• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Polda Jabar Bantah Intervensi BAP dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon

Editor
Jumat, 17 Mei 2024 - 04:56
Polda Jabar telah menetapkan Pegi alias Perong, Andi, serta Dani, 3 orang pelaku buron dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon sebagai DPO.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar telah menetapkan Pegi alias Perong, Andi, serta Dani, 3 orang pelaku buron dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon sebagai DPO.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membantah adanya intervensi penyidik dalam proses berita acara pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan Vina Dewi (16) dan Muhammad Rizky alias Eki (16).

Polda Jawa Barat juga telah memastikan kasus pembunuhan pasangan kekasih di Kabupaten Cirebon, pada 27 Agustus 2016 lalu tersebut, tetap bergulir dan upaya pencarian terhadap tiga pelaku yang hingga saat ini masih buron dan sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang), terus dilakukan.

RelatedPosts

Lokasi Tambang Di Garut Langgar Regulasi Ditindak

Bendungan Jatigede: Ribuan Benih Ikan Ditabur

Soto Instan Racikan Siswa Madrasah Manjakan Jemaah Haji

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol. Surawan, menegaskan, tidak ada perubahan berita acara pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan pasangan kekasih, Vina dan Eki.

Menurut Surawan, faktanya bukan perubahan BAP, melainkan pencabutan keterangan para tersangka dalam BAP. Pencabutan keterangan dalam BAP-nya juga bukan atas intervensi, atau di bawah pengaruh penyidik saat itu.

“Sama sekali tidak ada perubahan BAP. Justru yang terjadi, para tersangka sendiri yang mencabut keterangan dalam BAP-nya, baik saat menjalani pemeriksaan saat di Mapolda Jabar, tahun 2016 lalu, maupun saat dalam persidangan,” tegas Surawan, kepada wartawan, Jumat (17/05/2024).

Pernyataan Surawan tersebut sekaligus membantah kecurigaan adanya intervensi Polda Jabar (penyidik) saat proses pemeriksaan para tersangka dalam kasus pembunuhan pasangan, Vina dan Eki.

Hotman Paris

Kecurigaan para tersangka di bawah pengaruh, disampaikan pengacara kondang, Hotman Paris, terkait perubahan BAP dari 8 tersangka yang saat ini sudah menjadi terpidana.

Hotman menyebutkan, kedelapan terpidana menghapus keterangan dalam BAP, soal keterlibatan tiga orang terduga pelaku lain yang saat ini masih buron.

“Dalam BAP, keterangan yang menyebutkan keterlibatan tiga pelaku DPO, dihapus. Keterangan 8 orang tersebut saat diperiksa sebagai tersangka” ujar Hotman dalam keterangan pers, Kamis (16/05/2024).

Hotman bersama keluarga korban kemudian mendesak Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, memerintahkan penyidikan ulang atas kasus pembunuhan Vina dan Eki, yang dinilai sarat kejanggalan karena adanya perubahan BAP dan telah menyita perhatian masyarakat.

“Ini pasti ada pengaruh besar dari oknum aparat di Jawa Barat. Delapan orang tersangka (sudah jadi terpidana) menyatakan ada tiga lagi pelaku saat di-BAP. Tapi pada perkembangannya, kok bisa mereka merubah BAP tersebut. Ada apa di balik ini,” ungkap Hotman.

Hotman menambahkan, sebagai ahli hukum pasti tahu dan orang biasa pun tahu. Sehingga ada apa di balik delapan orang yang tadinya bersama-sama mengakui ada keterlibatan tiga orang pelaku lagi (DPO), tentu itu bukan sebatas ilusi atau karangan semata.

Tetap Bergulir

Polda Jabar telah memastikan kasus pembunuhan terhadap pasangan kekasih Vina dan Eki tetap bergulir dan upaya pencarian tiga pelaku yang masih buron, dan sudah dijadikan DPO, terus dilakukan.

Ketiga orang DPO tersebut, yakni bernama Pegi alias Perong, Andi, serta Dani. Polda Jabar juga telah menyebarluaskan identitasnya, bahkan, Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri juga turut membantu upaya untuk bisa menangkap ketiga DPO tersebut.

Kasus pembunuhan terhadap Vina Dewi dan Muhammad Rizky alias Eki, terjadi pada 27 Agustus 2016, di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kasus Pembunuhan juga disertai tindakan pemerkosaan terhadap korban.

Kedua korban dibunuh secara sadis oleh anggota geng motor. Setelah membunuh korban, para pelaku merekayasa seolah-olah keduanya tewas karena musibah kecelakaan.

Dari total 11 pelaku, polisi baru berhasil menangkap 8 orang. Sementara tiga lainnya berstatus buron dan dinyatakan sebagai DPO hingga saat ini.

Ketiga DPO bernama Dani, Andi, dan Pegi alias Perong, juga belum bisa dipastikan asli atau palsu.

Namun, Polda Jabar telah berusaha menelusurinya melalui sekolah, orangtua, hingga kerabat, untuk bisa memastikan kebenaran identitasn dan keberadaan ketiga orang DPO tersebut.

Tags: Kasus Vina CirebonVina Cirebon

Related Posts

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (kiri), bersama Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi kegiatan usaha pertambangan di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Rabu (3/6/2026).(Foto: Humas Pemkab Garut)

Lokasi Tambang Di Garut Langgar Regulasi Ditindak

Editor
4 Juni 2026

Lokasi tambang di Leles Garut yang tidak mematugi regulasi ditindak tegas dan harus menghentikan semetara operasional pertambangan. SATUJABAR, GARUT -...

Sekda Sumedang Tuti Ruswati disela-sela penaburan benih ikan di Bendungan Jatigede.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Bendungan Jatigede: Ribuan Benih Ikan Ditabur

Editor
4 Juni 2026

Bendungan Jatigede memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kabupaten Sumedang sehingga perlu dijaga terus keberlanjutannya. SATUJABAR, SUMEDANG – Sekretaris Daerah Tuti...

So’ Taw, soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen, ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji.(Foto: Humas Kemenag Kebumen Via Kemenag Pusat)

Soto Instan Racikan Siswa Madrasah Manjakan Jemaah Haji

Editor
4 Juni 2026

Soto instan racikan siswa MAN 2 Kebumen  dengan jenama So’ Taw ikut dibawa ke Makkah dan menjadi pengobat rindu masakan...

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) dengan berbagai kegiatan. Tahun ini, HJB ke-544 mengusung tema “Bogor Nanjeur”.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Warga Kota Bogor Dapat Hadiah Istimewa di HJB ke-544

Editor
4 Juni 2026

Warga Kota Bogor mendapatkan 'hadiah istimewa' saat Hari Jadi Bogor ke-544 berupa sejumlah program yang dikemas dalam tema 'Bogor Nanjeur'....

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Kamis 4/6/2026 Antam Rp 2.759.000 Per Gram

Editor
4 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 4/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.759.000 per gram...

Hari Jadi Bogor 544 menjadi momentum kuat untuk lebih memeratakan lagi pembangunan kata Bupati Bogor Rudy Susmanto yang hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Rabu (3/6).(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Hari Jadi Bogor 544, Bupati Tegaskan Pembangunan Adil & Merata

Editor
4 Juni 2026

SATUJABAR, NANGGUNG – Hari Jadi Bogor 544 menjadi momentum kuat untuk lebih memeratakan lagi pembangunan. Hal itu dikatakan Bupati Bogor...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.