• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 24 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Dari Kantong Kresek Bekas Jadi BBM Setara Dexlite: Inovasi Mengagumkan dari Bank Sampah Banjarnegara

Editor
Jumat, 30 Mei 2025 - 06:58
(Foto: Dok. BRIN)

(Foto: Dok. BRIN)

BANJARNEGARA – Siapa sangka, kantong plastik bekas yang seringkali dianggap tidak berharga lagi, kini dapat diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi yang mendekati Pertamina Dexlite dan bernilai ekonomis sekitar Rp13.600 per liter. Inovasi luar biasa ini terungkap dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (28/5).

 

RelatedPosts

North Hub Genjot Produksi & Serap 8.000 Tenaga Kerja

Ekspor Kakao Naik, Mendag: Perkuat Kolaborasi

Mendag Kunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta

Berawal dari Keprihatinan Sampah Plastik

Adalah Endi Rudianto, Ketua Divisi Produksi Faspol 5.0 – Bank Sampah Banjarnegara (BSB), yang membagikan kisahnya dalam mengelola sampah plastik. Pria berusia 38 tahun asal Banjarnegara ini, bersama rekan-rekannya di BSB, prihatin melihat gunungan sampah plastik di sekitar kediamannya. Mereka awalnya berupaya mengolah sampah plastik menjadi minyak bakar untuk kompor sumbu.

Namun, seiring dengan maraknya promosi kompor gas elpiji oleh pemerintah, penggunaan kompor sumbu mulai ditinggalkan masyarakat. Tak menyerah, pada tahun 2019, pendiri komunitas BSB, Budi Trisno Aji, berhasil menemukan katalis atau zat aditif yang mampu memurnikan olahan sampah plastik menjadi bahan bakar diesel berkualitas tinggi. Endi menamai teknologi ini Fast Pyrolysis 5.0 atau Faspol 5.0, dan BBM yang dihasilkan diberi nama Petasol.

 

Proses Produksi Petasol: Dari Kresek Bekas Menjadi Energi

Endi menjelaskan proses pengolahan sampah plastik menjadi Petasol. “Sampah plastik yang menjadi bahan baku utama berasal dari kantong kresek yang secara ekonomi tidak ada nilainya. Kemudian dibakar sehingga menghasilkan cairan dan gas. Cairan atau minyak bakar tersebut kemudian di-treatment oleh katalis yang kami ciptakan, untuk kemudian dihasilkan Petasol,” tuturnya.

Saat ini, BSB memiliki mesin pengolah sampah berkapasitas 200 kilogram bahan baku sampah plastik yang dapat menghasilkan 170 hingga 180 liter Petasol. “Kami tidak bisa memastikan 1 kilogram bahan baku dapat menghasilkan 1 liter Petasol. Sebagai gambaran, sampah kering bersih dapat menghasilkan 95 persen. Namun, untuk rata-rata sampah kering dan basah menghasilkan 70 hingga 80 persen,” jelas Endi.

Petasol yang dihasilkan BSB selama ini dimanfaatkan untuk mesin-mesin pertanian dan kendaraan bermotor warga sekitar.

 

Edukasi dan Replikasi Teknologi di Seluruh Indonesia

Selain menciptakan Faspol 5.0, BSB juga telah membuat mesin pembakar sampah sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh bank sampah di tempat lain. Endi mengungkapkan, sedikitnya sudah 50 lokasi di Indonesia yang memanfaatkan mesin pembakar sampah serta teknologi Faspol 5.0 hasil inovasinya. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan bagi operator alat.

“Setiap kami mengirim mesin dan teknologi Faspol 5.0, kami lanjutkan dengan pelatihan bagi operatornya, untuk memastikan mesin dapat menghasilkan produk sesuai SOP yang ditetapkan,” papar Endi.

 

Uji Kualitas dan Dukungan BRIN

Terkait upaya menjaga kualitas produk, Endi menyebutkan peran laboratorium BRIN dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dalam memantau kualitas Petasol. “Kami bergabung (kolaborasi) dengan BRIN sejak 2022, terutama untuk uji lab Petasol dan uji termodinamika kendaraan,” ujar Endi.

Menurutnya, keterlibatan BRIN dalam uji kendaraan yang menggunakan Petasol dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih Petasol sebagai bahan bakar kendaraannya. Petasol telah melalui serangkaian uji laboratorium di BRIN dan Lemigas, dengan hasil yang menunjukkan bahwa Petasol memenuhi standar bahan bakar setara minyak solar B0.

Selain itu, merek Petasol sudah memiliki sertifikat Hak Cipta dan nama Faspol juga sudah memiliki tanda daftar Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Uji mutu Petasol juga telah dilakukan di Laboratorium BRIN, Lemigas, dan Universitas Diponegoro.

 

Potensi Ekonomi dan Kemandirian Energi Pedesaan

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN, Tri Martini, menjelaskan nilai ekonomi dari daur ulang sampah plastik yang dikelola BSB. “Harga produksi Petasol per liter sekitar Rp6.160, sedangkan harga jualnya kami rekomendasikan Rp9.700, sehingga diperoleh keuntungan Rp3.540 per liter. Keuntungan yang diperoleh dapat dibagi dua, yaitu untuk pengelola BSB dan masyarakat,” jelas Tri.

“Dari hasil analisis break even point kami, investasi untuk kapasitas mesin 50-100 liter, estimasi kami dapat kembali dalam waktu 1,5 tahun. Selain itu, benefit cost ratio sudah di atas satu dengan revenue cost ratio di atas dua, yang artinya aktivitas ini menguntungkan dan layak untuk dikembangkan,” ungkap Tri.

Namun, Tri menekankan hal yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat berhasil direplikasi di pedesaan untuk membantu para petani dan nelayan menyediakan BBM bagi peralatan mereka sehari-hari.

“Kondisi ini jika terus berlanjut, dapat menciptakan kemandirian energi di pedesaan yang ujungnya mendukung kemandirian pangan sebagai cita-cita kita semua,” pungkasnya.

Sumber: BRIN

Tags: bank sampahBRINSolar

Related Posts

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memaparkan aksi korporasi North Hub Development.(Foto: Humas ESDM)

North Hub Genjot Produksi & Serap 8.000 Tenaga Kerja

Editor
24 Juli 2026

North Hub Development Project menelan investasi US$11,8 miliar menargetkan produksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat pada kuartal IV...

Biji kakao,harga referensi kakao

Ekspor Kakao Naik, Mendag: Perkuat Kolaborasi

Editor
24 Juli 2026

Ekspor kakao Indonesia pada 2025 sebesar USD 3,60 miliar, naik tiga kali lipat bila dibandingkan dengan 2021 yang sebesar USD...

Mendag Kunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di Yogyakarta, Kamis 23 Jul 2026....

Rumah Sayur Kuningan.(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Rumah Sayur Kuningan, Bupati: Dorong Ekonomi Petani

Editor
24 Juli 2026

Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. SATUJABAR, KUNINGAN -...

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i dalam konferensi pers peluncuran aplikasi AMAN.(Foto: Humas Kemenhaj)

Kemenag Luncurkan Aplikasi AMAN, Tangkal Perundungan dan Kekerasan Seksual

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama membuka akses pelaporan dugaan kekerasan melalui Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan (AMAN). Melalui aplikasi yang dapat...

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Humas Kemenhaj)

Wamenhaj: Integritas dan Meritokrasi Fondasi Budaya Baru

Editor
24 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Wamenhaj atau Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas dan meritokrasi menjadi fondasi utama...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat