MAKKAH — Kabar duka menyelimuti umat Islam di seluruh dunia dan pengelola Dua Masjid Suci. Salah satu suara merdu pemandu panggil ibadah di Masjidil Haram, Syaikh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani رحمه الله, dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini, Senin (11 Rabi’ul Akhir 1448 H / 21 September 2026).
Tumbuh dalam Lingkungan Religius
Lahir di kota suci Madinah Munawwarah pada tahun 1397 H, Syaikh Ibrahim Al-Madani dibesarkan dalam keluarga yang taat dan sarat ilmu agama. Pengaruh mendalam dalam perjalanan hidupnya datang dari sang kakek dari pihak ayah, seorang penghafal (hafidz) Al-Qur’an, yang menanamkan kecintaan pada ilmu dan Al-Qur’an sejak Syaikh Ibrahim berusia dini. Ketertarikannya pada ilmu Al-Qur’an ini pula yang membawanya meraih kualifikasi akademis di bidang Studi Al-Qur’an (Qur’anic Studies).
Perjalanan Panjang Mengumandangkan Azan
Langkah awal Syaikh Ibrahim dalam mengumandangkan panggil shalat dimulai di usia yang amat muda, yakni 15 tahun, di masjid lingkungan tempat tinggalnya di Madinah. Bersama tiga orang tetangganya, beliau bertugas secara bergantian mengumandangkan azan hingga menyelesaikan jenjang perguruan tinggi. Sempat terhenti sejenak karena tugas mengajar di luar Kota Madinah, kecintaannya pada azan kembali berlanjut pada tahun 1428 H saat beliau diundang menjadi muadzin di Masjid Al-Maddah.
Perjalanan dan pengabdian panjang tersebut akhirnya membawanya pada kehormatan tertinggi ketika Allah SWT memuliakannya dengan pengangkatan resmi sebagai Muadzin Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah pada tahun 1439 H (2018 M).
Perpaduan Karakter Azan Madinah dan Makkah
Tumbuh besar di Kota Nabi, Syaikh Ibrahim sangat dipengaruhi oleh ritme dan karakter azan khas Madinah (Madinan style). Namun, keindahan lantunan azannya juga diperkaya oleh karakter azan Makkah yang khas (Makkan style). Karakter Makkah ini beliau pelajari saat sering berkunjung ke Makkah bersama sang ayah, di mana beliau berguru dan bersilaturahmi kepada Syaikh Abdul Latif Mulla رحمه الله—mantan Muadzin Masjidil Haram yang juga merupakan sahabat dekat kakeknya.
Doa untuk Almarhum
Kepergian Syaikh Ibrahim Al-Madani meninggalkan duka mendalam bagi jemaah dan umat Islam yang selama bertahun-tahun tersentuh oleh gema suara azannya di pelataran Masjidil Haram.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya yang tak terhingga, mengampuni segala kekhilafannya, mengangkat derajatnya di Jannatul Firdaus, serta membalas setiap gema azan yang dilantunkannya sebagai pemberat timbangan pahala di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Sumber: Inside the Haramain







