• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 8 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ikan Dewa Penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Mati Massal, Ada Apa?

Editor
Kamis, 05 Februari 2026 - 09:09
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar (kiri), Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan (tengah) dan Sekda Kuningan UU Kusmana meninjau Balong Keramat Cigugur.

SATUJABAR, CIGUGUR – Ikan dewa atau ikan keramat penghuni Balong Keramat Cigugur Kuningan Jawa Barat mengalami kematian massal. Tercatat lebih dari 300 ekor ikan telah mengalami kematian.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memastikan penanganan kematian massal ikan dewa (ikan keramat) di Balong Keramat Cigugur dilakukan secara terukur, berbasis data, dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Rabu (4/2/2026).

RelatedPosts

Jadi Tersangka kasus Penipuan Cek Kosong Rp.3 Miliar, Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Ditahan

Wartawan dan Polisi Gadungan di Sumedang Ditangkap Peras dan Sekap Kurir Paket

Nelayan Indonesia Hanyut Ke Malaysia, KJRI Turun Tangan

Hal tersebut ditegaskan Dian saat pertemuan bersama  Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, PDAM, PDAU, TNGC, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, camat dan lurah setempat, serta tokoh masyarakat.

“Fenomena ini harus ditangani secara serius,  strategis, komprehensif, dan terukur. Kita bertindak berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi. Pertemuan hari ini harus menghasilkan tindakan nyata,” tegas Bupati Dian didampingi Sekda seperti dikabarkan Humas Pemkab Kuningan.

Bupati Dian meminta perangkat daerah terkait segera menyusun dan mengeksekusi langkah lanjutan, di antaranya penyediaan kolam karantina, evaluasi serta normalisasi sirkulasi air masuk dan keluar, serta kajian teknis kemungkinan pengurasan kolam dan pemulihan ekosistem Balong Keramat.

Aspirasi masyarakat, lanjut Dian, akan dikaji lebih lanjut oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Ada Gejala Klinis

Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan, Dr. A. Taufik Rohman, M.Si, M.Pd menyampaikan, kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh. “Hasil pengamatan di lapangan mencatat jumlah ikan mati mencapai sekitar 305 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala klinis yang ditemukan antara lain ikan tampak lemas dan pasif, terdapat luka kemerahan pada tubuh, insang pucat hingga memutih, serta sisik mudah terlepas. “Pemeriksaan lapangan juga menemukan adanya infestasi cacing jangkar pada kulit, insang, dan rongga mulut ikan,” katanya.

Menurutnya, sebagai langkah penanganan awal, Tim Teknis Diskanak bersama pihak terkait telah melakukan pengangkatan dan pemusnahan ikan mati secara aman, isolasi ikan yang menunjukkan gejala sakit, stabilisasi kualitas air melalui pergantian air bertahap dan penyesuaian pH, pemberian garam krosok dan tumbuhan daun kipahit, serta pompanisasi untuk membantu sirkulasi air.

Adapun rekomendasi lanjutan meliputi pengurasan dan pengeringan kolam untuk memperbaiki kualitas air tercemar, perbaikan sumber air masuk (inlet) dan air keluar (outlet) guna menjaga stabilitas debit air sekaligus sirkulasi alami kolam, pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan melalui pengecekan rutin parameter air, serta pembangunan kolam karantina di sekitar Balong Girang Cigugur.

Perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Barat, Hari, menyebut kondisi ini perlu diposisikan sebagai situasi gawat darurat. “Pengobatan di kolam utama yang luas berpotensi tidak efektif, sehingga diperlukan kolam instalasi darurat untuk isolasi ikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampel ikan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dengan waktu maksimal tiga hari. “Harapan kami hasilnya negatif dari penyakit karantina,” katanya, seraya menekankan pentingnya menjaga nafsu makan ikan dan pemberian pakan berkualitas.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur, Aang, menyampaikan dugaan kematian ikan berkaitan dengan terganggunya ekosistem kolam akibat pendangkalan, tertutupnya sirkulasi air, serta tertimbunnya sumur alami yang selama ini menjadi sumber oksigen dan area berkembang biak ikan.

“Masyarakat berharap Balong Keramat dikembalikan ke fungsi alaminya dan pemulihan dilakukan dengan melibatkan warga,” ujarnya.

Tags: balong keramat cigugurcigugur kuninganikan dewaikan keramat

Related Posts

Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara.(Foto:Istimewa).

Jadi Tersangka kasus Penipuan Cek Kosong Rp.3 Miliar, Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Ditahan

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung, berinisial TD, dilaporkan kasus dugaan penipuan cek kosong senilai Rp.3 miliar...

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menunjukan barang bukti disita dari para pelaku.(Foto:Istimewa).

Wartawan dan Polisi Gadungan di Sumedang Ditangkap Peras dan Sekap Kurir Paket

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Polres Sumedang, Jawa Barat, menangkap empat pelaku pemerasan mengaku-ngaku wartawan dan polisi. Korban pemerasan para pelaku adalah kurir paket,...

Nelayan Indonesia hanyut ke Malaysia saat melaut namun kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.(Foto: Kemlu)

Nelayan Indonesia Hanyut Ke Malaysia, KJRI Turun Tangan

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, JOHOR BAHRU MALAYSIA – Nelayan Indonesia hanyut ke Malaysia saat melaut namun kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Konsulat...

Ilustrasi 'Palu' Majelis Hakim Pengadilan.(Foto:Istimewa).

Penjual Mie Ayam Vs Rentenir di Pengadilan, Siapa Menang?

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, SUKABUMI-- Penjual mie ayam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digugat rentenir ke pengadilan. Penjual mie ayam yang sudah bertahun-tahun...

Pengurus PBSI menyampaikan permohonan maaf atas hasil minor tim bulutangkis di Thomas Cup 2026. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh demi atlet bisa bangkit dari kegagalan pada ajang tersebut. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

PBSI Minta Maaf atas Hasil Minor Tim Thomas 2026

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – PBSI minta maaf atas hasil minor tim bulutangkis di Thomas Cup 2026 yang berlangsung akhir April-awal Mei...

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan rerata tertimbang suku bunga Kredit Rupiah pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,76 persen, menurun dibandingkan Februari 2026 sebesar 8,80 persen dan Maret 2025 sebesar 9,20 persen.(Foto: Humas OJK)

Suku Bunga Kredit Masih Turun, Kata OJK

Editor
8 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Suku bunga kredit perbankan menunjukkan tren yang masih menurun, ungkap Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu seiring...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.