momentum kuat untuk lebih memeratakan lagi pembangunan kata Bupati Bogor Rudy Susmanto yang hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Rabu (3/6).(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Hari Jadi Bogor 544, Bupati Tegaskan Pembangunan Adil & Merata

Editor
4 Juni 2026

SATUJABAR, NANGGUNG – Hari Jadi Bogor 544 menjadi momentum kuat untuk lebih memeratakan lagi pembangunan. Hal itu dikatakan Bupati Bogor...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.