JAKARTA – Ekspor Indonesia Januari–September 2026 mencapai US$221,23 miliar atau naik 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Demikian menurut keterangan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin 2 November 2026..
Menurut BPS, sejalan dengan total ekspor Indonesia, nilai ekspor nonmigas naik 6,30 persen menjadi US$212,27 miliar. Sementara pada September 2026, ekspor mencapai US$27,59 miliar, naik 11,87 persen dibanding September 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas September 2026 naik 12,39 persen menjadi US$26,64 miliar.
Nilai impor Indonesia Januari–September 2026 mencapai US$210,63 miliar atau naik 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 16,92 persen menjadi US$178,06 miliar. Sementara pada September 2026, impor mencapai US$24,23 miliar, naik 18,41 persen dibandingkan September 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 17,59 persen menjadi US$20,97 miliar.
Neraca perdagangan Indonesia Januari–September 2026 mengalami surplus US$10,61 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$34,21 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$23,60 miliar.







