• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pelatihan Pembuatan Angklung: Melestarikan Kearifan Lokal di Tengah Tantangan Zaman

Editor
Sabtu, 04 Januari 2025 - 07:49
Angklung

Angklung (FOTO: Humas Kabupaten Kuningan)

Di Gedung Creative Center, pada Jumat (3/1/2025), suasana penuh semangat memenuhi ruangan. Hari itu, pelatihan pembuatan angklung digelar, sebuah langkah strategis untuk memperkenalkan dan melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Angklung, bukan sekadar alat musik tradisional, namun lebih dari itu, ia adalah cerminan kearifan lokal, kreativitas, dan kecerdasan masyarakat Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sekali lagi, angklung mendapatkan pengakuan dunia saat UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2010. Pengakuan itu bukan hanya penghargaan, tetapi juga penegasan akan pentingnya angklung dalam khazanah kebudayaan dunia. Namun, di balik penghargaan tersebut, ada tantangan besar yang harus dihadapi untuk memastikan pelestarian angklung tetap berjalan dengan baik.

RelatedPosts

Seren Taun 2026 di Cigugur Kuningan, Seribu Pelita Menyala

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

“Saat ini, sebagian besar pengrajin angklung masih terkonsentrasi di Kota Bandung. Padahal, kebutuhan akan alat musik tradisional ini semakin meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya warisan budaya ini,” ujar Sekretaris Daerah Tuti Ruswati, saat membuka pelatihan tersebut.

Tuti menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menjawab tantangan besar dalam melestarikan angklung. Tak hanya untuk mencetak pengrajin-pengrajin baru, pelatihan ini juga bertujuan untuk mendistribusikan sentra-sentra produksi angklung ke berbagai daerah di Jawa Barat. Tuti berharap, dengan hadirnya 40 peserta dari empat kabupaten — Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sumedang — kegiatan ini bisa menumbuhkan ekosistem baru dalam produksi dan pengembangan angklung di masa depan.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting dalam upaya standarisasi pembuatan angklung. Menurut Tuti, keseragaman dalam desain dan pembuatan angklung sangat penting untuk memastikan kualitas yang terjaga. Standarisasi juga akan memudahkan proses pembelajaran dan pengembangan angklung di masa yang akan datang.

“Pelatihan ini adalah kesempatan berharga bagi kita semua. Saya berharap para peserta bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadikan pelatihan ini sebagai bagian dari upaya kita untuk melestarikan warisan budaya bangsa di daerah masing-masing,” kata Tuti dengan penuh harap.

Dengan pelatihan ini, bukan hanya keterampilan dalam pembuatan angklung yang akan berkembang, tetapi juga semangat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang sudah ada sejak lama. Angklung, sebagai simbol keindahan dan keberagaman budaya Indonesia, terus hidup dan tumbuh melalui tangan-tangan para pengrajin baru yang hadir di pelatihan ini.

Sumber: Humas Pemkab Sumedang

Tags: angklungsumedang

Related Posts

Pembukaan Damar Sewu dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.(Foto: humas Pemkab Kuningan)

Seren Taun 2026 di Cigugur Kuningan, Seribu Pelita Menyala

Editor
4 Juni 2026

KUNINGAN – Perlahan cahaya-cahaya kecil mulai menyala di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal di Kel/Kec. Cigugur. Di tengah suasana sakral...

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.(Foto:Istimewa).

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat Indonesia dan pakar entomologi ahli...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran Pojok Carita pada Minggu, 31 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Editor
1 Juni 2026

Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang ekspresi seni. SATUJABAR, BANDUNG...

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Editor
29 Mei 2026

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada...

Bonita yang menyandang status difabel yang menurunkan rasa cinta Persib Bandung kepada anak-anaknya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Egalitarianisme Persib dan Kisah Wanita Difabel Pecinta Persib

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Siapun dan dalam kondisi apapun boleh menjadi fans Persib, mencintai klub sepenuh hati. Seperti Bonita yang menyandang...

Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Editor
24 Mei 2026

Dulu, peristiwanya sempat viral. Ribuan ikan dewa mati. Tepatnya sebanyak 1.200 ekor. Peristiwa itu cukup mengejutkan dan mengundang rasa prihatin....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.