• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 23 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ikan Dewa Penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Mati Massal, Ada Apa?

Editor
Kamis, 05 Februari 2026 - 09:09
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

SATUJABAR, CIGUGUR – Ikan dewa atau ikan keramat penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Jawa Barat mengalami kematian massal. Tercatat lebih dari 300 ekor ikan telah mengalami kematian.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memastikan penanganan kematian massal ikan dewa (ikan keramat) di Balong Keramat Cigugur dilakukan secara terukur, berbasis data, dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Rabu (4/2/2026).

RelatedPosts

Kasus Penyekapan dan Penganiayaaan Wanita Muda di Bandung, Taufik Hidayat Ditetapkan DPO dan Terus Diburu Polisi

Kolaborasi Strategis FMIPA ITB dan ParagonCorp, Perkuat Ekosistem Riset Indonesia

Ke Jatim, Presiden Prabowo Resmikan Proyek & Hadiri Munas NU

Hal tersebut ditegaskan Dian saat pertemuan bersama  Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PDAM, PDAU, TNGC, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, camat dan lurah setempat, serta tokoh masyarakat.

“Fenomena ini harus ditangani secara serius,  strategis, komprehensif, dan terukur. Kita bertindak berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi. Pertemuan hari ini harus menghasilkan tindakan nyata,” tegas Bupati Dian didampingi Sekda seperti dikabarkan Humas Pemkab Kuningan.

Bupati Dian meminta perangkat daerah terkait segera menyusun dan mengeksekusi langkah lanjutan, di antaranya penyediaan kolam karantina, evaluasi serta normalisasi sirkulasi air masuk dan keluar, serta kajian teknis kemungkinan pengurasan kolam dan pemulihan ekosistem Balong Keramat.

Aspirasi masyarakat, lanjut Dian, akan dikaji lebih lanjut oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Ada Gejala Klinis

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, Dr. A. Taufik Rohman, M.Si, M.Pd menyampaikan, kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh. “Hasil pengamatan di lapangan mencatat jumlah ikan mati mencapai sekitar 305 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala klinis yang ditemukan antara lain ikan tampak lemas dan pasif, terdapat luka kemerahan pada tubuh, insang pucat hingga memutih, serta sisik mudah terlepas. “Pemeriksaan lapangan juga menemukan adanya infestasi cacing jangkar pada kulit, insang, dan rongga mulut ikan,” katanya.

Menurutnya, sebagai langkah penanganan awal, Tim Teknis Diskanak bersama pihak terkait telah melakukan pengangkatan dan pemusnahan ikan mati secara aman, isolasi ikan yang menunjukkan gejala sakit, stabilisasi kualitas air melalui pergantian air bertahap dan penyesuaian pH, pemberian garam krosok dan tumbuhan daun kipahit, serta pompanisasi untuk membantu sirkulasi air.

Adapun rekomendasi lanjutan meliputi pengurasan dan pengeringan kolam untuk memperbaiki kualitas air tercemar, perbaikan sumber air masuk (inlet) dan air keluar (outlet) guna menjaga stabilitas debit air sekaligus sirkulasi alami kolam, pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan melalui pengecekan rutin parameter air, serta pembangunan kolam karantina di sekitar Balong Girang Cigugur.

Perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, Hari, menyebut kondisi ini perlu diposisikan sebagai situasi gawat darurat. “Pengobatan di kolam utama yang luas berpotensi tidak efektif, sehingga diperlukan kolam instalasi darurat untuk isolasi ikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampel ikan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dengan waktu maksimal tiga hari. “Harapan kami hasilnya negatif dari penyakit karantina,” katanya, seraya menekankan pentingnya menjaga nafsu makan ikan dan pemberian pakan berkualitas.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur, Aang, menyampaikan dugaan kematian ikan berkaitan dengan terganggunya ekosistem kolam akibat pendangkalan, tertutupnya sirkulasi air, serta tertimbunnya sumur alami yang selama ini menjadi sumber oksigen dan area berkembang biak ikan.

“Masyarakat berharap Balong Keramat dikembalikan ke fungsi alaminya dan pemulihan dilakukan dengan melibatkan warga,” ujarnya.

Tags: balong keramat cigugurcigugur kuninganikan dewaikan keramat

Related Posts

Taufik Hidayat (30), DPO kasus penyekapan dan penganiayaan berat.(Foto:Istimewa).

Kasus Penyekapan dan Penganiayaaan Wanita Muda di Bandung, Taufik Hidayat Ditetapkan DPO dan Terus Diburu Polisi

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat menetapkan Taufik Hidayat (TH), sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YT, wanita...

ParagonCorp menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB).(Foto: Istimewa)

Kolaborasi Strategis FMIPA ITB dan ParagonCorp, Perkuat Ekosistem Riset Indonesia

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - ParagonCorp menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB)...

Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Setneg)

Ke Jatim, Presiden Prabowo Resmikan Proyek & Hadiri Munas NU

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Jawa Timur dalam rangka kunjungan kerja pada Selasa (23/06/2026). Kunjungan tersebut...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Selasa 23/6/2026 Antam Rp 2.673.000 Per Gram

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Selasa 23/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.673.000 per gram...

Messi Vs Mbappe: Top Skor Piala Dunia Sepanjang Masa.(Image dibuat dengan AI)

Top Skor Piala Dunia Sepanjang Masa, Messi VS Mbappe

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Sejarah baru terukir pada saat Piala Dunia 2026. Legenda Argentina, Lionel Messi, resmi menobatkan dirinya sebagai pencetak...

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026: Prancis Tekuk Iraq 3-0, Mbappe Pepet Messi

Editor
23 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Piala Dunia 2026, Senin 22 Juni 2026 waktu setempat atau Selasa 23 Juni 2026 WIB di Grup...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.