• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 22 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Editor
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40
Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Karhutla tercatat seluas 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara.

JAKARTA – Sebanyak 12.880 personel gabungan dari berbagai unsur telah terlibat dalam operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang memasuki hari ke-48. Kekuatan tersebut melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), sukarelawan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah daerah, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

RelatedPosts

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Titik Hotspot Turun 56 Persen, Ungkap Kemenhut

Sebagai bagian dari operasi gabungan tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan 758 personel Manggala Agni untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan. Personel tersebut terdiri atas 265 personel di Kalimantan Barat, 208 personel di Kalimantan Tengah, 174 personel di Kalimantan Selatan, dan 111 personel di Kalimantan Timur.

Kekuatan Manggala Agni kembali diperkuat dengan menyiapkan 45 personel tambahan dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan untuk membantu wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Penambahan dilakukan melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO), yakni penugasan personel dari wilayah lain untuk memperkuat operasi di daerah yang membutuhkan.

Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan dukungan udara. Di lapangan, Manggala Agni bersama MPA, sukarelawan, masyarakat, dan unsur tim gabungan terus melakukan pemadaman, pembasahan, serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyala dan menjalar.

Penanganan terutama membutuhkan waktu lebih panjang pada kawasan bergambut, karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pembasahan dan pendinginan belum tuntas. Sementara itu, dukungan udara dilakukan melalui patroli serta water bombing pada lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Sebagai bagian dari rangkaian penanganan karhutla di Kalimantan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga telah dilaksanakan sebanyak 45 kali penerbangan dengan total 45 ton bahan semai. Operasi tersebut dilakukan dengan menyemai bahan pada awan yang memenuhi persyaratan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan dan mendukung upaya pemadaman yang berlangsung di lapangan.

Berdasarkan data sementara lapangan, luas karhutla tercatat 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara. Data tersebut masih terus diperbarui dan diverifikasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.

Memasuki pekan ketujuh operasi, perhatian juga diberikan terhadap kondisi personel yang telah bekerja selama berminggu-minggu di lapangan. Rotasi petugas dilakukan untuk menjaga kondisi fisik, sementara dukungan peralatan, logistik, posko komando, dan layanan kesehatan terus diperkuat.

Pada sejumlah lokasi kebakaran, tim juga membuat sumur bor sementara untuk mendekatkan sumber air dengan titik pemadaman, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air alami.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengatakan penguatan operasi terus dilakukan pada wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif. Pada saat yang sama, kondisi personel menjadi perhatian karena operasi telah berlangsung cukup panjang.

“Operasi belum selesai. Pemadaman darat dan udara terus berjalan, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan panjang. Kami menambah 45 personel Manggala Agni, melakukan rotasi petugas, serta memperkuat sumber air, peralatan, logistik, dan layanan kesehatan,” ujar Yudho.

Ia juga mengapresiasi seluruh unsur yang bekerja bersama dalam penanganan karhutla di Kalimantan.

“Kami mengapresiasi Masyarakat Peduli Api, sukarelawan, TNI, Polri, BPBD, DLHK, pemerintah daerah, dan masyarakat yang sudah berminggu-minggu bekerja bersama Manggala Agni di lapangan. Menjaga Kalimantan dari kebakaran bukan pekerjaan satu institusi,” tegasnya.

Selain pemadaman, patroli pencegahan melalui darat dan udara terus ditingkatkan untuk menemukan potensi kebakaran sedini mungkin. Keterlibatan MPA, sukarelawan, dan masyarakat menjadi penting karena mereka berada dekat dengan wilayah rawan, mengenali kondisi wilayahnya, serta dapat memberikan informasi awal ketika menemukan api maupun asap.

Upaya pencegahan menjadi bagian penting dari operasi agar kebakaran dapat dihentikan sejak awal dan personel tidak terus berpindah dari satu lokasi kebakaran ke lokasi lainnya selama periode rawan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa operasi panjang di Kalimantan bukan hanya tentang jumlah titik api yang berhasil dipadamkan, tetapi juga tentang melindungi masyarakat dan memastikan ribuan personel yang berada di garis depan tetap dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Empat puluh delapan hari operasi menunjukkan beratnya pekerjaan menghadapi karhutla. Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan mencegah api meluas, tetapi kita juga harus menjaga orang-orang yang sudah berminggu-minggu berada di garis depan. Personel perlu dirotasi, kesehatannya dijaga, logistiknya dipastikan, dan kekuatannya ditambah ketika diperlukan,” tegas Januanto.

Ia menambahkan bahwa pencegahan perlu dilakukan bersama-sama oleh seluruh pihak yang berada di wilayah rawan.

“Perusahaan, pengelola kawasan, pemerintah daerah dan desa, serta masyarakat perlu meningkatkan penjagaan. Semakin banyak kebakaran yang bisa kita cegah sejak awal, semakin kecil risiko yang harus ditanggung masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan kemampuan merespons kebakaran sejak dini. Kerja bersama Manggala Agni, MPA, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, sukarelawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga hutan sekaligus melindungi kesehatan, keselamatan, ruang hidup, dan aktivitas masyarakat dari dampak karhutla.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan setiap indikasi api maupun asap agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.

Tags: karhutlaKemenhut

Related Posts

Sejumlah orang membagikan masker untuk menekan bahaya asap akibat karhutla. Berdasarkan data Kemenkes per (21/8), tujuh provinsi yang terdampak karhutla meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.(Foto: Website Kemenkes

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

Editor
22 Agustus 2026

JAKARTA - Warga terdampak karhutla menembus 3 juta orang di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan...

Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.(Foto: Website BRIN)

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Editor
22 Agustus 2026

TANGERANG SELATAN: Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung...

Kebakaran hutan dan lahan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik Hotspot Turun 56 Persen, Ungkap Kemenhut

Editor
22 Agustus 2026

Titik hotspot turun paling signifikan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di Kalbar turun menjadi 82 titik pada 20 Agustus...

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki kolaborasi dengan The Sacred Riana untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia, Jakarta, Rabu (19/8/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif)

The Sacred Riana Sambangi Kementerian Ekraf, Ada Apa?

Editor
22 Agustus 2026

The Sacred Riana berkeinginan untuk membangkitkan kembali industri seni sulap Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.  JAKARTA - Wakil Menteri...

Ilustrasi ASN PPPK.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bagaimana Nasib PPPK Paruh Waktu, Apakah Diperpanjang?

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan masa kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan diperpanjang setelah...

Bandung Great Sale 2026 resmi dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di kawasan Laswi Heritage, Jumat, 21 Agustus 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Great Sale 2026, Ikhtiar Memutarkan Uang

Editor
21 Agustus 2026

BANDUNG - Bandung Great Sale 2026 resmi dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di kawasan Laswi Heritage, Jumat, 21 Agustus...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.