BANDUNG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek Sunda tetap lestari. Terlebih status pewayangan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) UNESCO. Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya. Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli turut berkunjung ke kediaman alm Abah Asep untuk meninjau proses pembuatan kerajinan wayang golek.
“Wayang sudah menjadi bagian dari Warisan Budaya Takbenda Dunia yang diakui UNESCO. Untuk memastikan wayang golek Sunda terus berkembang, kita harus menjaga keberlanjutan regenerasi dalang sekaligus pengrajinnya, sebab pembuatan wayang dari kayu albasia ini memerlukan keterampilan khusus, ketekunan, hingga kerapian menyungging dan melukis agar karakter seperti Cepot dapat memancarkan auranya yang khas,” ungkap Menbud Fadli melalui keterangan resmi.
Menbud Fadli juga menekankan pentingnya perhatian terhadap rantai proses kreatif pewayangan, mulai dari pemilihan kayu albasia, pembuatan, hingga pementasannya di panggung pertunjukan. Seni tradisional seperti wayang golek memiliki sifat yang sangat interaktif dan komunikatif. Menbud mendorong aktivasi panggung-panggung pertunjukan, mulai dari lingkungan sekolah hingga penyelenggaraan festival seni, sebagai langkah strategis agar generasi muda dapat kembali mengenal dan mencintai kebudayaan mereka sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, para seniman Giri Harja turut menyampaikan aspirasi mengenai perlunya panggung pertunjukan berkala di tingkat sekolah serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan pusat kebudayaan di wilayah Kabupaten Bandung.
Menanggapi hal tersebut, Menbud juga menyampaikan kesiapan Kementerian Kebudayaan untuk memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pelestarian, seperti workshop maupun festival wayang, melalui skema program fasilitasi kebudayaan.
Menteri Kebudayaan turut meninjau langsung gedung Padepokan Seni Giri Harja. Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat direncanakan akan melakukan kajian dan perbaikan sarana prasarana padepokan tersebut agar dapat berfungsi optimal kembali sebagai pusat aktivitas dan pertunjukan seni.
Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kegiatan tersebut yaitu Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Penasihat Menteri Kebudayaan, Putu Supadma; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty.
Kementerian Kebudayaan terus berupaya untuk melestarikan berbagai warisan budaya sebagai bagian pemajuan kebudayaan dan memperkuat ekosistem seni tradisi yang berkelanjutan.







