• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Editor
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:48
Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.(Foto: Website BRIN)

Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.(Foto: Website BRIN)

TANGERANG SELATAN: Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.

Kedua prototipe tersebut merupakan wahana udara nirawak dengan struktur ringan. UAV VTOL memanfaatkan komposit serat abaka dan serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang ditambah karbon aktif TKKS, sedangkan UAV quadcopter menggunakan material epoksi yang dipadukan dengan komposit serat abaka dan karbon aktif bambu.

RelatedPosts

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richi Juara Tunggal Putra, Mantap!

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Hira / Jani Juara Ganda Putri

3 Juru Parkir di Pasar Induk Caringin Bandung Diserang 1 Tewas 2 Luka Berat, Berawal Dituduh Mencuri

Hal ini diungkapkan Dosen di Prodi Teknik Penerbangan sekaligus menjabat sebagai Wakil Rektor I di Universitas Nurtanio, Lies Banowati, dalam Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) Talk and Expo 2026 yang berlangsung di Graha Widya Bhakti (GWB) KST B.J. Habibie Serpong, Rabu (19/8).

“UNNUR melakukan kolaborasi riset bersama BRIN, mengembangkan prototipe pesawat nirawak UAV VTOL dengan Maximum Takeoff Weight (MTOW) 5.5 kg, berbahan serat biomass. Selain itu kami juga mengembangkan Quadcopter drone dengan MTOW 3 kg,” ujar Lies seperti dikabarkan Humas BRIN.

Menurutnya, salah satu keunggulan UAV VTOL dan quadcopter terletak pada strukturnya yang ringan. Bobotnya relatif lebih ringan dibandingkan wahana udara nirawak lain yang menggunakan material plastik atau logam.

“Berdasarkan hasil pengujian, serat abaka memiliki densitas yang relatif rendah, yakni sekitar 1 gram per cm³. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan serat karbon sebesar 2,2 gram per cm³ dan aluminium 3,8 gram per cm³, sehingga serat abaka dinilai memiliki karakteristik ringan dan berpotensi diaplikasikan sebagai material struktur UAV,” Lies menjelaskan.

Lebih lanjut Lies mengatakan, ketika dilakukan uji tarik material, serat abaka yang digunakan dalam Quadcopter memiliki kekuatan kurang lebih 111,5 MPa. Dengan demikian, serat ini dapat dijadikan material alternatif sebagai pengganti material konvensional, dan dapat menambah nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kita ingin mengedepankan TKDN melalui pemanfaatan bahan biomassa yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Namun, potensi tersebut hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

UAV VTOL dan quadcopter memiliki beragam potensi pemanfaatan, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Wahana ini dapat digunakan untuk memetakan dan mengidentifikasi keberadaan hama, serta mengukur kadar air dalam tanah.

“Prototipe ini digunakan untuk mapping sekaligus menyemprot hama tanaman, dan juga untuk melihat kadar air di dalam tanah sehingga sangat bermanfaat sekali bagi stakeholder yang ingin mengembangkan perkebunan atau mendirikan perusahaan di bidang pertanian,” Lie memaparkan.

Ia melanjutkan, UAV VTOL dan quadcopter tidak hanya dapat digunakan untuk memetakan lahan pertanian. Wahana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan obat-obatan ke daerah terdampak bencana yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

“Kita juga dapat mendesainnya untuk dropping obat-obatan dan alat medis yang tidak terlalu berat ke daerah yang terdampak bencana. Ke depan, kita juga akan kembangkan untuk mendeteksi sejauh mana keberadaan sesar lembang yang ada di Bandung,” ujarnya.

Peneliti Ahli Madya PRBB, Nidya Chitraningrum, menyampaikan UAV VTOL telah dilengkapi dengan kamera, dan seluruh sistem telah berjalan dengan baik. UAV Fixed Wing ini sudah dilakukan ground test, sistem semua sudah berjalan baik selanjutnya tinggal uji terbang di Lanud Sulaiman Bandung, sedangkan Quadcopter telah dilakukan pengujian dan bisa terbang dengan baik. Baik UAV VTOL maupun Quadcopter memiliki jarak tempuh antara 10 hingga 15 km dengan didukung oleh baterai lithium polymer (LiPo).

“Kita telah melakukan uji coba UAV menggunakan prototipe dengan ukuran wingspan yang berbeda. Dengan baterai LiPo, UAV mampu menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Sementara itu, penggunaan baterai LiPo dengan kapasitas operasi hingga satu jam memungkinkan UAV menempuh jarak lebih dari 15 kilometer,” Nidya mengungkapkan.

Nidya menjelaskan, pengembangan UAV dengan material komposit berbasis serat alam memiliki potensi besar di Indonesia. Ketersediaan biomassa yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan material bernilai tambah.

“Harapannya, prototipe ini dapat dilanjutkan ke tahap hilirisasi. Indonesia memiliki sumber biomassa yang melimpah dan berpotensi dikembangkan menjadi material dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dari sisi perlindungan kekayaan intelektual, Nidya menyebutkan bahwa UAV VTOL berbasis biomassa telah didaftarkan untuk memperoleh paten. Sementara itu, UAV quadcopter telah memperoleh paten pada 2026. Ia berharap kedua teknologi tersebut dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk oleh sektor industri.

“BRIN terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. Teknologi ini juga siap dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Kolaborasi antara UNNUR dan BRIN memberikan dampak yang signifikan bagi kedua pihak. Lies menyampaikan, selain bermanfaat bagi mahasiswa UNNUR yang terlibat, kolaborasi ini juga dapat meningkatkan akreditasi perguruan tinggi.

“Saat ini UNNUR mengarah sebagai kampus berdampak, luarannya tidak hanya berupa jurnal atau paten, tapi harus ada prototipe yang di hilirisasi. Semoga kedepan kita bisa berkolaborasi di bidang biomassa dengan dunia industri,” ujar Lies.

Tags: BRINnurtanioUniversitas Nurtanio

Related Posts

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Richi Juara Tunggal Putra, Mantap!

Editor
25 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak final pada Minggu 25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena, Jl....

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Hira / Jani Juara Ganda Putri

Editor
25 Oktober 2026

KUDUS - Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 memasuki babak final pada Minggu 25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena, Jl....

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

3 Juru Parkir di Pasar Induk Caringin Bandung Diserang 1 Tewas 2 Luka Berat, Berawal Dituduh Mencuri

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi masih memburu para pelaku penyerangan terhadap tiga orang juru parkir di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Jabar Sepanjang 2026: 1.109 Hektare Lahan Terbakar

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Barat mengalami lonjakan sepanjang tahun 2026. Tercatat, total sudah 1.109,25...

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Karhutla di Gunung Ciremai Kuningan Terkendali, Polisi Usut Penyebab Kebakaran

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan,...

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Juru Parkir di Pasar Caringin Bandung Diserang Puluhan Orang, 1 Tewas 2 Luka

Editor
25 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Juru parkir biasa beraktivitas di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi sasaran aksi penyerangan puluhan orang....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.