• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 22 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kemenpar Rilis Data Statistik Pariwisata di 10 DPP

Editor
Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:18
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga merilis data statistik pariwisata 2025 yang mencakup 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).(Foto: Dok. Kemenpar)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga merilis data statistik pariwisata 2025 yang mencakup 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).(Foto: Dok. Kemenpar)

JAKARTA – Kemenpar atau Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga merilis data statistik pariwisata 2025 yang mencakup 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) yang diharapkan bisa menjadi rujukan bagi berbagai pihak dalam merancang pembangunan pariwisata yang semakin efektif, berdampak, dan berdaya saing.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam peluncuran “Infografis Statistik Pariwisata Tahun 2025 di 10 DPP dan 3 DPR”, Jakarta, (20/8/2026).

RelatedPosts

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam peluncuran “Infografis Statistik Pariwisata Tahun 2025 di 10 DPP dan 3 DPR”, Kamis (20/8/2026), mengatakan publikasi tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenpar menyediakan data statistik sektoral yang menggambarkan perkembangan berbagai indikator pariwisata di destinasi prioritas.

“Pembangunan pariwisata yang efektif dan berdaya saing tinggi harus didasarkan pada data yang akurat, lengkap, dan terkini. Data statistik adalah navigasi utama agar setiap rupiah dapat memberikan dampak yang terukur bagi perekonomian masyarakat,” kata Bayu Aji melalui keterangan resminya.

Sebanyak 10 DPP yang tercakup dalam publikasi tersebut meliputi Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Lombok-Gili Tramena, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-Tengger-Semeru, Bangka Belitung, dan Morotai. Sementara tiga DPR meliputi Bali, Greater Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Infografis Statistik Pariwisata Tahun 2025 di 10 DPP dan 3 DPR” disusun oleh Biro Data dan Sistem Informasi Kemenpar melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Publikasi ini menyajikan potret komprehensif mengenai perkembangan pariwisata hingga tingkat destinasi.

Terdapat delapan indikator statistik yang disajikan, meliputi jumlah kunjungan dan rata-rata lama kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), realisasi investasi pariwisata, jumlah tenaga kerja pariwisata, Produk Domestik Regional Bruto sektor akomodasi serta makan dan minum (PDRB akmamin), profil usaha akomodasi dan makan minum, serta profil usaha Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) komersial.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai skala aktivitas pariwisata dan kontribusinya terhadap perekonomian di berbagai destinasi.

Di Destinasi Pariwisata Regeneratif Bali, misalnya, jumlah kunjungan wisman pada 2025 mencapai 7,04 juta dengan rata-rata lama tinggal 9,04 malam. Pada periode yang sama, realisasi investasi pariwisata di Bali tercatat mencapai Rp16,05 triliun.

Sementara di DPR Greater Jakarta, realisasi investasi pariwisata mencapai Rp23,74 triliun dengan jumlah kunjungan wisnus mencapai 293 juta.

Aktivitas wisata yang kuat juga terlihat di sejumlah destinasi prioritas. Di Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, jumlah kunjungan wisnus tercatat mencapai 56,19 juta, sedangkan di Bromo-Tengger-Semeru mencapai 50,89 juta kunjungan.

“Data-data ini tidak hanya menjadi catatan historis, melainkan pijakan kita dalam merancang langkah dan kebijakan yang lebih efektif di tahun-tahun mendatang,” ujar Bayu.

Bayu mengatakan penyusunan publikasi statistik melalui kolaborasi lintas sektor tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan Satu Data Indonesia (SDI) dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral.

Dengan data yang semakin terstandardisasi dan terintegrasi, pemerintah pusat dan daerah diharapkan memiliki rujukan yang sama dalam menyusun perencanaan, menentukan prioritas program, serta mengukur dampak pembangunan pariwisata terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.

“Kolaborasi ini memastikan bahwa data yang disajikan memiliki standardisasi dan menjadi rujukan bersama bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Bayu.

Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kemenpar Nova Arisne menambahkan, peluncuran Infografis Statistik Pariwisata di 10 DPP dan 3 DPR Tahun 2025 merupakan bagian dari upaya Kemenpar memperkuat tata kelola data pariwisata, khususnya dalam menyediakan data yang akurat dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Data memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan pariwisata. Oleh karena itu, penguatan pengelolaan data statistik pariwisata menjadi salah satu hal yang terus kami upayakan,” kata Nova.

Menurut Nova, ketersediaan data yang berkualitas menjadi semakin penting seiring dengan kebutuhan pembangunan pariwisata yang lebih tepat sasaran. Data tidak hanya diperlukan untuk membaca perkembangan sektor, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan mengevaluasi dampak program di setiap destinasi.

Peluncuran infografis statistik tersebut kemudian dirangkai dengan Lokakarya Data Statistik Pariwisata di 10 DPP dan 3 DPR Triwulan I Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan sinkronisasi data antarpemangku kepentingan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi, sekaligus memastikan tersedianya data pariwisata yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan dukungan yang lebih kuat bagi perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan pariwisata,” ujar Nova.

Melalui penguatan tata kelola dan integrasi data, Kemenpar berharap pembangunan pariwisata di berbagai destinasi semakin terukur dan tepat sasaran. Data yang akurat juga diharapkan dapat membantu pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya mengembangkan potensi destinasi sekaligus memperbesar manfaat pariwisata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

BACA JUGA: Gempa Susulan Flores NTT Capai 4.258 Kali

Tags: Kemenpar

Related Posts

Sejumlah orang membagikan masker untuk menekan bahaya asap akibat karhutla. Berdasarkan data Kemenkes per (21/8), tujuh provinsi yang terdampak karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.(Foto: Website Kemenkes

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

Editor
22 Agustus 2026

JAKARTA - Warga terdampak karhutla menembus 3 juta orang di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan...

Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.(Foto: Website BRIN)

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Editor
22 Agustus 2026

TANGERANG SELATAN: Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung...

Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Editor
22 Agustus 2026

Karhutla tercatat seluas 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare...

Kebakaran hutan dan lahan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik Hotspot Turun 56 Persen, Ungkap Kemenhut

Editor
22 Agustus 2026

Titik hotspot turun paling signifikan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di Kalbar turun menjadi 82 titik pada 20 Agustus...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki kolaborasi dengan The Sacred Riana untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia, Jakarta, Rabu (19/8/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

The Sacred Riana Sambangi Kementerian Ekraf, Ada Apa?

Editor
22 Agustus 2026

The Sacred Riana berkeinginan untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.  JAKARTA - Wakil Menteri...

Ilustrasi ASN PPPK.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bagaimana Nasib PPPK Paruh Waktu, Apakah Diperpanjang?

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan masa kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan diperpanjang setelah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.