• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Di Tengah Sorotan Lampu Pagelaran Wayang Golek, Gubernur Dedi Sampaikan Pesan Pemimpin

Editor
Minggu, 27 April 2025 - 07:14
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di pagelaran wayang golek di Sumedang Jum'at malam 25 April 2025.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di pagelaran wayang golek di Sumedang Jum'at malam 25 April 2025.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Di tengah sorotan lampu panggung dan suara gamelan yang mengalun, sosok Gubernur Dedi Mulyadi muncul—bukan dalam balutan pidato resmi, tapi larut dalam suasana budaya bersama para seniman: Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya, Ohang, Ade Batak, dan Mang Radja. Gelak tawa mengalir dari interaksi mereka, tetapi di balik canda, terselip makna-makna besar yang dituturkan dengan bahasa yang membumi.

“Pamingpin téh kudu leber wawanén,” ujar KDM, suaranya lantang namun hangat. Seorang pemimpin, menurutnya, harus punya keberanian sejati—yang tak gampang goyah, tak mudah tunduk oleh tekanan atau rayuan. “Ulah gampil kabawa. Anjeun kudu jujur, tegas, sarta daék nangtayungan rahayat jeung alam.”

RelatedPosts

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

KDM tak hanya bicara idealisme. Ia bicara soal tambang liar yang mengoyak tubuh bumi, tentang pengelolaan alam yang rakus, tanpa tanggung jawab. Ketegasan, katanya, harus hadir bukan sekadar dalam pidato, tapi dalam tindakan. “Pemerintah kudu wani nyegah,” ucapnya.

Tiba-tiba suasana berubah lebih tenang. Ia menyentil fenomena pendidikan zaman sekarang yang kadang kehilangan arah. Studi tour yang mahal, katanya, seringkali membebani orang tua. “Pendidikan téh teu kudu mewah. Anu penting eusi jeung nilaina,” ucap Dedi, mengajak semua kembali ke makna pendidikan yang sejati—sederhana, tapi menyentuh hati dan budi.

Lalu, dengan nada lebih dalam, ia bicara tentang bumi, tentang lingkungan yang mulai rusak, dan manusia yang semakin jauh dari kearifan leluhur. “Mun urang leungit kana ajén kahirupan, moal aya deui karapihan,” katanya lirih. Alam, menurutnya, bukan hanya tanah dan pohon, tapi bagian dari hidup manusia itu sendiri.

Di tengah panggung wayang itu, Dedi mengajak hadirin untuk kembali kepada Pancaniti, ajaran luhur Sunda yang kini mulai terlupakan. Nilai-nilai yang mengajarkan harmoni antara manusia, sesama, dan alam. “Pancaniti téh moal lapuk ku jaman. Urang kudu hirupkeun deui,” tegasnya.

Malam pun terus bergulir, gelak tawa kadang pecah saat Ohang dan kawan-kawan melontarkan candaan khas mereka, namun di sela-selanya, wajah-wajah di antara penonton mulai termenung. Wayang golek malam itu bukan hanya pertunjukan. Ia menjelma menjadi cermin—tentang siapa kita, ke mana kita menuju, dan warisan apa yang hendak kita jaga.

Tags: dedi mulyadigubernur jabarsumedangWayang Golek

Related Posts

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Chairman The Nippon Foundation Yohei Sasakawa mengunjungi Kompleks Kusta Jongaya, RW 04, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (11/7/2026).(Foto: Humas Kemenkes)

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Editor
12 Juli 2026

Kampung Kusta Jongaya dikunjungi menjadi wujud komitmen pemerintah bersama mitra internasional untuk mempercepat eliminasi kusta sekaligus menghapus stigma yang masih...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat