• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BMKG: Mei Puncak Peralihan Musim ke Kemarau Panjang di Jawa Barat

Editor
Rabu, 15 April 2026 - 01:57
Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Musim kemarau di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Puncak peralihan musim hujan ke kemarau panjang diprediksi memasuki Mei hingga berakhir Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat, memprediksi sebagai bagian dari peringatan dini terhadap potensi dampak kekeringan yang meluas di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026. Peringatan dini tersebut, karena mulai terlihat tanda-tanda peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau di sebagian wilayah di Jawa Barat.

RelatedPosts

Tragis! Balita di Karawang Tewas Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

KA Lokal Bandung Raya Layani 2,8 Juta Pelanggan Selama Triwulan I 2026

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik-Balik Lebaran 2026

Menurut Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, tanda-tanda kemarau sudah mulai terlihat sejak Maret di sejumlah wilayah, seperti Bekasi dan Karawang bagian utara. Fenomena peralihan musim tersebut, kemudian meluas memasuki April ke wilayah Karawang tengah, Subang tengah, dan sebagian besar wilayah Kabupaten Indramayu.

“Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau Mei,” ujar Vivi, dalam keterangannya, Selasa (15/04/2026).

BMKG mencatat distribusi awal musim kemarau berlangsung bertahap. Pada Maret, sekitar dua persen wilayah telah memasuki musim kemarau, terutama di wikayah Bekasi dan Karawang utara. Pada April, sekitar sepuluh persen wilayah mulai mengalami kemarau, meliputi Karawang tengah, Subang tengah, dan sebagian Indramayu.

Puncak peralihan musim hujan ke kemarau, akan terjadi memasuki Mei, saat sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau. Sementara 30 persen wilayah lainnya, termasuk sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi utara, Cianjur tengah, hingga Kota Bandung, diperkirakan baru mengalami kemarau memasuki Juni.

Vivi menjelaskan, jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis selama 30 tahun terakhir, sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat mengalami kemarau lebih awal. Sebanyak 25 persen wilayah berada pada kondisi normal, dan sekitar tujuh persen mengalami kemarau lebih lambat.

BMKG memprediksi bahwa musim kemarau di tahun 2026 tidak hanya datang lebih awal, tetapi juga memiliki karakteristik lebih kering dari biasanya. Hal tersebut terlihat dari proyeksi sifat hujan yang berada di bawah normal.

“Sebagian besar wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau, dengan sifat hujan bawah normal. Artinya, lebih kering dibandingkan kondisi biasanya, yakni sebanyak 93 persen wilayah,” jelas Vivi.

Hanya sekitar tujuh persen wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi hujan normal selama periode kemarau. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan, terutama pada wilayah dengan keterbatasan sumber air.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2026, dan akan melanda sekitar 90 persen wilayah di Jawa Barat. Sementara sebagian kecil wilayah lainnya diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal, yakni pada Juli, sekitar 8 persen, dan lebih lambat pada September,nsekitar 2 persen.

“Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang, atau lebih lama dari biasanya. Durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung 10 hingga 30 dasarian, yang menunjukkan periode kering cukup panjang dibandingkan kondisi normal,” ungkap Vivi

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipatif. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sumber daya air dengan mengoptimalkan penggunaan waduk, bendungan, dan embung. Melakukan penghematan penggunaan air bersih di tingkat rumah tangga, serta nemperbaiki dan merehabilitasi infrastruktur penampungan air.

Di sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan pola tanam agar tidak bertepatan dengan puncak kemarau. Selain itu, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan dan berumur pendek juga menjadi langkah strategis, dan kesiapsiagaan potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan

Tags: bmkgjawa baratMei Puncak Peralihan Musim Hujan ke KemarauPrakirawan Stasiun Klimatologi Jawa BaratVivi Indhira

Related Posts

Ilustrasi.(Foto:Istimewa).

Tragis! Balita di Karawang Tewas Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, KARAWANG--Seorang balita di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan pacar ibunya. Balita malang berusia 1,5 tahun tersebut,...

Stasiun Kereta Api Purwakarta.(Foto: Humas KAI)

KA Lokal Bandung Raya Layani 2,8 Juta Pelanggan Selama Triwulan I 2026

Editor
17 April 2026

Pada Triwulan I 2026, KA Lokal Bandung Raya melayani sebanyak 2.858.523 pelanggan, meningkat dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 2.450.007 pelanggan...

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono. (Foto: Istimewa)

CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Saat Mudik-Balik Lebaran 2026

Editor
17 April 2026

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan terdapat lima fitur yang paling diminati pengguna selama periode tersebut, yaitu CCTV...

(Foto: Dok. Pertamina)

PHE Tandatangani Kontrak PSC Wilayah Kerja Lavender

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender secara resmi menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract...

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendampingi Presiden Prabowo Subianto.(Foto: Setneg)

Topang Ketahanan Pangan, Pemerintah Terbitkan 3 Regulasi Pangan

Editor
17 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu fondasi untuk mewujudkan kemandirian...

(Foto: Gakkum Kemenhut)

Gakkum Kemenhut Lengkapi Berkas Penyelundupan Burung Asal Papua, Ancaman 15 Tahun Penjara

Editor
17 April 2026

Adapun rincian satwa yang berhasil diselamatkan meliputi 14 ekor Kakatua Koki (Cacatua galerita), 5 ekor Kakatua Raja (Probosciger aterrimus), 3...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.