SATUJABAR, JAKARTA – BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional menggelar Pameran Inovasi dan Teknologi di Istana Kepresidenan pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dihadiri Presiden RI beserta jajaran Kabinet Merah Putih ini, menjadi ajang untuk menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi BRIN yang mendukung pelaksanaan program kerja prioritas nasional.
Kepala BRIN Arif Satria menyebut, sebanyak 150 periset BRIN juga diundang untuk bertemu dan berdialog dengan presiden.
“BRIN akan menampilkan berbagai inovasi dan teknologi unggulan yang telah dikembangkan untuk mendukung program kerja prioritas nasional,” ujar Arif, Senin (3/8) malam dikutip laman BRIN.
Ia menyebut, beragam inovasi yang akan dipamerkan di antaranya bidang energi yang mencakup energi terbarukan, bioenergi, penyimpanan energi, material maju, dan instrumen laboratorium dalam negeri. Kemudian di bidang dirgantara dan antariksa, BRIN akan memamerkan pesawat N219 & N219A, pesawat Puna Male “Elang Hitam”, hingga Satelit NEO-1.
Di bidang pertahanan dan keamanan, Arif mengatakan, BRIN fokus terhadap riset material pertahanan, sistem persenjataan, hingga teknologi pendukung pertahanan. Sedangkan pada teknologi nuklir, BRIN melakukan riset mencakup seluruh rantai nilai nuklir, salah satunya untuk teknologi sensor kebencanaan dan early warning berbasis radiasi alam.
Arif menjelaskan, inovasi BRIN di bidang pangan dilakukan dari hulu ke hilir, termasuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Lebih dari 40 kelompok teknologi riset BRIN siap dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan, program MBG, hilirisasi industri pangan, peningkatan gizi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis riset dan inovasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif memaparkan, pada inovasi warisan budaya, BRIN berfokus kepada teknologi mutakhir untuk mendokumentasikan, melestarikan, mengkaji, dan mempromosikan warisan budaya Indonesia. Sebagai contoh, BRIN memiliki laboratorium alam peradaban yang terletak di Kabupaten Bumiayu, Jawa Tengah.
“Sedangkan di bidang pendidikan, BRIN memiliki teknologi yang berkualitas, inklusif, aman, dan berdaya saing global. Seperti Asisten Guru AI Kontekstual dan Model Buku Teks SMK Berbasis Soft Skill,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran Presiden dan jajaran Kabinet Merah Putih dapat memperkuat sinergi antara pengembangan riset dengan implementasi kebijakan pemerintah. Dengan demikian, hasil-hasil inovasi BRIN dapat semakin cepat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional.
Melalui pameran ini, BRIN juga menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan riset dan inovasi yang relevan, adaptif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa hasil riset dapat menjadi solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Arif.







