SATUJABAR, BANDUNG–Polda Jawa Barat menerjunkan sebanyak 2.025 personel gabungan, untuk mengamankan perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026, yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Pengerahan personel gabungan tersebut, terintegrasi dalam skema pengamanan terpadu, bertajuk ‘Operasi Garuda Bakti 2026’
Menurut Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, sebanyak 2.025 personel gabungan tersebut, disiapkan Polda Jawa Barat, untuk memastikan seluruh rangkaian turnamen FIFA ASEAN Cup 2026, berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Sebanyak 2.025 personel gabungan dipersiapkan Polda Jawa Barat, dalam pelaksanaan gelaran tersebut (FIFA ASEAN Cup 2026). Para personel, terdiri dari 605 personel Polda Jawa Barat, 301 personel Polrestabes Bandung, 1.078 personel Polresta Bandung, serta 41 personel Polres Cimahi,” ujar Reza kepada wartawan, di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (21/09/2026).
Reza mengatakan. Pengerahan personel gabungan, terintegrasi dalam skema pengamanan terpadu bertajuk ‘Operasi Garuda Bakti 2026’. Pengamanannya tidak hanya berfokus di area Stadion Si Jalak Harupat saat laga berlangsung, tetapi juga mencakup kedatangan tim, akomodasi, tempat latihan, perjalanan ke stadion, hingga kepulangan para pemain dan ofisial.
“Polda Jabar bersama jajaran satuan kewilayahan juga telah memetakan sejumlah objek strategis. Jalur pergerakan tim, tempat menginap di hotel, stasiun, area parkir, hingga fasilitas tempat latihan dipastikan mendapat pengawalan dan pengamanan khusus,” kata Reza.
Reza menegaslan, upaya pengamanan di kawasan Stadion Si Jalak Harupat akan dibagi ke dalam beberapa zonasi, mencakup tribun penonton, perimeter, area dalam, hingga pintu akses, dan jalur lalu-lintas di sekitarnya. Strateginya, mulai upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, serta dukungan teknologi yang diterapkan.
Personel Polri juga mendapat dukungan pengamanan lintas instansi, antaralain TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, serta petugas Pemadam Kebakaran. Kolaborasi tersebut untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, mulai kepadatan lalu-lintas, gesekan antarsuporter, masuknya penonton tanpa tiket, upaya penyusupan orang dan barang berbahaya, hingga tindak kriminalitas.
“Mengingat kapasitas Stadion Si Jalak Harupat mencapai 27.122 penonton, rekayasa lalu-lintas serta pengaturan arus kendaraan di sekitar venue akan diterapkan secara situasional. Seluruh masyarakat dan suporter yang akan menyaksikan pertandingan diimbau agar bersama-sama menjaga ketertiban, mematuhi aturan, menjaga sportivitas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Reza.
FIFA ASEAN Cup 2026, akan dimulai sejak 25 September. Pertandingan di Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 25 September-05 Oktober 2026.
Indonesia menjadi tuan rumah untuk Divisi 1, dengan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Grup B digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung Grup A ditempatibIndonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sedangkan Grup B, ditempati Vietnam, Pakistan, Thailand, serta Filipina.







