BANDUNG – Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 mencapai USD 31,22 miliar atau naik 8,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD 30,97 miliar juga naik 7,97 persen. Demikian juga ekspor migas yang mencapai USD 244,48 juta atau naik 21,97 persen.
Menurut keterangan Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar yang dilansir Senin 2 November 2026, nilai ekspor Jawa Barat September 2026 mencapai USD 3,87 miliar atau naik 18,29 persen dibanding ekspor September 2025. Ekspor nonmigas September 2026 mencapai USD 3,84 miliar atau naik 18,16 persen dibanding September 2025.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-September 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar USD 515,04 juta (21,72 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Karet dan Barang dari Karet sebesar USD 151,32 juta (13,06 persen).
Ekspor nonmigas Januari-September 2026 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu USD 5,28 miliar, disusul Filipina sebesar USD 2,64 miliar dan ke Jepang sebesar USD 2,20 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,67 persen.
Sementara ekspor ke ASEAN sebesar USD 8,08 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar USD 11,67 miliar. Kinerja ekspor sektoral Januari-September 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor. Sektor Migas naik 21,97 persen; Sektor Pertanian naik 19,66 persen dan sektor Industri Pengolahan naik 7,90 persen dan Sektor Pertambangan naik 11,07 persen.







