• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Suhu Rata-rata Naik Akibat Cuaca Ekstrem, Waspadalah!

Editor
Kamis, 01 Februari 2024 - 10:58
Suhu rata-rata naik 1,5 derajat celcius akibat perubahan cuaca ekstrem, kata Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin.

Suhu rata-rata naik 1,5 derajat celcius akibat perubahan cuaca ekstrem, kata Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin. (Pixabay)

SATUJABAR, BANDUNG – Suhu rata-rata naik 1,5 derajat celcius akibat perubahan cuaca ekstrem, kata peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin mengatakan Sejak September hingga saat ini kenaikan suhu rata-rata naik per bulan mencapai 1,5 derajat celcius.

RelatedPosts

3 Juru Parkir di Pasar Induk Caringin Bandung Diserang 1 Tewas 2 Luka Berat, Berawal Dituduh Mencuri

Karhutla di Jabar Sepanjang 2026: 1.109 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla di Gunung Ciremai Kuningan Terkendali, Polisi Usut Penyebab Kebakaran

Perubahan cuaca ekstrim ini dipahami oleh para ekonom global akan berdampak pada penurunan ekonomi global.

“Indonesia saat ini diancam oleh dua hal akibat dari cuaca ekstrim, yaitu kekeringan dan banjir karena hujan ekstrim. Keduanya adalah bentuk yang paling sederhana dari yang akan kita hadapi ketika suhu meningkat secara signifikan,” kata Erma dalam Media Lounge Discussion di Gd. BJ Habibie, Jakarta, pada Rabu (31/01).

Erma mengungkapkan bahwa menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari tahun 2024 Jawa Tengah mengalami 47 kali bencana alam yang 80 persen disebabkan oleh cuaca ekstrim.

“Kalau kita melek cuaca banyak laporan terjadi puting beliung di beberapa daerah, ini salah satu dampak dari cuaca ekstrim. Dengan skala dampak yang luar biasa termasuk yang terjadi di Gedung BRIN Gunung Sindur pada awal Januari yang lalu,” jelasnya dilansir laman brin.go.id.

CONCERN PERUBAHAN IKLIM

Lebih lanjut ia menyampaikan perlunya inisiasi untuk membangun bangsa yang siaga terhadap cuaca, membangun kesadaran masyarakat agar siap dan tanggap pada cuaca.

Perlunya pemerintah untuk membentuk komite cuaca ekstrim, untuk meminimalisir dampak buruk atau korban jiwa yang mungkin terjadi akibat dari cuaca ekstrim ini.

BRIN melakukan kajian perubahan iklim (2021-2050) khusus wilayah Benua Maritim Indonesia (BMI).

Kajian yang menggunakan teknik dynamic downscaling resolusi tinggi dari tim periset BRIN tersebut, menunjukkan kekeringan dan hujan ekstrem mengalami peningkatan signifikan.

“Tujuan kami adalah fokus pada formula yang paling generik atau general yang bisa kita gunakan untuk mengkalkulasi cuaca ekstrim. Kami melihat selama ini masyarakat melihat cuaca ekstrim dampaknya tidak katastropik atau mengancam nyawa dan tidak berdampak luas,” tuturnya.

Menurut Erma riset – riset yang dikaji oleh BRIN adalah untuk mengetahui lebih dalam mekanisme – mekanisme cuaca ekstrim yang ada di Indonesia ketika terjadi perubahan iklim.

PARADIGMA BARU

Ketua Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala Putra pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa saat ini BMKG sedang berupaya untuk mengalihkan paradigma di masyarakat dengan menjadikan informasi cuaca yaitu prediksi atau prakiraan cuaca menjadi kebutuhan informasi sehari – hari.

“Peringatan dini atas cuaca perlu diimbangi dengan kemampuan respon dan kemampuan untuk mengatasinya, maka dari itu masyarakat perlu untuk dibekali dengan kemampuan tersebut. Karena upaya untuk merespon atas ancaman yang timbul dari early warning itu yang masih lemah,” kata Agie.

Tags: BRIN

Related Posts

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

3 Juru Parkir di Pasar Induk Caringin Bandung Diserang 1 Tewas 2 Luka Berat, Berawal Dituduh Mencuri

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi masih memburu para pelaku penyerangan terhadap tiga orang juru parkir di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Jabar Sepanjang 2026: 1.109 Hektare Lahan Terbakar

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Barat mengalami lonjakan sepanjang tahun 2026. Tercatat, total sudah 1.109,25...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Gunung Ciremai Kuningan Terkendali, Polisi Usut Penyebab Kebakaran

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan,...

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Juru Parkir di Pasar Caringin Bandung Diserang Puluhan Orang, 1 Tewas 2 Luka

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Juru parkir biasa beraktivitas di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi sasaran aksi penyerangan puluhan orang....

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon didamping Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf (kiri) dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat Pembukaan Jambore Batik Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Hotel Golden Flower, Bandung, Jawa Barat.(Foto: Dok. Kemenbud)

Menbud Apresiasi Jambore Batik Jawa Barat 2026, Penguatan Ekosistem dan Literasi Batik

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem batik dan integrasi literasi membatik ke dalam kurikulum pendidikan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau bangunan bersejarah eks Bioskop Dian yang berlokasi di Jl. Dalem Kaum No. 58, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat.(Foto: Dok. Kemenbud)

Kunjungi Eks Bioskop Dian, Menbud Dorong Peningkatan Status Cagar Budaya

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau bangunan bersejarah eks Bioskop Dian yang berlokasi di Jl. Dalem Kaum No....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.