• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Logam Berat di Teluk Jakarta, Ini Penjelasan BRIN

Editor
Minggu, 10 Mei 2026 - 06:37
Indonesia-OceanX Siap Eksplorasi Laut Dalam Indonesia

Indonesia-OceanX Siap Eksplorasi Laut Dalam Indonesia

SATUJABAR, JAKARTA – Logam berat di Teluk Jakarta terdiri dari seng (Zn), tembaga (Cu), nikel (Ni), timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Hal itu diungkapkan dalam hasil penelitian terbaru dari tim Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Secara umum, konsentrasi logam tersebut ditemukan lebih tinggi di wilayah pesisir yang berdekatan dengan daratan, kawasan padat penduduk, serta area industri. Kondisi ini menunjukkan adanya pengaruh kuat dari aktivitas manusia di darat terhadap kualitas lingkungan laut.

RelatedPosts

Kapolresta Bandung: Kasus Bulying di Telkom University Belum Terima Laporan, Bisa Diproses dan Ditindak

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, Idha Yulia Ikhsani bersama tim peneliti mengungkapkan bahwa melalui analisis menggunakan beberapa indeks lingkungan seperti Enrichment Factor (EF), Geoaccumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Pollution Load Index (PLI), diketahui bahwa seng (Zn) merupakan salah satu logam pencemar yang dominan di Teluk Jakarta. Selain itu, kadar beberapa logam seperti Zn, Pb, dan Cu di sejumlah lokasi juga telah melebihi ambang batas tertentu menurut standar internasional.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem laut, terutama bagi organisme dasar perairan (bentik) yang hidup bersentuhan langsung dengan sedimen,” ucap Idha pada Kamis, (7 Mei 20265) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Idha menerangkan bahwa perairan Teluk Jakarta mengalami tekanan lingkungan yang signifikan akibat aktivitas antropogenik. “Teluk Jakarta merupakan salah satu kawasan pesisir terpenting di Indonesia, baik dari sisi ekonomi, transportasi, perikanan, maupun pemukiman. Namun pesatnya urbanisasi dan industrialisasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah memberikan tekanan besar terhadap kualitas lingkungannya,” katanya.

BACA JUGA: Korban Tewas Gunung Dukono Ditemukan

Menurutnya salah satu indikator tekanan tersebut adalah pencemaran logam berat pada sedimen dasar laut. Sedimen berperan sebagai penyimpan berbagai polutan yang masuk ke perairan. Logam berat yang terbawa dari sungai, limbah domestik, industri, dan aktivitas pelabuhan cenderung mengendap dan terakumulasi di dasar perairan. Karena sifatnya yang sulit terurai, sedimen tercemar dapat menjadi sumber pencemaran jangka panjang dan sewaktu-waktu melepaskan kembali logam berat ke kolom air.

Aktivitas Manusia

Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas manusia di daratan menjadi faktor utama yang mendorong masuknya polutan berbahaya ke wilayah pesisir. Idha mengungkapkan bahwa logam berat di Teluk Jakarta berasal dari berbagai sumber, antara lain aktivitas pelabuhan dan perkapalan, limbah industri, aliran sungai yang membawa limbah domestik perkotaan, limpasan kawasan padat penduduk, serta residu dari aktivitas pertanian. Berbagai sumber tersebut bermuara ke Teluk Jakarta melalui sungai-sungai utama dan akhirnya mengendap di sedimen pesisir.

Lebih lanjut, Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, Lestari yang telah melakukan pemantauan logam berat di Teluk Jakarta, juga menilai tingkat risikonya menggunakan metode Risk Assessment Code (RAC). Metode ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar logam berada dalam bentuk yang mudah terlepas ke lingkungan dan berpotensi masuk ke rantai makanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zn di hampir seluruh stasiun pengamatan memiliki potensi tinggi terserap oleh organisme laut dan masuk ke rantai makanan. Sedangkan Cu dan Pb berada dalam bentuk yang lebih stabil dalam sedimen, sehingga risikonya relatif lebih rendah. Namun, tetap memiliki potensi untuk terserap oleh organisme sehingga perlu mendapat perhatian.

“Logam berat yang terserap dapat terakumulasi dalam tubuh organisme laut, terutama kerang, kepiting, dan biota bentik lainnya. Jika organisme tersebut dikonsumsi manusia secara terus-menerus, logam berat dapat masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” jelasnya.

Risiko Bagi Manusia

Sementara itu, penelitian yang dilakukan periset dari Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Rachma Puspitasari menunjukkan adanya potensi risiko non-karsinogenik bagi manusia, terutama akibat akumulasi kadmium (Cd) dalam jaringan kerang hijau. “Karena itu, pencemaran logam berat tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan pangan masyarakat pesisir dan konsumen hasil laut,” terangnya.

Menurutnya, penanganan pencemaran Teluk Jakarta memerlukan langkah terpadu dari hulu hingga hilir misalnya: pengendalian limbah industri, peningkatan sistem pengolahan air limbah domestik, pengawasan kualitas sungai yang bermuara ke teluk, pemantauan rutin cemaran pada sedimen dan biota laut, edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir serta pengaturan konsumsi hasil laut. Dengan upaya berkelanjutan, kualitas lingkungan Teluk Jakarta diharapkan dapat membaik sehingga tetap mendukung ekosistem laut yang sehat dan sumber pangan yang aman bagi masyarakat.

Tags: BRINLogam beratLogam berat di Teluk Jakarta

Related Posts

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto.(Foto:Istimewa).

Kapolresta Bandung: Kasus Bulying di Telkom University Belum Terima Laporan, Bisa Diproses dan Ditindak

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polresta Bandung, Jawa Barat, belum menerima laporan polisi (LP) terkait kasus perundungan, atau Bulying, sesama mahasiswa yang terjadi di...

Stop Bullying, atau Perundungan.(Foto:Istimewa).

Kasus Bullying di Asrama Kampus Telkom University Bandung, Pelaku di ‘DO’ Rektor Minta Maaf

Editor
12 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Telkom University Bandung, Jawa Barat, menjatuhkan sanksi tegas, melakukan pemecatan, atau drop-out (DO) terhadap mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri, setelah...

Jemaah haji Indonesia turun dari pesawat.(Foto: Humas Kemenhaj)

Serangan ke Bandara Arab Saudi, Kemenhaj Imbau WNI Waspada

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Minggu (11/10). Menurut Menhub Dudy, pengaturan dalam UU LLAJ menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi yang masif digunakan masyarakat saat ini. Aturan yang tengah dibahas adalah melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.(Foto: Kemenhub)

Menhub Dudy: Aturan Ojol Masuk dalam Revisi UU LLAJ

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan peraturan terkait layanan transportasi berbasis aplikasi, termasuk ojek online (ojol), revisi dalam Undang-Undang tentang...

Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono.(Foto: Humas Kemenkes)

Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenkes Tegaskan Kesehatan Jiwa Sangat Penting

Editor
12 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kesehatan...

(Foto: Istimewa)

Hadapi Pekerjaan Kritikal di Tengah Laut, Manajemen Pertamina Patra Niata Kilang Balongan Tegas Ingatkan Aspek Safety

Editor
12 Oktober 2026

INDRAMAYU - Kilang Pertamina Balongan tengah bersiap melaksanakan pekerjaan krusial yang berlokasi di tengah laut, yakni pekerjaan Change Over SPM...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.