• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sadis! Dua Kakak-Beradik di Bawah Umur di Sumedang Disiram Air Keras OTK

Editor
Kamis, 18 Juni 2026 - 12:48
Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah.(Foto:Istimewa).

Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUMEDANG–Dua orang anak di bawah umur di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penyiraman air keras orang tidak dikenal (OTK). Kedua korban yang merupakan kakak-beradik tersebut, salah satunya harus mengalami kerusakan permanen pada mata kirinya.

Tindakan sadis menimpa dua orang anak di bawah umur asal Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Kedua korban berinisial RPF, berusia 9 tahun, dan KSH, berusia 5 tahun, yang merupakan kakak-beradik menjadi korban penyiraman cairan air keras orang tidak dikenal (OTK).

RelatedPosts

Presiden Prabowo Jajal LRT Kelapa Dua – Manggarai Selama 28 Menit

Waspadai Akun WhatsApp Palsu Admin Diskominfo Kuningan

TPA Galuga Akan Olah 1.400 Ton Sampah Jadi Energi 40 MW

Aksi penyiraman kedua korban dalam dua kejadian berbeda. Kedua korban mengalami luka serius, salah satunya harus mengalami kerusakan permanen pada mata kirinya.

Menurut Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, kedua korban saat ini masig perawatan intensif tim media rumah sakit, dengan mendapakan pendampingan. Tim Satreskrim Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku, termasuk motif yang melatarbelakangi tindakan biadadnya.

“Kedua korban masih dalam perawatan intensif tim medis rumah sakit, dengan mendapatkan pendampingan. Kami dari Satreskrim Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku, termasuk mengungkap motif di balik aksi penyiraman tersebut,” ujar Tanwin dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (18/06/2026).

Tanwin mengatakan, proses penyidikan difokuskan dengan melakukan pemeriksaan di lingkungan keluarga korban. Pemeriksaan ditujukan untuk mendapatkan petunjuk, karena kedua korban satu keluarga.

“Proses penyelidikan sementara difokuskan ke lingkungan keluarga. Tujuannya, diharapkan bisa mendapat petunjuk, karena terjadi dua kali terhadap kedua korban dari keluarga yang sama,” kata Tanwin.

Tanwin menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, aksi penyiraman pertama terjadi, pada 12 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Korbannya KSH, saat baru pulang dari rumah kerabatnya di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. Korban disiram cairan air keras saat turun dari kendaraan hendak buang air kecil setelah turun dari kendaraan oleh pelaku yang didiga telah membuntuti.

Sementara kejadian kedua, menimpa kakaknya, RPF, pada 15 Juni 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Korban baru pulang bermain sepak bola, tiba-tiba didekati pelaku diduga orang yang sama, dan langsung menyiramkan cairan air keras.

Serangan pelaku dengan menyiramkan cairan air keras, mengakibatkan kedua korban mengalami luka serius pada tubuh dan area bagian punggung. Bahkan, salah satu korban harus mengalami kerusakan permanen pada bagian mata kirinya.

“Kami terus mendalami untuk bisa segera mengungkap kasusnya. Sejumlah saksi telah diminta keterangan dan barang bukti dikumpulkan, termasuk bukti petunjuk rekaman CCTV untuk memperjelas rangkaian peristiwa,” ungkap Tanwin

Kedua korban telah mendapat menjamin keselamatan dan pemulihan dari rumah aman yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang. Langkah tersebut, agar kedua korban mendapatkan perlindungan, layanan kesehatan, dan pendampingan psikologis selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kami mengimbau, warga yang memiliki informasi terkait kasus tersebut, untuk segera melaporkan kepada kami. Belum penetapan tersangka, karena identitas pelaku masih kami dalami,” tutup Tanwin.

Tags: AKP Tanwin NopiansahDua Kakak-Beradik Disiram Air Keras OTKjawa baratKabupaten SumedangKasatreskrim Polres Sumedangpolres sumedangSatreskrim Polres Sumedang

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto menjajal perjalanan menggunakan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/09/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Jajal LRT Kelapa Dua – Manggarai Selama 28 Menit

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjajal perjalanan menggunakan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/09/2026). Melalui perjalanan tersebut,...

Waspadai penipuan.(Image: Diskominfo Kab. Kuningan)

Waspadai Akun WhatsApp Palsu Admin Diskominfo Kuningan

Editor
17 September 2026

KUNINGAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan mengingatkan operator website desa dan perangkat daerah untuk mewaspadai akun WhatsApp...

Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) di area TPA Galuga. Sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik dengan kapasitas mencapai 15 hingga 40 megawatt (MW).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

TPA Galuga Akan Olah 1.400 Ton Sampah Jadi Energi 40 MW

Editor
17 September 2026

BABAKAN MADANG – TPA Galuga atau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, tidak lagi menjadi lokasi buah...

Bupati Bogor Rudy Susmanto.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Bupati Bogor: 34 Tahun Jadi Tong Sampah, TPAS Galuga Kini Penghasil Energi & Dorong Ekonomi

Editor
17 September 2026

BABAKAN MADANG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengubah wajah TPA Galuga. Setelah puluhan tahun kawasan ini menjadi tempat bermuaranya...

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (baju putih), saat rapat koordinasi dan evaluasi penanganan kebakaran di TPAS Galuga, Rabu (16/9/2026) malam.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

TPAS Galuga: Petugas Masih Siaga Antisipasi Api

Editor
17 September 2026

BOGOR – TPAS Galuga yang sempat membara kini mereda. Meskipun demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menyiagakan personel gabungan di...

Angkutan Kota di Kota Bandung masuk program Angkot Pintar.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekosistem Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

Editor
17 September 2026

BANDUNG – Bandung Angkot Utama dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai salah satu pintu masuk untuk membangun ekosistem ekonomi digital...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.