• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 15 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Paseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuningan

Editor
Rabu, 26 Juni 2024 - 10:07
Paseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuningan

Paseban Tri Panca Tunggal yang berdiri sejak tahun 1960 terus berkomitmen untuk merawat dan melestarikan warisan budaya wayang di Kabupaten Kuningan. Hal ini disampaikan oleh Ar. Farid, B.A, MA, PhD, dalam sebuah acara yang bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai keindahan dan keluhuran dalam seni tradisional.

Menurut Ar. Farid, dalam pidatonya, saat ini banyak yang mengapresiasi keindahan seni, namun tidak boleh dilupakan bahwa warisan leluhur, seperti karya wayang, juga mempertahankan aspek keluhuran yang mendalam. “Wayang dari para leluhur merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

RelatedPosts

10 Stasiun Kereta Api di Elevasi Tinggi Masih Beroperasi

Indonesia Pulangkan 30.000 Lebih Benda Budaya dari Belanda

Robinhood, Sapi Bongsor Asal Sumedang Juara Piala Presiden 2026

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Dian menegaskan bahwa Seren Tahun, sebuah perayaan tahunan di Kabupaten Kuningan, adalah bukti konkret dari kerukunan antaragama dan keberagaman budaya. “Kami mengundang semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi tanpa memandang perbedaan, demi memperkuat persatuan dan melestarikan nilai-nilai budaya yang adiluhung,” katanya.

Lebih lanjut, Ibu Ratu Dewi Kanti menyoroti keberadaan Wayang Kulit corak Gehang Kinatar yang berusia lebih dari 200 tahun. “Wayang ini merupakan satu-satunya peninggalan dari periode tersebut yang masih mempertahankan kualitas aslinya. Keindahan ukiran dan kemampuan wayang ini menarik perhatian banyak pemerhati budaya terkemuka seperti Alm. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Prof. Mattew Isac Cohen dari Yale University,” paparnya.

Dalam konteks ini, upaya untuk menjaga dan mempromosikan keberlanjutan warisan budaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kuningan dan berbagai pihak terkait. “Pelestarian wayang bukan hanya mempertahankan benda, tetapi juga filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya,” tambah Ibu Ratu.

Acara tersebut diakhiri dengan harapan bersama untuk terus menguatkan kegiatan pelestarian budaya dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas bangsa.

 

Sumber: Pemkab Kuningan

Dalam bentuk berita, informasi dari sumber asli telah disusun dengan mempertahankan esensi dan fokus utama dari pidato serta komentar yang disampaikan oleh para narasumber.

Tags: KuninganPaseban Tri Panca Tunggal: Menjaga dan Melestarikan Warisan Wayang di Kuninganwayang

Related Posts

Stasiun Nagreg. (Foto: Humas KAI)

10 Stasiun Kereta Api di Elevasi Tinggi Masih Beroperasi

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Perjalanan kereta api di Indonesia melintasi bentang geografis yang beragam. Di Jawa, jalur kereta api menembus kawasan pegunungan...

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10).(Foto: Dok. Kemenbud)

Indonesia Pulangkan 30.000 Lebih Benda Budaya dari Belanda

Editor
13 Oktober 2026

AMSTERDAM — Indonesia berhasil memastikan pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah dari Belanda, yang secara...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan sapi juara bernama Robinhood.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Robinhood, Sapi Bongsor Asal Sumedang Juara Piala Presiden 2026

Editor
13 Oktober 2026

SUMEDANG – Robinhood, sapi asal Tanjungkerta Kabupaten Sumedang dengan pemilik Ace Taryana, menjadi juara di Piala Presiden 2026 beberapa waktu...

Interior rumah Inggit Garnasih.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Rumah Inggit Garnasih, Jejak Sang Proklamator di Bandung

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Sebagai istri Soekarno yang menikah pada tahun 1923, Inggit Ganarsih memainkan peran krusial di balik layar perjuangan sang...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta jajaran mencoba ‘kaulinan barudak’ di PPS, Minggu (11/10/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

‘Kaulinan Barudak’ Hadir Setiap Hari Minggu di PPS

Editor
11 Oktober 2026

SUMEDANG - Warga Sumedang kini memiliki pilihan aktivitas rekreasi bersama keluarga setiap hari Minggu. Berbagai kaulinan barudak atau permainan tradisional...

(Foto: Dok. Kemenbud)

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf: Warisan Perjuangan Antikolonialisme dan Penyebaran Islam Lintas Benua

Editor
11 Oktober 2026

AMSTERDAM - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa warisan intelektual, spiritual, dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari (1626–1699) merupakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.