• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 Februari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tari Merak Bandung Lahir Jelang KAA 1955

Editor
Jumat, 25 November 2022 - 01:13
tari merak

Tari Merak (bandung.go.id)

BANDUNG: Tari Merak Bandung ternyata lahir bersamaan dengan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 silam.

Tari Merak diciptakan pada tahun 1950-an oleh seniman dan koreografer tari asal Jawa Barat, Raden Tjetje Soemantri.

RelatedPosts

Sambangi Bandung, Ustadz Abdul Somad Ajak Wargi Makmurkan Masjid

Fadli Zon Angkat Taufik Ismail Sebagai Penasihat Menteri Kebudayaan Bidang Sastra

Ketika Petugas Kesehatan Hewan Sasar Kucing-kucing Lucu di Ciumbuleuit

Beliau mengambil gerakan-gerakan indah dari burung merak yang kemudian dijadikan sebuah tarian.

Pada mulanya, penciptaan tarian ini ditujukan untuk menghibur para delegasi KAA dalam acara resepsinya.

Dikutip dari situs Pemkot Bandung, tarian ini mengekpresikan kehidupan burung merak.

Tata cara dan gerakan-gerakan dari kehidupan burung merak ini diangkat ke atas pentas.

Ciri tari merak dapat dilihat dari pakaian yang digunakan oleh para penarinya yaitu pakaian yang motifnya bergambarkan bentuk dan warna bulu-bulu merak.

Ditambah dengan sepasang sayapnya yang juga berlukiskan sayap atau ekor merak yang dipasang di bagian belakang penari.

Ujung sayapnya ditempelkan pada jemari penari sehingga kalau kedua tangannya merentang akan membentuk merak yang sedang melebarkan sayapnya.
Gambaran merak akan lebih jelas lagi dengan mahkota (badong) yang dipasang pada kepala setiap penari.

Tarian ini biasa ditarikan secara rampak, tiga penari atau lebih yang masing-masing memerankan merak betina atau merak jantan.

Iringan lagu gendingnya adalah lagu Macan Ucul. Diantara tarian ciptaan R. Tjetje Somantri mungkin tari merak inilah yang paling terkenal di Indonesia dan di luar negeri nih wargi Bandung!

Sumber: Buku Ragam Cipta oleh Atik Soepandi, S.Kar – Drs. Enip Sukanda P – Drs. Ubun Kubarsah

 

Warisan Budaya Tak Benda

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman kebudayaan yang sangat kaya.

Banyak sekali aneka ragam kebudayaan di Indonesia dan salah satunya adalah  kesenian tari yang sudah menejadi warisan luhur yang wajib dijaga.

Masing-masing daerah di Indonesia memiliki seni tari yang khas.

Salah satunya adalah tari merak, kesenian tari yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat.

Sejak diciptakan, Tari Merak Sunda karya Tjetje hanya dipertunjukkan lima kali.

Pertama dalam rangkaian kegiatan KAA di halaman belakang Gedung Pakuan pada tahun 1955.

Tahun 1955 di Hotel Orient, Bandung.

tahun 1957 dalam rangka menyambut kehadiran Voroshilof, Presiden USSR (Rusia) di Gedung Pakuan.

Di Hotel Savoy Homann tahun1958

Tahun 1958 dalam pertunjukan tari di YPK.

Sepeninggal Raden Tjetje Somantri pada 1963, Irawati Durban sebagai muridnya menyempurnakan tarian itu.

Dia mengolah kembali struktur koreografi tariannya.

Seiring perkembangan zaman, Tari Merak mulai dikenal secara luas.

Tarian merak merupakan tari modern atau kontemporer, dimana setiap gerakan dalam tarian ini diciptakan secara bebas dengan kreasi sendiri.

Tari ini bukan tarian tradisional atau tarian klasik.

Tarian ini terinspirasi dari burung merak dan diadaptasi dari gerak-gerik burung merak jantan dengan pesona bulu-bulu ekornya yang cantik saat memikat merak betina serta mempunyai bulu yang indah, seperti kostum yang dipakai oleh para penarinya.

Biasanya tarian ini dijadikan hiburan atau sambutan kepada tamu di acara besar.

Karena keindahan gerakannya, tarian ini mampu menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara luas.

Gerakan Tari

Gerakan Tari Merak memiliki makna sebagai salah satu perwujudan atas rasa kagum terhadap keindahan burung merak di alam bebas.

Jelasnya tari ini diambil dari perilaku burung merak jantan ketika ingin memikat burung merak betina.

Salah satu gerakan indah yang ditampilkan adalah gerakan burung merak jantan yang memperlihatkan keindahan bulu ekornya.

Setiap penari memiliki peranan masing-masing,, yaitu sebagai merak jantan dan merak betina.

Tari Merak ini biasa ditarikan oleh perempuan dengan mengenakan busana yang sangat glamor, estetis, eksotis, serta komposisi kinestetiknya.

Hal ini menjadikan Tari Merak Sunda memiliki daya pikat tersendiri bagi siapapun yang menari dan menontonnya.

Setiap gerakan penari diiringi oleh musik tradisional bernama gending macan ucul.

Hebatnya lagi, Tari Merak Sunda Kota pada tahun 2020 lalu mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Selain menjadi ikon Kota Bandung, Tari Merak Sunda juga menjadi salah satu ikon budaya khas Jawa Barat yang sudah dikenal hingga mancanegara.

Tags: tari merak

Related Posts

Ustadz Abdul Somad. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Sambangi Bandung, Ustadz Abdul Somad Ajak Wargi Makmurkan Masjid

Editor
24 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Ustadz Abdul Somad mengajak masyarakat Kota Bandung untuk bersama-sama memakmurkan Masjid Raya Bandung (Masjid Alun-alun Bandung) sebagai...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Budayawan Taufik Ismail. (Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan/Vidhy Fellizano Sfinoza)

Fadli Zon Angkat Taufik Ismail Sebagai Penasihat Menteri Kebudayaan Bidang Sastra

Editor
22 Januari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Kebudayaan  RI, Fadli Zon, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penasihat Menteri kepada sejumlah tokoh senior nasional di...

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung kembali menggelar kegiatan Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan) di Kantor Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Selasa 20 Januari 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ketika Petugas Kesehatan Hewan Sasar Kucing-kucing Lucu di Ciumbuleuit

Editor
21 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Selasa 20 Januari 2026, suasana Kantor Kelurahan Ciumbuleuit terlihat sibuk. Bukan saja adanya kerumunan manusia, tetapi juga...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Pagelaran Seni Wanda Sunda di El Hotel Bandung, Sabtu, 17 Januari 2026 malam.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ajakan Wali Kota Bandung Farhan Ajak Warga Jaga Akar Budaya

Editor
19 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merayakan akar kebudayaan Kota...

Suasana rumah sakit atau RSUD Kota Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Cerita Penanganan Medis Abah Ade di RSUD Kota Bandung, Korban Penganiaayaan Bang Jago di Bandung Timur

Editor
15 Januari 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Viral di media sosial seorang kakek bernama Ade Dedi -kerap disapa Abah Ade, tewas setelah mengalami penyiksaan...

Nonton bareng.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Akhir Nobar Persib x Persija yang Berakhir Bahagia Bagi Bobotoh

Editor
12 Januari 2026

Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi antusiasme bobotoh dengan menggelar nonton bareng (nobar) serentak di 30 kecamatan. Langkah ini bukan sekadar agenda...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.