• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 3 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Antisipasi Bencana, BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Bandung Raya

Editor
Sabtu, 18 April 2026 - 12:01
Ilustrasi cuaca ekstrem.(Foto:Istimewa)

Ilustrasi cuaca ekstrem.(Foto:Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG–Cuaca ekstrem dalam fase peralihan musim di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin, memicu terjadinya bencana banjir dan kerusakan infrastruktur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), untuk menekan risiko dampak hidrometeorologi yang makin meluas.

Menurut Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kolonel Inf. Hery Setiono, kondisi cuaca di wilayah Indonesia saat ini berada pada fase tidak menentu. Fase memasuki peralihan musim, dari hujan ke musim kemarau panjang.

RelatedPosts

Penumpang Pesawat Domestik April 2026 Turun 18,72 Persen

Produksi Jagung Pipilan Kering April 2026 Naik 8,15 Persen

Produksi Padi GKP April 2026 Turun 16,15 Persen

Disaat wilayah lain sudah memasuki kemarau, di sejumlah titik di Jawa Barat justru dilanda bencana banjir. Tidak terkecuali di wilayah Bandung Raya.

“Kami mencermati dinamika cuaca sangat fluktuatif. Fokus saat ini adalah penguatan koordinasi lintas wilayah antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujar Hery dalam keterangannya di Bandung, Jum’at (17/04/2026).

Hery mengatakan, salah satu titik krusial yang menjadi perhatian kawasan Panyadap, Kabupaten Bandung. Berdasarkan laporan di lapangan, kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut masuk dalam kategori serius.

Proses pemulihan tetap bersandar pada pembagian kewenangan antarlembaga. Penanganan fisik pada aliran sungai, misalnya, tetap menjadi ranah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Untuk aspek pembiayaan dan perbaikan infrastruktur yang mendesak, pemerintah daerah dapat segera berkoordinasi, melalui bupati dengan pertimbangan teknis yang matang. Semua langkah harus tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku,” kata hery.

Hery memastikan, cuaca ekstrem dengan curah hujan disertai angin, yang diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan, BNPB telah menggulirkan program strategis, berupa modifikasi cuaca. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi awan hujan sebelum mencapai wilayah-wilayah rawan, terutama di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Bandung Raya, dan sekitarnya.

Beberapa poin utama dalam strategi penanganan saat ini, difokuskan pada titik dengan risiko dampak terbesar meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa. BNPB mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan berdaulat dalam manajemen bencana di wilayah masing-masing.

Selanjutnya, pelaporan kondisi terkini dilakukan secara berkala kepada pihak terkait demi pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat. Pemerintah berharap melalui integrasi antara teknologi modifikasi cuaca dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat lebih bisa terkendali.

Tags: bandung rayabnpbcuaca ekstremFase Peralihan Musimjawa baratKapusdalops BNPBKolonel Inf. Hery SetionoOperasi Modifikasi Cuaca

Related Posts

Penumpang pesawat kapal dan kereta api April 2026.(Image: BPS)

Penumpang Pesawat Domestik April 2026 Turun 18,72 Persen

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penumpang pesawat domestik April 2026, turun 18,72 persen menjadi 4,6 juta orang, penumpang pesawat internasional naik 0,93...

Luas panen dan produksi jagung April 2026.(Image: BPS)

Produksi Jagung Pipilan Kering April 2026 Naik 8,15 Persen

Editor
3 Juni 2026

Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada April 2026 sebanyak 1,38 juta ton, naik sebanyak 0,10 juta...

Luas panen dan produksi padi April 2026.(Image: BPS)

Produksi Padi GKP April 2026 Turun 16,15 Persen

Editor
3 Juni 2026

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada April 2026 sebanyak 9,13 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 1,76...

Jemaah haji di pesawat jelang pulang ke Tanah Air.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air 6.333 Jemaah

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Haji 2026 kini memasuki fase kepulangan jemaah ke Tanah Air dimana gelombang pertama telah dimulai secara bertahap...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 3/6/2026 Antam Rp 2.774.000 Per Gram

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 3/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.774.000 per gram...

Sekolah Maung Jabar.(Foto:Istimewa).

Pendaftar Sekolah Maung Jabar Membudak, Sudah 38.458 Orang

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026 di Jawa Barat, membludak. Jumlah pendaftar sudah mencapai 38.458 orang,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.