• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BRIN Ungkap Biopotensi Anggrek Alam Yogyakarta

Editor
Kamis, 23 Mei 2024 - 03:15
Anggrek

Anggrek (Ilustrasi/pexels)

BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Botani Terapan dan Pusat Riset Biosistematika dan Ekosistem dari Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan mengenalkan anggrek alam kepada masyakat di Menoreh dan Nglanggeran Yogyakarta.

Tahap awal pengenalan anggrek alam tersebut dilakukan melalui kegiatan eksplorasi yang melibatkan masyarakat setempat.

RelatedPosts

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar, Sampaikan 7 Tuntutan

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

“Eksplorasi ini merupakan langkah penting dari kegiatan konservasi genetik anggrek alam yang bertujuan mendata jenis anggrek alam yang ada di suatu lokasi tertentu,” jelas Istiana Prihatini dari Pusat Riset Botani Terapan.

Pada kegiatan eksplorasi, pengoleksian tanaman hidup dilakukan untuk tujuan domestikasi dan disertai pembuatan herbarium basah dan kering.

Peneliti dari Pusat Riset Botani Terapan, Latifa Nuraini mengatakan riset lanjutan akan mengarah pada biopotensi pemanfaatan lanjut anggrek alam khususnya dari wilayah DIY.

“Selanjutnya anggrek alam hasil eksplorasi akan digunakan untuk riset sistematika, molekuler, dan pengembangan teknik perbanyakan melalui kultur jaringan (somatic embriogenesis),” tambah Latifa.

EKSPLORASI

Pakar anggrek dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Aninda Retno Utami Wibowo menyebut riset eksploratif pertama dilakukan di pegunungan Menoreh yaitu Desa Purwosari, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

“Topografi wilayah tersebut berupa perbukitan, tercatat sekitar 500-800 mdpl dengan kondisi subur penuh dengan bermacam vegetasi,” terangnya.

Ia menjelaskan, hasil eksplorasi mencatat sedikitnya terdapat 21 spesimen anggrek alam di Menoreh.

“Diantaranya adalah jenis Acriopsis liliifolia, Aerides odorata, Dendrobium mutabile, Liparis condylobulbon, dan kesemuanya termasuk dalam kategori II Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Artinya, saat ini 21 spesies anggrek tersebut tidak dalam keadaan terancam punah, namun bisa terancam punah apabila tidak adanya pengendalian perdagangan. Oleh karena itu, statusnya perlu dilindungi atau perlu dilakukan upaya konservasi,” papar Aninda.

Eksplorasi anggrek alam kedua dilakukan di gunung api purba desa Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, DIY.

Kondisi wilayah ini relatif tandus dan berbatu, sehingga banyak ditemukan anggrek terestrial.  Dari hasil identifikasi, telah diketahui 22 spesimen anggrek alam Nglanggeran.

“Beberapa jenis merupakan anggrek terestrial yang menarik seperti Habenaria medusa dan Pecteilis susannae, juga ditemukan anggrek epifit yang menarik seperti Dendrobium stuartii. Keadaan tanah didaerah Nganggeran tersusun oleh batuan sedimen vulkanik menyebabkan daerah ini relatif tandus dan kering dengan suhu rata-rata 28,70C-33,80C, menyebabkan hanya sebagian kecil dari seluruh spesies anggrek yang mampu bertahan,” jelas Aninda.

Menurut Aninda, jenis anggrek terestrial yang banyak ditemukan didaerah ini memiliki umbi tersembunyi dan memiliki fase vegetatif dan generatif bergantian seperti Nervilia plicata dan Nervilia concolor.

Kini anggrek alam tersebut dirawat dan diperbanyak di Stasiun Penelitian Biodiversitas Fakultas Biologi UGM.

Hasil perbanyakan anggrek alam akan dikembalikan ke daerah asal setelah melalui proses splitting atau perbanyakan secara alami.

PERLINDUNGAN

Melalui riset ini, BRIN dan ACIAR telah berperan dalam upaya pengenalan konservasi dan usaha perlindungan anggrek alam dengan dibangunnya dua greenhouse yaitu di Dusun Tegalsari Kulon Progo dan di Kampung Pitu Nglanggeran. “Greenhouse ini akan digunakan untuk merawat anggrek alam yang telah dikumpulkan dan diperbanyak di UGM,” kata Istiana.

Menurut Istiana, kegiatan akan dilanjutkan dengan pengenalan anggrek alam, cara budi daya, dan tindakan penyelamatan terhadapnya dengan melibatkan masyarakat melalui pelatihan yang akan diselenggarakan pada pertengahan 2024. Selain itu, pihaknya juga akan menyerahkan greenhouse dan hasil koleksi anggrek alam kepada masyarakat di kedua daerah tersebut.

“Kami berharap greenhouse dan koleksi anggrek alam tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan daya tarik wisata di kedua desa serta menjaga kelestarian anggrek alam,” ungkapnya.

Di sisi lain, Istiana juga berharap kerja sama dengan UGM dan UNY dalam pengembangan ilmu anggrek alam dan pemanfaatannya tetap terjalin di masa mendatang. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang tergabung dalam kelompok BIOSC (Biology Orchid Study Club) di bawah bimbingan Endang Semiarti dan mahasiswa dari kelompok Herbiforus Fakultas MIPA UNY di bawah bimbingan Ixora Sartika. Yayasan Kanopi Indonesia juga turut berperan membuka komunikasi awal dengan masyarakat di desa Purwosari dan dalam kegiatan eksplorasi.

Tags: AnggrekBRIN

Related Posts

Tujuh tuntutan mahasiswa dalam aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar, Sampaikan 7 Tuntutan

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung...

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan insentif guru madrasah non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Alhamdulillah! Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026

Editor
17 Juni 2026

Insentif guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026, ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar saat rapat di...

Sistem koridor biometri di imigrasi saat kepulangan jemaah haji 2026.(Foto: Humas Kemenhaj)

Haji 2026: Sistem Koridor Biometrik Pangkas Antrean

Editor
17 Juni 2026

Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur melalui implementasi sistem keimigrasian biometrik SATUJABAR, SURABAYA –...

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam menyambut HUT PWP XXVI PWP Pertamina.(Foto: Istimewa)

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Salurkan Ribuan Paket Sembako

Editor
17 Juni 2026

PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan salurkan ribuan paket sembako dan santunan anak yatim dalam menyambut HUT PWP XXVI PWP...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

Kebakaran Kandang Ayam dan Puyuh di Kuningan, Ribuan Ekor Terpanggang

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, KUNINGAN--Ribuan ekor ayam dan burung puyuh mati terpanggang, setelah peristiwa kebarakan menghanguskan bangunan kandang di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat....

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Kasus Penipuan Darmawangsa Wedding di Bandung, Polda Jabar Buru Pemilik

Editor
17 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pemilik Darmawangsa Wedding di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sedang dalam penyelidikan polisi....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.