• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 10 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Didatangi Prabowo

Editor
Minggu, 10 Mei 2026 - 05:30
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (09/05/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (09/05/2026).(Foto: Setneg)

SATUJABAR, JAKARTA – Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, didatangi Presiden Prabowo Subianto.

Di sana denyut kehidupan nelayan kini mulai berubah. Di kawasan yang dahulu identik dengan keterbatasan fasilitas melaut, berdiri Kampung Nelayan Merah Putih yang membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir. Bukan sekadar deretan bangunan dan fasilitas perikanan, kawasan ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan nyata nelayan mulai dari pembuatan es balok, penyimpanan ikan, hingga dukungan operasional melaut.

RelatedPosts

Korban Tewas Gunung Dukono Ditemukan

Jemur Pakaian di Rooftop Hotel Makkah Terlarang, Ini Penjelasan Kemenhaj

Pencuri Ganjal ATM di Bogor Ditangkap, 41 Kartu ATM Disita

Harapan itu terasa semakin kuat ketika Presiden Prabowo Subianto hadir langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (09/05/2026). Kehadiran Kepala Negara di kawasan pesisir tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

Bagi Suhardi Darisse, tokoh nelayan Leato Selatan yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut, perubahan itu terasa nyata bahkan sejak fasilitas mulai beroperasi. Nelayan yang telah melaut sejak remaja tersebut menuturkan bahwa kebutuhan dasar nelayan kini jauh lebih mudah dijangkau.

“Kami ini sudah merasa terbantu. Terutama es, yang kemarin membutuhkan es masih menggunakan transportasi biaya, ibu. Sekarang enggak, mobilnya di sini diantar dengan kendaraan. Kemudian harganya di bawah yang di kota ada 13 ribu (rupiah) per balok, di sini 6.500 (rupiah). Jadi baru di situ saja bu sudah terbantu kita nelayan,” ujar Suhardi.

Bagi nelayan jaring seperti dirinya, kebutuhan es menjadi sangat vital. Suhardi menjelaskan bahwa setiap malam kapal-kapal nelayan beroperasi dan membutuhkan puluhan balok es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

“Kalau musim ikan bagus, satu unit usaha bisa membutuhkan sampai 50 balok es dalam semalam. Jadi kebutuhan es ini memang sangat besar,” ujarnya.

Optimisme pun tumbuh di tengah masyarakat pesisir Leato Selatan. Suhardi meyakini Kampung Nelayan Merah Putih akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi nelayan di wilayahnya tetapi juga kawasan sekitar.

“Saya sangat optimistis kampung nelayan ini bisa membantu seluruh masyarakat nelayan, baik di Leato Selatan maupun sekitarnya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus Ketua Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan dilakukan langsung oleh koperasi kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Ini memang program Bapak Presiden melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan mengelola Kampung Nelayan Merah Putih tersebut,” kata Abdul Rahman.

Ia menyebut, kawasan tersebut kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan dan kebutuhan nelayan. Mulai dari kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang beku ikan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, hingga tempat perbaikan jaring.

Menurut Abdul Rahman, seluruh anggota pun mulai memanfaatkan fasilitas yang tersedia, terutama pabrik es yang telah beroperasi selama dua bulan terakhir.

“Alhamdulillah nelayan sudah memanfaatkan fasilitas yang ada, terutama es balok untuk kebutuhan melaut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyebut sebelum adanya Kampung Nelayan Merah Putih, para nelayan harus menempuh jarak hingga 8 sampai 10 kilometer hanya untuk membeli es balok maupun bahan bakar.

“Kebetulan sekarang di kawasan ini sudah disediakan pabrik es untuk nelayan melaut,” lanjutnya.

Di tengah semilir angin laut Leato Selatan, Kampung Nelayan Merah Putih kini menjadi lebih dari sekadar pusat aktivitas perikanan. Kawasan ini menghadirkan keyakinan baru bahwa kesejahteraan nelayan dapat dibangun melalui fasilitas yang dekat, akses yang mudah, dan pengelolaan yang dilakukan langsung oleh masyarakat sendiri.

Tags: kampung nelayanKampung Nelayan Merah Putih

Related Posts

Foto : Proses evakuasi jenazah korban erupsi gunung api Dukono oleh tim SAR Gabungan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5). (BPBD Kabupaten Halmahera Utara via BNPB)

Korban Tewas Gunung Dukono Ditemukan

Editor
10 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Korban tewas Gunung Dukono ditemukan Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan. Penemuan satu korban erupsi...

Kepala Seksi Layanan Akomodasi PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Suryo Panilih menjelaskan larangan jemur pakaian di atap hotel.(Foto: Humas Kemenhaj)

Jemur Pakaian di Rooftop Hotel Makkah Terlarang, Ini Penjelasan Kemenhaj

Editor
10 Mei 2026

Jemur pakaian di atap hotel yang dilarang sempat dikeluhkan jemaah. Menurut Kemenhaj, larangan tersebut berkaitan dengan aturan yang berlaku di...

Ilustrasi mesin ATM Bank.(Foto:Istimewa).

Pencuri Ganjal ATM di Bogor Ditangkap, 41 Kartu ATM Disita

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, BOGOR-- Pencuri ganjal ATM di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dari tangan pelaku yang bermodalkan alat tusuk gigi...

Menlu Sugiono di KTT Asean 2026.(Foto: Setkab)

KTT Asean 2026: Bahas Myanmar & Konflik Batas Negara

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, CEBU – KTT Asean 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi kawasan Asia Tenggara dalam...

Jemaah haji Indonesia di musim haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: 117.452 Jemaah Diberangkatkan, 20 Wafat

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, MAKKAH — Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan...

Logo BNPB,kejadian bencana, penanganan bencana

Kejadian Bencana Per 9 Mei 2026 dan Penanganan BNPB

Editor
9 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi dalam periode pemantauan 8 Mei...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.