• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Telusuri Penyebab Karacunan, Kepala BGN Terjun Langsung ke Cianjur

Editor
Rabu, 23 April 2025 - 05:37
Kepala BGN, Dadan Hindayana, melihat kondisi siswa korban keracunan di rumah sakit.(Foto:Istimewa).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, melihat kondisi siswa korban keracunan di rumah sakit.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, CIANJUR — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terjun langsung ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melihat kondisi siswa yang masih dirawat akibat keracunan seusai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN akan memastikan terkait penyebab keracunan massal yang terjadi di dua sekolah di Kabupaten Cianjur tersebut.

“Rabu, 23 April 2025, saya berangkat ke Cianjur, Jawa Barat, untuk mengecek SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Cianjur, dan menemui anak-anak kita para pelajar, guru, tenaga kesehatan dan saudara lainnya,” ujar Kepala Badan Gizi Nasional ((BGN), Dadan Hindayana, dalam keterangan persnya, Rabu (23/04/2025).

RelatedPosts

Program Restrukturisasi Mesin Kemenperin Dorong Modernisasi Industri Agro

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kabar Duka dari Masjidil Haram, Muadzin Syaikh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani Wafat

Kasus Suap Buka Blokir Hak Guna Bangunan, KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor

Dadan mengatakan, SPPG Cianjur telah beroperasi, sejak 15 Januari 2025. Sebagai Kepala BGN yang bertanggungjawab, akan mencari tahu, sekaligus memastikan terkait penyebab keracunan massal, yang dialami para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI 1 Cianjur. Peristiwa keracunan.di Cianjur, merupakan yang pertama kali terjadi.

“Musibah keracunan ini, adalah kejadian pertama. Terkait penyebabnya, terus kami telusuri dengan teliti,” kata Dadan.

Dadan mengungkapkan, SPPG Cianjur setiap hari memproduksi 2.071 porsi hingga 3.470 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk pemenuhan gizi anak-anak di sembilan sekolah. Sejak beroperasi, peristiwa keracunan pertamakalinya, dan seluruh siswa korban keracunan sudah ditangani.

“Berdasarkan data yang dilaporkan, jumlah siswa yang terdampak (keracunan) seusai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis, yaitu 52 dari total 788 siswa MAN 1. Sedangkan siswa SMP PGRI 1, ada 20 dari 167 Siswa. Semua siswa yang terdampak telah ditangani dengan baik,” ungkap Dadan.

BGN telah menambah satu standar operasional prosedur (SOP) MBG, buntut peristiwa keracunan siswa di Cianjur. SPPG Cianjur diminta membersihkan untuk sisa produksi makanan dalam pelaksanaan program MBG.

“Dari peristiwa (keracunan) ini, Badan Gizi Nasional menambah satu SOP dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Sisa makanan tidak dibersihkan di sekolah, tapi di SPPG,” jelas Dadan.

Dadan menambahkan, beberapa pelatihan tambahan juga akan diberikan, untuk penguatan SDM (sumber daya manusia) di lapangan. SOP tambahan dan pelatihan diluar yang sudah dijalankan, juga untuk mencegah kejadian tidak diharapkan.

Dadan menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur. BGN saat ini dia sedang menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Provinsi Jawa Barat, untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan, yang membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari.

BGN prihatin dan ikut merasakan kekhawatiran para orang tua siswa. Anak-anak adalah masa depan bangsa dan perkembangan kesehatannya menjadi prioritas utama bagi BGN.

“Kami akan memperketat sistem pengawasan, dan pelatihan terhadap seluruh SPPG dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis. Tujuan kami bukan sekadar menyikapi kasus, tapi bagaimana membangun sistem pangan sekolah yang kuat, aman, dan berkelanjutan,” tutup Dadan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Kecamatan Cianjur, telah menghentikan sementara produksi Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul peristiwa keracunan massal siswa di dua sekolah. Keracunan terjadi di MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, seusai korban siswa menyantap makanan dari program MBG.

“Kita tunggu masalah (keracunan) ini selesai. Jadi, kita sementara tidak produksi dulu MBG,” ujar Kepala SPPG Dapur Kecamatan Cianjur, Fakhri Lubis.

Fakhri mengatakan, saat ini sedang dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dari produksi MBG, yang dikonsumsi para siswa di dua sekolah. Hasil uji laboratorium akan memastikan, keracunan tersebut, disebabkan makanan produksi program MBG, atau bukan.(chd)

Tags: Badan Gizi NasionalKeracunan Makan Gratis

Related Posts

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika.(Foto: Dok. Kemenperin)

Program Restrukturisasi Mesin Kemenperin Dorong Modernisasi Industri Agro

Editor
21 September 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor industri agro, khususnya hasil hutan dan...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un: Kabar Duka dari Masjidil Haram, Muadzin Syaikh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani Wafat

Editor
21 September 2026

MAKKAH — Kabar duka menyelimuti umat Islam di seluruh dunia dan pengelola Dua Masjid Suci. Salah satu suara merdu pemandu...

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.(Foto:Istimewa).

Kasus Suap Buka Blokir Hak Guna Bangunan, KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor

Editor
21 September 2026

SATUJABAR, BOGOR--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait kasus suap buka blokir Hak Guna Bangunan (HGB) di Bogor, Jawa...

Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), alim ulama, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, pimpinan pondok pesantren, aparatur pemerintah, serta masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Pemkab dan Forkopimda Kuningan Gelar Salat Istisqa

Editor
21 September 2026

KUNINGAN – Di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama unsur...

Kondisi lahan seluas 5 hektar yang terbakar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Minggu (20/9). (Foto: BPBD Kabupaten Kebumen.)

Kejadian Bencana dan Penanganannya Per 21 September 2026

Editor
21 September 2026

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana dan penanganannya yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat pada...

Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, cek kesiapan personel gabungan Polda Jawa Barat dalam pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.(Foto:Humas Polda Jabar).

Polda Jabar Terjunkan 2.025 Personel Gabungan Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat

Editor
21 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat menerjunkan sebanyak 2.025 personel gabungan, untuk mengamankan perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026, yang digelar di Stadion...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.