• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung di Badaya

Editor
Senin, 26 Oktober 2026 - 07:04
Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan Ciparay, Minggu 25 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan Ciparay, Minggu 25 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Lapang Parkir Sarana Olahraga, Gg. Lapang Tennis 81, Babakan Ciparay, Minggu 25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi para seniman sekaligus upaya menjaga keberlangsungan kesenian tradisional yang tumbuh di tengah masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, pentingnya seni sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

RelatedPosts

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Ketika Menbud Fadli Zon Kunjungi Makam Pendiri Kota Bandung

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa

“Sebetulnya, budaya itu masuk ke dalam jiwa kita, masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kita melalui nilai dan norma. Namun, ekspresi yang paling terlihat dari budaya adalah seni. Karena itu, kita harus menghargai seni,” ujar Farhan dilansir bandung.go.id.

Menurutnya, pelestarian budaya perlu didukung dengan ruang yang memungkinkan para seniman terus berkarya dan menampilkan kemampuannya kepada masyarakat.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah menghidupkan kembali Gedung Kesenian Rumentang Siang sebagai ruang pertunjukan seni tradisional. Farhan berencana menghadirkan empat jenis kesenian, yakni wayang golek, jaipongan, pencak silat, dan Kembang Sunda.

“Pokoknya, Rumentang Siang kita penuhi setiap Minggu. Setuju?” ucapnya saat menyampaikan rencana tersebut.

Farhan juga menyebutkan, pertunjukan wayang golek direncanakan berlangsung satu kali setiap bulan. Adapun pertunjukan jaipongan dan Kembang Sunda akan melalui proses seleksi, sementara pencak silat menjadi salah satu kesenian yang turut disiapkan untuk ditampilkan.

Ia meminta jajaran perangkat daerah terkait memperhatikan dukungan anggaran agar upaya menghidupkan ruang pertunjukan tersebut dapat berjalan.

 

Upaya Melestarikan Budaya Sunda

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, Badaya merupakan kegiatan kebudayaan yang bertujuan memperkenalkan, mengapresiasi, dan melestarikan kekayaan seni budaya yang berkembang di masyarakat.

“Kegiatan Badaya kita laksanakan di tiga wilayah. Wilayah Bandung Timur sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Rancasari, kemudian wilayah Bandung Tengah di Kecamatan Sumur Bandung, dan hari ini wilayah Bandung Barat di Kecamatan Babakan Ciparay,” kata Adi.

Menurutnya, pelaksanaan Badaya di sejumlah wilayah memberikan kesempatan untuk mengenali karakteristik dan potensi seni budaya yang berbeda di setiap kawasan Kota Bandung.

Adi berharap kegiatan tersebut dapat diperluas pada tahun mendatang. Ia juga menyebutkan bahwa Badaya berpotensi menjadi bagian dari kalender pariwisata Kota Bandung, sehingga dapat menarik wisatawan sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

“Dengan demikian, Badaya bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus menjadi hiburan bagi warga di sekitarnya,” ujarnya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Badaya juga disampaikan anggota DPRD Kota Bandung Heri Hermawan. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Sunda, terutama karena wilayah Bandung Kulon, Babakan Ciparay, dan Bojongloa Kidul memiliki banyak pelaku seni.

“Ngabudaya ini sangat luar biasa karena merawat budaya Sunda merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Heri.

Ia berharap kegiatan budaya seperti Badaya dapat terus diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman sekaligus dikembangkan menjadi agenda yang mampu menarik kunjungan masyarakat ke Kota Bandung.

“Masih banyak potensi luar biasa di Kota Bandung terkait dengan budaya Sunda. Mari kita lestarikan budaya Sunda karena merawat budaya Sunda merupakan tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Melalui Badaya, Pemkot Bandung mendorong agar seni dan budaya Sunda tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga terus mendapat ruang untuk berkembang, ditampilkan, dan dikenal oleh masyarakat luas.

Tags: badayabudaya sundaFarhanMuhammad Farhan

Related Posts

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya.(Foto: Dok. Kemenbud)

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan ziarah budaya ke Situs Makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II.(Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)

Ketika Menbud Fadli Zon Kunjungi Makam Pendiri Kota Bandung

Editor
25 Oktober 2026

BANDUNG - Makam-makam bersejarah merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang berharga. Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon,...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Kantor Kementerian Kebudayaan, Kamis (22/10/2026).(Foto: Dok. Kemenhaj)

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa

Editor
23 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menjajaki kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk menginisiasi Museum Haji...

(Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Mengawal Eksistensi Keraton dan Kerajaan Nusantara

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Keraton dan kerajaan Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia. Potensi tersebut menjadi...

(Dokumentasi : Kementerian Kebudayaan / Vidhy Fellizano Sfinoza)

Pagelaran Wayang Kulit di Rangkaian Hari Kebudayaan 2026

Editor
18 Oktober 2026

JAKARTA - Wayang Kulit merupakan ekspresi budaya yang telah diakui oleh dunia. Wayang merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang pertama...

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor gelar Pasanggiri Tari Jaipong Rampak dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Bogor, di Gedung Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Sabtu (17/10).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Merawat Warisan Budaya Lewat Lomba Tari Jaipong

Editor
17 Oktober 2026

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat komitmen pelestarian seni dan budaya daerah melalui penyelenggaraan Pasanggiri Tari Jaipong Rampak...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.