• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Puskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak Pasien, Dokter Klarifikasi

Editor
Senin, 02 November 2026 - 02:55
Klarifikasi dokter jaga Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengla, atas tuduhan menolak pasien viral di media sosial.(Foto:Istimewa).

Klarifikasi dokter jaga Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengla, atas tuduhan menolak pasien viral di media sosial.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, MAJALENGKA–Heboh di media sosial, rekaman video seorang pasien yang dinarasikan ditolak berobat di Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dokter Puskesmas Banjarujeg langsung angkat bicara, memberikan klarifikasi tuduhan, dengan memastikan tidak ada penolakan pasien.

Rekaman video seorang pasien yang dinarasikan ditolak berobat di Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, beredar luas di media sosial. Rekaman video menyoroti pelayanan puskesmas tersebut, menyita perhatian, komentar, kritikan, dan menyesalkan dari warganet.

RelatedPosts

Kunjungan Wisman ke Jabar September 2026 Turun

Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 Naik 8,06 Persen

Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 Sebesar 2,90 Persen

Dokter Jaga Puskesmas Bantarujeg, dr Tika Ayu, angkat bicara menyikapi tuduhan yang viral di media sosial. Pihak Puskemas Bantarujeg memastikan, tidak ada penolakan terhadap pasien dalam rekaman video yang diunggah ke media sosial.

Dalam klarifikasinya, Dokter Tika Ayu mengatakan, peristiwa terjadi, pada Sabtu 31 Oktober 2026, sekitar pukul 17.45 WIB. Pasien berinisial M, berusia 61 tahun, datang ke puskesmas, dengan diantar keluarganya menggunakan sepeda motor menuju Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Setibanya di lokasi, perawat menyambut pasien dengan kursi roda. Pasien langsung mendapat penanganan medis di Ruang IGD.

Berdasarkan hasil penanganan dan anamnesa medis awal, menunjukkan pasien mengeluhkan batuk berkepanjangan selama lebih dari satu bulan. Batuk disertai mual, pusing, muntah-muntah, keringat dingin di malam hari, serta penurunan berat badan.

“Pasien saat itu langsung dilakukan anamnesa. Hasil pemeriksaan lebih lanjut, tekanan darah pasien menunjukan 172/82 mmHg, denyut jantung 106 kali per menit, frekuensi pernapasan 24 kali per menit, dan saturasi oksigen 96 persen,” ujar Tika, dalam pernyataan klarifikasinya, yang disampaikan pada Minggu, 01 November 2026.

Tika menjelaskan, penanganan awal sempat dilakukan di atas kursi roda, karena alasan kasur pemeriksaan di Ruang IGD saat itu tengah dibersihkan bekas penanganan pasien korban kecelakaan lalu lintas. Dari hasil analisis dokter yang memeriksa, menyimpulkan, pasien diduga mengidap tuberkulosis (TB) paru dan membutuhkan penanganan lanjutan.

Dokter kemudian menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit, untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan dari dokter spesialis. Namun, pihak keluarga menolak rekomendasi rujukan, hingga bersikeras agar pasien dirawat inap di Puskesmas Bantarujeg, karena jarak rumah sakit jauh.

Saat petugas Ruang IGD mengecek ketersediaan tempat tidur, seluruh ruang rawat inap di Puskesmas Bantarujeg dalam kondisi penuh terisi. Bahkan, terdapat dua pasien lain yang sedang mengantre di ruang observasi untuk mendapatkan kamar.

“Keluarga pasien menganggap pihak puskesmas telah berbohong mengenai ketersediaan ruangan rawat inap, yang kamarnya sedang terisi,” jelas Tika.

Pihak keluarga yang tidak bisa terima, kemudian nekat membawa pasien keluar Ruang IGD, dan memindahkannya ke teras puskesmas tanpa sepengetahuan petugas. Saat dokter berupaya mengajak pasien kembali masuk untuk ditenangkan, pihak keluarga menolak dan meluapkan amarahnya hingga merekam pasien menggunakan telepon selular (ponsel) dalam kondisi sudah berada di teras puskesmas.

Puskesmas Minta Maaf
Pihak Puskesmas Bantarujeg juga menyertakan bukti rekaman kamera pengawas, CCTV, yang memperlihatkan alur pelayanan perawatan pasien sejak awal kedatangan. Selain itu, bukti visual ruang rawat inap yang saat kejadian terisi penuh.

“Kami benar-benar tidak memiliki niat sedikit pun untuk menolak pasien, apalagi menelantarkan,” tegas Tika.

Tika juga menyampaikan permohonan maaf atas timbulnya kegaduhan, dan pelayanan Puskesmas Bantarujeg, yang dinilai belum bisa maksimal dan memuaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Majalengka, Agus Suratman, mengonfirmasi, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi langsung. Proses investigasi dengan meminta keterangan kepala puskesmas,

dokter jaga, dan tenaga kesehatan terkait.

“Sudak kita turunkan tim untuk investigasi langsung. Kepala puskesmas, dokter jaga, dan tenaga kesehatan tekait diminta keterangan,” ujar Agus, saat dikonfirmasi wartawan.

Agus mengapresiasi kontrol publik dari media sosial dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi total. Evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majalengka.

Tags: Dokter Klarifikasijawa baratkabupaten majalengkaPuskemas Bantarujeg Majalalengka Dituduh Tolak PasienPuskesmas Bantarujeg

Related Posts

Bandung Good Guide,turis,wisman,wisata,jabar

Kunjungan Wisman ke Jabar September 2026 Turun

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada September 2026 tercatat sebanyak 305 kunjungan, atau turun...

Pelayanan peti kemas di Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 Naik 8,06 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-September 2026 mencapai USD 31,22 miliar atau naik 8,06 persen dibanding periode yang sama tahun...

inflasi september 2022

Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 Sebesar 2,90 Persen

Editor
2 November 2026

BANDUNG – Inflasi Jawa Barat pada Oktober 2026 year on year (y-on-y) sebesar 2,90 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)...

Pesawat jet Garuda Indonesia di Bandara Husein Sastranegara Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Penumpang Angkutan Udara Domestik dan Internasional Turun September 2026

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Penumpang angkutan udara domestik turun 12,81 persen menjadi 4,2 juta orang pada September 2026. Sementara itu penumpang internasional...

sentra keramik

Indeks Harga Produsen Umum 9 Sektor Triwulan III-2026 Naik 1,50 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA- Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan III-2026 naik 1,50 persen terhadap triwulan II-2026 (q-to-q) dan naik...

sumber bahan pangan jagung.(Image: Pixabay)

Luas Panen Jagung Pipilan September 2026 Turun 3,59 Persen

Editor
2 November 2026

JAKARTA - Luas panen jagung pipilan pada September 2026 mencapai 0,21 juta hektare, mengalami penurunan seluas 0,01 juta hektare atau...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.