• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 7 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tari Merak Bandung Lahir Jelang KAA 1955

Editor
Jumat, 25 November 2022 - 01:13
tari merak

Tari Merak (bandung.go.id)

BANDUNG: Tari Merak Bandung ternyata lahir bersamaan dengan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 silam.

Tari Merak diciptakan pada tahun 1950-an oleh seniman dan koreografer tari asal Jawa Barat, Raden Tjetje Soemantri.

RelatedPosts

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Beliau mengambil gerakan-gerakan indah dari burung merak yang kemudian dijadikan sebuah tarian.

Pada mulanya, penciptaan tarian ini ditujukan untuk menghibur para delegasi KAA dalam acara resepsinya.

Dikutip dari situs Pemkot Bandung, tarian ini mengekpresikan kehidupan burung merak.

Tata cara dan gerakan-gerakan dari kehidupan burung merak ini diangkat ke atas pentas.

Ciri tari merak dapat dilihat dari pakaian yang digunakan oleh para penarinya yaitu pakaian yang motifnya bergambarkan bentuk dan warna bulu-bulu merak.

Ditambah dengan sepasang sayapnya yang juga berlukiskan sayap atau ekor merak yang dipasang di bagian belakang penari.

Ujung sayapnya ditempelkan pada jemari penari sehingga kalau kedua tangannya merentang akan membentuk merak yang sedang melebarkan sayapnya.
Gambaran merak akan lebih jelas lagi dengan mahkota (badong) yang dipasang pada kepala setiap penari.

Tarian ini biasa ditarikan secara rampak, tiga penari atau lebih yang masing-masing memerankan merak betina atau merak jantan.

Iringan lagu gendingnya adalah lagu Macan Ucul. Diantara tarian ciptaan R. Tjetje Somantri mungkin tari merak inilah yang paling terkenal di Indonesia dan di luar negeri nih wargi Bandung!

Sumber: Buku Ragam Cipta oleh Atik Soepandi, S.Kar – Drs. Enip Sukanda P – Drs. Ubun Kubarsah

 

Warisan Budaya Tak Benda

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman kebudayaan yang sangat kaya.

Banyak sekali aneka ragam kebudayaan di Indonesia dan salah satunya adalah  kesenian tari yang sudah menejadi warisan luhur yang wajib dijaga.

Masing-masing daerah di Indonesia memiliki seni tari yang khas.

Salah satunya adalah tari merak, kesenian tari yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat.

Sejak diciptakan, Tari Merak Sunda karya Tjetje hanya dipertunjukkan lima kali.

Pertama dalam rangkaian kegiatan KAA di halaman belakang Gedung Pakuan pada tahun 1955.

Tahun 1955 di Hotel Orient, Bandung.

tahun 1957 dalam rangka menyambut kehadiran Voroshilof, Presiden USSR (Rusia) di Gedung Pakuan.

Di Hotel Savoy Homann tahun1958

Tahun 1958 dalam pertunjukan tari di YPK.

Sepeninggal Raden Tjetje Somantri pada 1963, Irawati Durban sebagai muridnya menyempurnakan tarian itu.

Dia mengolah kembali struktur koreografi tariannya.

Seiring perkembangan zaman, Tari Merak mulai dikenal secara luas.

Tarian merak merupakan tari modern atau kontemporer, dimana setiap gerakan dalam tarian ini diciptakan secara bebas dengan kreasi sendiri.

Tari ini bukan tarian tradisional atau tarian klasik.

Tarian ini terinspirasi dari burung merak dan diadaptasi dari gerak-gerik burung merak jantan dengan pesona bulu-bulu ekornya yang cantik saat memikat merak betina serta mempunyai bulu yang indah, seperti kostum yang dipakai oleh para penarinya.

Biasanya tarian ini dijadikan hiburan atau sambutan kepada tamu di acara besar.

Karena keindahan gerakannya, tarian ini mampu menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara luas.

Gerakan Tari

Gerakan Tari Merak memiliki makna sebagai salah satu perwujudan atas rasa kagum terhadap keindahan burung merak di alam bebas.

Jelasnya tari ini diambil dari perilaku burung merak jantan ketika ingin memikat burung merak betina.

Salah satu gerakan indah yang ditampilkan adalah gerakan burung merak jantan yang memperlihatkan keindahan bulu ekornya.

Setiap penari memiliki peranan masing-masing,, yaitu sebagai merak jantan dan merak betina.

Tari Merak ini biasa ditarikan oleh perempuan dengan mengenakan busana yang sangat glamor, estetis, eksotis, serta komposisi kinestetiknya.

Hal ini menjadikan Tari Merak Sunda memiliki daya pikat tersendiri bagi siapapun yang menari dan menontonnya.

Setiap gerakan penari diiringi oleh musik tradisional bernama gending macan ucul.

Hebatnya lagi, Tari Merak Sunda Kota pada tahun 2020 lalu mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Selain menjadi ikon Kota Bandung, Tari Merak Sunda juga menjadi salah satu ikon budaya khas Jawa Barat yang sudah dikenal hingga mancanegara.

Tags: tari merak

Related Posts

Kongres Pemuda II yang menjadi salah satu scene terjadinya Sumpah Pemuda.(Foto: Wikipedia)

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Editor
7 Oktober 2026

JAKARTA - Apa yang terjadi pada 28 Oktober 1928 hingga tanggal tersebut dikenang sebagai Hari Sumpah Pemuda? Peristiwa itu bermula...

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.