• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tingkat Kepesertaan BPJS di Kota Bandung Sangat Tinggi

Editor
Jumat, 03 Januari 2025 - 05:05
Puskesmas,Tingkat kepesertaan BPJS

Puskesmas.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Tingkat kepesertaan BPJS di Kota Bandung sangat tinggi oleh karena itu Kota Bandung meraih status Universal Health Coverage dengan Tingkat Kepesertaan 99,62%.

Kota Bandung berhasil mencapai status Universal Health Coverage (UHC) dengan mencatatkan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 99,62%.

RelatedPosts

Kemendag Komit Lindungi Konsumen Marketplace

Kemenperin: Industri Komponen Otomotif Tetap Beroperasi Normal

Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Diisolasi di Sel Khusus

Dari total 2.579.837 penduduk, sebanyak 2.569.985 jiwa kini terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pencapaian ini menjadi langkah besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh warga Kota Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah bukti komitmen pemerintah kota dalam memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh warganya. Namun, Anhar menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan berhenti di sini dan terus fokus untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan.

“Capaian ini membuktikan komitmen kami dalam memastikan seluruh warga Kota Bandung mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Fokus kami ke depan adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan,” ujar Anhar Hadian di Balai Kota Bandung, Kamis, 2 Januari 2024 melalui keterangan resmi.

Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem penjaminan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. UHC memiliki dua elemen utama, yaitu:

Akses Pelayanan Kesehatan yang Adil – Semua warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa diskriminasi.

Perlindungan Risiko Finansial – Mengurangi beban biaya kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

Kepesertaan BPJS Kesehatan mencakup berbagai segmen masyarakat, antara lain:

Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang terdiri dari fakir miskin dan orang tidak mampu.

Penduduk yang Didaftarkan Pemerintah Daerah, yakni warga yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.

Pekerja Penerima Upah (PPU), seperti ASN, pegawai swasta, dan lainnya.

Pekerja Mandiri (PBPU), seperti pekerja di luar hubungan kerja.

Bukan Pekerja (BP), termasuk investor, pensiunan, veteran, dan lainnya.

Saat ini, Kota Bandung bekerja sama dengan 33 rumah sakit dalam program BPJS Kesehatan. Namun, lima rumah sakit belum sepenuhnya terintegrasi untuk layanan UHC, yakni RS Bedah Halmahera Siaga, RSIA Melinda, RSIA Limijati, RSIA Graha Bunda, dan RS Mata BEC.

Selain rumah sakit, Kota Bandung juga memiliki 80 UPTD Puskesmas yang siap melayani masyarakat sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Upaya untuk meningkatkan kerja sama dengan fasilitas kesehatan terus dilakukan. Kami juga mendorong rumah sakit yang belum bergabung agar segera melengkapi proses administrasinya,” tambah Anhar Hadian.

Manfaat dan keunggulan UHC di Kota Bandung antara lain:

Jaminan Pembiayaan Kesehatan untuk seluruh masyarakat.

Kemudahan Akses Layanan Kesehatan di berbagai fasilitas, baik di dalam maupun luar Kota Bandung.

Status Kepesertaan Aktif tanpa masa tunggu 14 hari.

Bantuan Keuangan sebesar 40% dari anggaran UHC yang diberikan oleh Pemprov Jawa Barat.

Dana Kapitasi untuk operasional puskesmas yang mengurangi beban anggaran daerah.

Anhar memastikan bahwa pemerintah Kota Bandung akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warganya.

“Dengan status UHC, kami ingin memastikan tidak hanya akses yang terjamin, tetapi juga mutu pelayanan kesehatan yang terus meningkat,” tutup Anhar Hadian.

Dengan pencapaian ini, Kota Bandung tidak hanya berhasil mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif, tetapi juga menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan yang merata dan terjangkau.

Tags: BPJSkota bandung

Related Posts

perekonomian,transaksi,digital.bank indonesia

Kemendag Komit Lindungi Konsumen Marketplace

Editor
24 Juni 2026

Kemendag telah meminta klarifikasi kepada PT Tokopedia (TikTok Shop by Tokopedia) guna memperoleh penjelasan atas pengaduan konsumen beserta tindak lanjut...

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin: Industri Komponen Otomotif Tetap Beroperasi Normal

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menindaklanjuti pemberitaan yang berkembang terkait dugaan relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam, Menteri Perindustrian,...

Taufik Hidayat (30), pelaku penyekapan dan penganiayaan saat dibawa ke Mapolda Jabar, Selasa (23/06/2026) malam.(Foto:Istimewa).

Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Diisolasi di Sel Khusus

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Taufik Hidayat yang berhasil ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YT, wanita muda berusia...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Rabu 24/6/2026 Antam Rp 2.655.000 Per Gram

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 25/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.655.000 per gram...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sumedang Pertahankan Iklim Investasi Kondusif

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Ragam langkah telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satunya melalui penerapan...

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sumedang Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Kabupaten Sumedang memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Terdapat tiga...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.