• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 22 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Cagub Dedi: Filosofi Sunda Ungkap Kecintaan Terhadap Rasulullah SAW

Editor
Minggu, 27 Oktober 2024 - 08:18
Cagub Jabar Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri undangan konsolidasi kemenangan di DPD Golkar Jabar. (Dok. Istimewa)

Cagub Jabar Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri undangan konsolidasi kemenangan di DPD Golkar Jabar. (Dok. Istimewa)

Nilai-nilai tradisi masyarakat Sunda sehari-hari memiliki makna tersendiri, menjunjung tinggi dan rasa hormat kepada sesama.

SATUJABAR, BANDUNG — Masyarakat Sunda selalu mengedepankan harmoni, keseimbangan, dan keselarasan. Termasuk dalam tata cara menyelesaikan berbagai persoalan jika terjadi konflik atau perbedaan pandangan.

RelatedPosts

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Sebagai bangsa relijius, sejak Islam masuk ke Tanah Pasundan, orang Sunda pun mengungkapkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai pusat nilai dari Islam yang dipeluk dan diyakini mayoritas masyarakat di Jawa Barat.

Filosofi orang Sunda dikaitkan dengan Islam dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW diungkapkan calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di hadapan para Anggota DPRD Kota/Kabupaten yang digelar oleh DPD Golkar, Jawa Barat, dan diunggah dalam video Instagram @kangdedimulyadi, akhir pekan.

Dedi mengungkapkan, bagaimana Sunda adalah entitas masyarakat relijius yang didasari nilai-nilai adiluhung, penuh dengan kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Cabug Jabar 2024 ini membeberkan sejumlah wujud kecintaan orang Sunda terhadap Rasulullah SAW. “Semua bisa tercermin dalam ekspresi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dedi yang berpasangan dengan Erwan Setiawan melalui pasangan DERMAWAN mengatakan, wujud kecintaan orang Sunda kepada Nabi Muhammad SAW, salah satunya pada saat pelaksanaan ibadah Salat. “Dimana letak kecintaa terhadap Rasulullah? Orang Sunda sangat rajin ketika Salat berkirim Fatihah ‘Illa Hadhorotin Nabiyyil Musthofa Wasalam Al Fatihah’,” ucap dia.

Mantan Bupati Purwakarta menembahkan, kecintaan terhadap Rasulullah SAW ada yang tidak diungkapkan secara langsung. Akan tetapi, hal itu tergambar pada wujud nyata dalam praktik kehidupan keseharian dan kini telah menjadi bagian ada istiadat.

Wujud kecintaan orang Sunda terhadap Nabi Muhammad SAW, kata dia, bisa terlihat dalam tradisi Tawassul, yang kini banyak dilakukan masyarakat Jawa Barat, khususnya dari saudara di Nahdlatul Ulama (NU).

“Orang itu kan boleh berkeyakinan, dan tidak boleh kita ini mengkoreksi keyakinan orang lain,” tegas Dedi Mulyadi.

Tidak cukup sampai disitu, Dedi menilai, penyebutan diksi ‘Kanjeng Nabi’ yang kerap diucapkan oleh banyak kalangan masyarakat Sunda hingga kini adalah wujud penempatan tahta tertinggi terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Dalam tradisi orang sunda itu sampai meletakkan ke Kanjeng Nabi. Sama Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasalam orang Sunda itu tidak pernah nyebut nabi. Saking hormatnya, cukup Kanjeng Rasul. Tidak menyebut Rasul cukup Kanjeng,” tambahnya.

Nilai tradisi

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, nilai-nilai tradisi masyarakat Sunda sehari-hari yang memiliki makna tersendiri, menjunjung tinggi dan rasa hormat kepada sesama. “Orang sunda itu selalu pakai Dampal (tatakan), Gamparan Juragan Abdu Nuun, Gamparan Juragan, Gamparan itu tatakan,” ujarnya.

Jadi, tradisi Sunda itu kalau nyuguhin air pakai tatakan, karena itu tradisi rasa hormat. Sudah pakai tatakan kemudian pakai baki. “Betapa hormatnya, itu peradaban tingkat tinggi, itu kesalehan dan warisan leluhur kita dan harus diyakini kita bangsa saleh,” ujar Dedi

Menurutnya, Jawa Barat atau Sunda merupakan bangsa yang saleh, tidak ada sejarah peperangan, menjajah wilayah lain. Tetapi, lebih mengedepankan harmoni karena merasa Tanah Pasundan telah memberi kemakmuran dan kebahagiaan.

“Di Sunda tidak ada sejarahnya bunuh-bunuhan, enggak ada, orang Sunda tidak pernah berperang, tidak pernah. Orang Sunda tidak pernah mengekspansi orang wilayah orang lain, tidak pernah, teu pernah ngagarong (mencuri), tidak pernah merampok, hidupnya diam karena dia merasa sudah makmur di negerinya sendiri. Ngahenang-Ngahening,” tandasnya. (yul)

Tags: dedi mulyadiorang sundasilosofi sunda

Related Posts

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang berlangsung pada 21-23 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).(Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer....

Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima audiensi manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).(Foto: Humas Kemendag)

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Editor
21 Juli 2026

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia...

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan operasional PT Samwon Busana Indonesia.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan pria tersebut, karena diduga...

Danau Toba. (Foto: Kemlu)

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Editor
21 Juli 2026

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda pada setiap periode. SATUJABAR, BANDUNG...

Taufik Hidayat (30), saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Limpahkan Berkas Perkara Kasus Taufik Hidayat ke Kejaksaan

Editor
21 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dan penganiayaan berat YT, wanita berusia 29 tahun oleh kekasihnya,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat