• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 1 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Editor
Senin, 01 Juni 2026 - 06:38
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran Pojok Carita pada Minggu, 31 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran Pojok Carita pada Minggu, 31 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang ekspresi seni.

SATUJABAR, BANDUNG – Kota Bandung kini memiliki galeri yang bisa dimanfaatkan para seniman memamerkan karya-karyanya.

RelatedPosts

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Egalitarianisme Persib dan Kisah Wanita Difabel Pecinta Persib

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran tersebut pada Minggu, 31 Mei 2026.

Farhan menyampaikan apresiasi kepada manajemen Kiara Artha Park yang telah menyediakan ruang bagi para seniman untuk berekspresi dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Sebagai ruang terbuka publik, Kiara Artha Park memang harus menampilkan banyak hal. Tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga menjadi tempat untuk menyampaikan ekspresi seni bagi masyarakat, tidak hanya warga Bandung tetapi juga seluruh Indonesia,” ujar Farhan melalui keterangan resmi Humas Pemkot Bandung.

Menurutnya, kehadiran Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung tetap konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang bagi tumbuh dan berkembangnya berbagai bentuk ekspresi seni.

Farhan menuturkan, Bandung memiliki modal besar sebagai kota seni karena didukung oleh berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi seni, baik seni murni maupun seni terapan.

Dari Bandung pula lahir banyak seniman yang karya-karyanya telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.

“Bandung sebagai kota kreatif tidak boleh berhenti dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya nyeni. Bandung harus terus bergerak dan memberikan ruang bagi kreativitas masyarakat,” katanya.

Ia menilai tema “Ti Alam, Jadi Carita” sangat relevan karena mengangkat inspirasi dari alam yang kemudian diterjemahkan menjadi karya seni yang sarat makna dan cerita.

“Melalui seni, masyarakat dapat mengekspresikan perasaan, meningkatkan literasi budaya, sekaligus membangun dialog. Karena itu, ruang seperti Pojok Carita harus terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Manajemen Kiara Artha Park, Arif Sutyanegara menyampaikan kebanggaannya karena Pojok Carita lahir di kawasan Kiara Artha Park.

Ia berharap galeri tersebut menjadi ruang kolaboratif yang mampu menghubungkan seniman, masyarakat, dan dunia pendidikan.

“Kami berharap Pojok Carita menjadi wadah bagi para seniman Kota Bandung, Jawa Barat, maupun Nusantara untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa seni merupakan bagian penting dari kehidupan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, seniman dan jurnalis Tian Bahtiar mengapresiasi hadirnya Pojok Carita karena memberikan ruang pamer yang ramah bagi para seniman tanpa membebani mereka dengan biaya penyelenggaraan.

“Sebagai pekerja seni, kami membutuhkan ruang untuk menampilkan karya. Di era industri seperti sekarang, kesempatan untuk berpameran tidak selalu mudah. Karena itu kami sangat mengapresiasi hadirnya Pojok Carita,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun dunia digital berkembang pesat, ruang seni fisik tetap memiliki peran penting. Karya seni membutuhkan interaksi langsung antara karya dengan masyarakat yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh media digital.

Selain menghadirkan karya bertema satwa dan lingkungan, Tian juga memperkenalkan berbagai program edukatif bagi anak-anak seperti summer camp, kelas berkebun, melukis gerabah, dan kelas memasak yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan kreativitas sejak dini.

Seniman dan akademisi lainnya, Warli Haryana menyebut kehadiran galeri seni di ruang publik merupakan cita-cita yang telah lama dinantikannya sejak menetap di Bandung pada awal 1990-an.

Menurutnya, keberadaan ruang seni yang terbuka dan inklusif sangat penting untuk mendorong lahirnya generasi kreatif baru. Baginya, seni bukan hanya soal memamerkan karya, tetapi juga menjadi sarana ekspresi diri, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif.

“Galeri ini jangan hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang kolaborasi, edukasi, rekreasi, dan pengembangan industri kreatif. Dengan begitu manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.

Warli juga berharap Pojok Carita dapat menjadi titik temu para seniman dari Bandung, Indonesia, bahkan mancanegara untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman.

Tags: Farhan BandungMuhammad FarhanPojok Caritawali kota bandung

Related Posts

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Editor
29 Mei 2026

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada...

Bonita yang menyandang status difabel yang menurunkan rasa cinta Persib Bandung kepada anak-anaknya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Egalitarianisme Persib dan Kisah Wanita Difabel Pecinta Persib

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Siapun dan dalam kondisi apapun boleh menjadi fans Persib, mencintai klub sepenuh hati. Seperti Bonita yang menyandang...

Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Editor
24 Mei 2026

Dulu, peristiwanya sempat viral. Ribuan ikan dewa mati. Tepatnya sebanyak 1.200 ekor. Peristiwa itu cukup mengejutkan dan mengundang rasa prihatin....

Bupati Sumedang, jajaran Pemkab dan Warga Sumedang nonton bareng Persib vs Persijap Sabtu sore 23 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Ketika Bupati Sumedang Semringah Persib Juara Liga

Editor
24 Mei 2026

Euforia kemenangan menyelimuti halaman parkir di area Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang saat Bupati Sumedang  Dony Ahmad Munir bersama...

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) di Jakarta, Senin (18/5).(Foto: Humas Kemenperin)

MR.DIY Jadi Mitra IKM, Siap Kuasai Ritel Modern

Editor
22 Mei 2026

MR.DIY atau PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen...

Prosesi kembalinya Mahkota Binokasih ke Sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Mahkota Binokasih Kembali Ke Keraton Sumedang Larang

Editor
19 Mei 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Mahkota Binokasih Sanghyang Pake kembali ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5/2026). Prosesi tersebut menjadi puncak perjalanan Kirab...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.