• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 17 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Paseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuningan

Editor
Rabu, 26 Juni 2024 - 10:07
Paseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuningan

Paseban Tri Panca Tunggal yang berdiri sejak tahun 1960 terus berkomitmen untuk merawat dan melestarikan warisan budaya wayang di Kabupaten Kuningan. Hal ini disampaikan oleh Ar. Farid, B.A, MA, PhD, dalam sebuah acara yang bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai keindahan dan keluhuran dalam seni tradisional.

Menurut Ar. Farid, dalam pidatonya, saat ini banyak yang mengapresiasi keindahan seni, namun tidak boleh dilupakan bahwa warisan leluhur, seperti karya wayang, juga mempertahankan aspek keluhuran yang mendalam. “Wayang dari para leluhur merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

RelatedPosts

Guyub Berburu Berkah Ramadan di Acara Rumaksa Manjang Waluya di Garut

Fenomena Bunuh Diri di Pasupati, Pemkot Lakukan Pengawasan dan Siagakan Psikolog

Dari Bilik Produksi Percetakan Al-Qur’an Braille, Semangat Membumikan Al Quran

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Dian menegaskan bahwa Seren Tahun, sebuah perayaan tahunan di Kabupaten Kuningan, adalah bukti konkret dari kerukunan antaragama dan keberagaman budaya. “Kami mengundang semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi tanpa memandang perbedaan, demi memperkuat persatuan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang adiluhung,” katanya.

Lebih lanjut, Ibu Ratu Dewi Kanti menyoroti keberadaan Wayang Kulit corak Gehang Kinatar yang berusia lebih dari 200 tahun. “Wayang ini merupakan satu-satunya peninggalan dari periode tersebut yang masih mempertahankan kualitas aslinya. Keindahan ukiran dan kemampuan wayang ini menarik perhatian banyak pemerhati budaya terkemuka seperti Alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Prof. Mattew Isac Cohen dari Yale University,” paparnya.

Dalam konteks ini, upaya untuk menjaga dan mempromosikan keberlanjutan warisan budaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kuningan dan berbagai pihak terkait. “Pelestarian wayang bukan hanya mempertahankan benda, tetapi juga filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya,” tambah Ibu Ratu.

Acara tersebut diakhiri dengan harapan bersama untuk terus menguatkan kegiatan pelestarian budaya dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas bangsa.

 

Sumber: Pemkab Kuningan

Dalam bentuk berita, informasi dari sumber asli telah disusun dengan mempertahankan esensi dan fokus utama dari pidato serta komentar yang disampaikan oleh para narasumber.

Tags: KuninganPaseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuninganwayang

Related Posts

‎(Foto: Anggana Mulia/ Muhamad Azi Zulhakim/Diskominfo Kab. Garut)

Guyub Berburu Berkah Ramadan di Acara Rumaksa Manjang Waluya di Garut

Editor
15 Maret 2026

GARUT, Selaawi - Dalam rangka menggerakkan perekonomian desa, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar acara Rumaksa Manjang Waluya, yang dilaksanakan di Desa...

Jembatan Pasupati Kota Bandung

Fenomena Bunuh Diri di Pasupati, Pemkot Lakukan Pengawasan dan Siagakan Psikolog

Editor
11 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Dalam beberapa waktu terakhir terdapat kejadian yang sangat mengejutkan di area jalan layang Mochtar Kusumaatmadja atau kerap...

Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Dari Bilik Produksi Percetakan Al-Qur’an Braille, Semangat Membumikan Al Quran

Editor
8 Maret 2026

Di balik hadirnya Al-Qur’an Braille yang dibaca oleh penyandang disabilitas netra, ada proses panjang yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Mulai...

(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Ketika Babah Alun Ngabuburit Bareng Bupati di Alun-Alun Sumedang

Editor
6 Maret 2026

Sore hari di Alun-Alun Sumedang nampak lebih semarak di pertengahan Bulan Ramadan 2026 saat pengusaha yang kerap dijuluki "Raja Jalan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin.(Foto: Humas Kemenbud)

Kepada Menbud, Sultan Cirebon Ungkapkan Kondisi Keraton

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin, di kantor...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Cepot Ngabuburit Geoteater Rancakalong Sumedang Sabtu (21/2/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Meriahnya Cepot Ngabuburit di Geoteater Rancakalong Sumedang

Editor
23 Februari 2026

SATUJABAR, SUMEDANG – Ada kegiatan menarik di Geoteater Rancakalong Sumedang pada Sabtu sore (21/2/2026). Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar acara Ngabuburit...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.