• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

TPA Galuga Akan Olah 1.400 Ton Sampah Jadi Energi 40 MW

Editor
Kamis, 17 September 2026 - 06:13
Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) di area TPA Galuga. Sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik dengan kapasitas mencapai 15 hingga 40 megawatt (MW).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) di area TPA Galuga. Sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik dengan kapasitas mencapai 15 hingga 40 megawatt (MW).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BABAKAN MADANG – TPA Galuga atau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, tidak lagi menjadi lokasi buah sampah yang memunculkan persoalan lingkungan.

Melalui pembangunan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL), sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik dengan kapasitas mencapai 15 hingga 40 megawatt (MW).

RelatedPosts

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Rute Kelapa Gading–Manggarai

Presiden Prabowo Jajal LRT Kelapa Dua – Manggarai Selama 28 Menit

Waspadai Akun WhatsApp Palsu Admin Diskominfo Kuningan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan fasilitas PSEL Galuga dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah per hari. Sampah tersebut akan menjadi bahan baku untuk menghasilkan energi listrik yang selanjutnya disalurkan melalui mekanisme off-taker PT PLN (Persero).

“PSEL ini untuk 1.500 ton sampah. Dari 1.500 ton sampah itu menghasilkan 15 sampai dengan 40 megawatt,” ujar Teuku Mulya seperti dikabarkan Humas Pemkab Bogor.

Menurutnya, energi listrik yang dihasilkan nantinya akan masuk dalam mekanisme distribusi PLN. Pemanfaatan energi tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pasokan listrik untuk kebutuhan di wilayah sekitar Kabupaten Bogor, khususnya kawasan Bogor Barat.

“Yang mengonsumsi nanti melalui mekanisme off-taker-nya PLN. Nanti PLN yang mendistribusikan, tentunya ke wilayah-wilayah sekitar Bogor Barat,” jelasnya.

Teuku menjelaskan, bahan baku PSEL tidak hanya berasal dari produksi sampah harian Kabupaten Bogor. Tumpukan sampah yang selama ini telah berada di kawasan Galuga juga menjadi bagian dari upaya pengolahan melalui fasilitas tersebut.

“Produksi sampah kita nanti per hari, plus tumpukan sampah yang sudah ada. Jadi nanti akan diolah ataupun dibakar melalui mekanisme PSEL,” katanya.

Pembangunan PSEL Galuga menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah Kabupaten Bogor. Sampah yang selama ini menumpuk di kawasan TPA secara bertahap diarahkan untuk masuk dalam sistem pengolahan yang menghasilkan energi, sehingga pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses penampungan.

Lanjut Teuku, Pemkab Bogor telah menyiapkan berbagai dukungan untuk pembangunan PSEL yang dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada 17 September 2026. Dukungan tersebut mencakup aspek keamanan, lalu lintas, hingga memastikan kondisi kawasan Galuga tetap kondusif pascakebakaran sampah.

“Intinya dalam kondisi sekarang alhamdulillah kondusif dan kita siap untuk melakukan groundbreaking pembangunan PSEL,” tandasnya.

Kehadiran PSEL juga diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Bogor untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern sekaligus menghasilkan manfaat baru berupa energi listrik.

Dengan kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari dan potensi energi hingga 40 MW, Galuga diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam transformasi pengelolaan sampah dan energi di Kabupaten Bogor.

Kemudian, Senior Vice President Stakeholders Relationship Danantara, Dede Firmansyah menegaskan, energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah nantinya akan masuk ke sistem ketenagalistrikan dengan PLN sebagai pihak yang menjadi offtaker. Ketentuan tersebut telah diatur dalam Perpres Nomor 109 termasuk pasokan sampah.

Dede menjelaskan, manfaat pembangunan PSEL bagi pemerintah daerah bukan berupa keuntungan langsung dari penjualan listrik. Nilai tambahnya lebih luas, mulai dari masuknya investasi, penyelesaian persoalan sampah, manfaat lingkungan hingga penciptaan lapangan kerja.

Dengan dimulainya pembangunan PSEL, wajah Galuga perlahan diarahkan berubah. Sampah tidak lagi sekadar dipandang sebagai residu yang harus ditampung, tetapi menjadi bahan baku untuk menghasilkan energi sekaligus membuka peluang investasi, lapangan kerja dan manfaat lingkungan bagi Kabupaten Bogor.

Dari tempat bermuaranya sampah, Galuga kini disiapkan menjadi salah satu titik perubahan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Kabupaten Bogor.

BACA JUGA: TPAS Galuga: Petugas Masih Siaga Antisipasi Api

Tags: kabupaten bogorPSELTPA Galuga

Related Posts

LRT Jakarta.(Foto: Dok. Kemenhub)

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Rute Kelapa Gading–Manggarai

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, meresmikan pengoperasian LRT Jakarta...

Presiden Prabowo Subianto menjajal perjalanan menggunakan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/09/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Jajal LRT Kelapa Dua – Manggarai Selama 28 Menit

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjajal perjalanan menggunakan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/09/2026). Melalui perjalanan tersebut,...

Waspadai penipuan.(Image: Diskominfo Kab. Kuningan)

Waspadai Akun WhatsApp Palsu Admin Diskominfo Kuningan

Editor
17 September 2026

KUNINGAN - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan mengingatkan operator website desa dan perangkat daerah untuk mewaspadai akun WhatsApp...

Bupati Bogor Rudy Susmanto.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Bupati Bogor: 34 Tahun Jadi Tong Sampah, TPAS Galuga Kini Penghasil Energi & Dorong Ekonomi

Editor
17 September 2026

BABAKAN MADANG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengubah wajah TPA Galuga. Setelah puluhan tahun kawasan ini menjadi tempat bermuaranya...

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (baju putih), saat rapat koordinasi dan evaluasi penanganan kebakaran di TPAS Galuga, Rabu (16/9/2026) malam.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

TPAS Galuga: Petugas Masih Siaga Antisipasi Api

Editor
17 September 2026

BOGOR – TPAS Galuga yang sempat membara kini mereda. Meskipun demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menyiagakan personel gabungan di...

Angkutan Kota di Kota Bandung masuk program Angkot Pintar.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekosistem Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

Editor
17 September 2026

BANDUNG – Bandung Angkot Utama dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai salah satu pintu masuk untuk membangun ekosistem ekonomi digital...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.