JAKARTA – Wayang Kulit merupakan ekspresi budaya yang telah diakui oleh dunia. Wayang merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang pertama kali diinskripsi oleh UNESCO pada tahun 2003. Dalam rangka mewarnai Hari Kebudayaan 2026, Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Senopati Pinilih” oleh Ki Purbo Asmoro yang berlangsung di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan yang jatuh pada tanggal 17 Oktober. “Momen ini diperingati bersamaan dengan lahirnya konsep Bhinneka Tunggal Ika. Lahirnya Bhinneka Tunggal Ika dikuatkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara. Bhinneka Tunggal Ika adalah satu konsep yang bisa menyatukan kita Indonesia,” ungkap Menbud dikutip laman Kemenbud.
Menbud berharap agar ke depan Indonesia dapat terus mempertahankan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya wayang untuk generasi yang akan datang. “Di dalam wayang banyak sekali ekspresi-ekspresi seni budaya yang hadir di dalamnya. Cerita pada malam hari ini adalah Senopati Pinilih, Senopati yang dipilih. Jadi wayang merupakan satu tuntunan. Wayang bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan,” jelas Menbud Fadli.
Wayang merupakan pertunjukan yang di dalamnya terdapat banyak pesan, amanah, akhlak, budi pekerti, dan beragam ekspresi-ekspresi budaya. “Mudah-mudahan kita semua tetap mencintai budaya Indonesia, termasuk mencintai wayang sebagai salah satu ekspresi budaya kita yang adiluhung,” ucap Menbud.
Lakon Senopati Pinilih berarti “Panglima Terpilih”, merupakan lakon carangan dalam dunia pewayangan Jawa yang mengisahkan tentang kepemimpinan, strategi, kesetiaan, serta kemunculan sosok ksatria tangguh yang dipilih demi menyelamatkan negara dari pergolakan. Pertunjukan wayang ini juga dilengkapi dengan terjemahan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Turut hadir dalam pagelaran ini, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Penasihat Menteri Kebudayaan Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana; budayawan Adi Bing Slamet; para perwakilan negara sahabat; budayawan, dan jajaran Kementerian Kebudayaan.
Melalui pertunjukan wayang kulit dalam memeriahkan Hari Kebudayaan 2026, Kementerian Kebudayaan berharap agar bangsa Indonesia terus mencintai budaya Indonesia dan membawa budaya Indonesia semakin hadir dan dikenal di seluruh dunia.







