• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

BMKG: Mei Puncak Peralihan Musim ke Kemarau Panjang di Jawa Barat

Editor
Rabu, 15 April 2026 - 01:57
Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Musim kemarau di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Puncak peralihan musim hujan ke kemarau panjang diprediksi memasuki Mei hingga berakhir Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat, memprediksi sebagai bagian dari peringatan dini terhadap potensi dampak kekeringan yang meluas di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026. Peringatan dini tersebut, karena mulai terlihat tanda-tanda peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau di sebagian wilayah di Jawa Barat.

RelatedPosts

Sanca Hijau Disita dari Gudang di Bekasi

Kurban 2026: Jumlah Disembelih Capai 2 Juta Ekor Setara Rp 18 Triliun

Harga Emas Jum’at 5/6/2026 Antam Rp 2.770.000 Per Gram

Menurut Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, tanda-tanda kemarau sudah mulai terlihat sejak Maret di sejumlah wilayah, seperti Bekasi dan Karawang bagian utara. Fenomena peralihan musim tersebut, kemudian meluas memasuki April ke wilayah Karawang tengah, Subang tengah, dan sebagian besar wilayah Kabupaten Indramayu.

“Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau Mei,” ujar Vivi, dalam keterangannya, Selasa (15/04/2026).

BMKG mencatat distribusi awal musim kemarau berlangsung bertahap. Pada Maret, sekitar dua persen wilayah telah memasuki musim kemarau, terutama di wikayah Bekasi dan Karawang utara. Pada April, sekitar sepuluh persen wilayah mulai mengalami kemarau, meliputi Karawang tengah, Subang tengah, dan sebagian Indramayu.

Puncak peralihan musim hujan ke kemarau, akan terjadi memasuki Mei, saat sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau. Sementara 30 persen wilayah lainnya, termasuk sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi utara, Cianjur tengah, hingga Kota Bandung, diperkirakan baru mengalami kemarau memasuki Juni.

Vivi menjelaskan, jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis selama 30 tahun terakhir, sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat mengalami kemarau lebih awal. Sebanyak 25 persen wilayah berada pada kondisi normal, dan sekitar tujuh persen mengalami kemarau lebih lambat.

BMKG memprediksi bahwa musim kemarau di tahun 2026 tidak hanya datang lebih awal, tetapi juga memiliki karakteristik lebih kering dari biasanya. Hal tersebut terlihat dari proyeksi sifat hujan yang berada di bawah normal.

“Sebagian besar wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau, dengan sifat hujan bawah normal. Artinya, lebih kering dibandingkan kondisi biasanya, yakni sebanyak 93 persen wilayah,” jelas Vivi.

Hanya sekitar tujuh persen wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi hujan normal selama periode kemarau. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan, terutama pada wilayah dengan keterbatasan sumber air.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2026, dan akan melanda sekitar 90 persen wilayah di Jawa Barat. Sementara sebagian kecil wilayah lainnya diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal, yakni pada Juli, sekitar 8 persen, dan lebih lambat pada September,nsekitar 2 persen.

“Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang, atau lebih lama dari biasanya. Durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung 10 hingga 30 dasarian, yang menunjukkan periode kering cukup panjang dibandingkan kondisi normal,” ungkap Vivi

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipatif. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sumber daya air dengan mengoptimalkan penggunaan waduk, bendungan, dan embung. Melakukan penghematan penggunaan air bersih di tingkat rumah tangga, serta nemperbaiki dan merehabilitasi infrastruktur penampungan air.

Di sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan pola tanam agar tidak bertepatan dengan puncak kemarau. Selain itu, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan dan berumur pendek juga menjadi langkah strategis, dan kesiapsiagaan potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan

Tags: bmkgjawa baratMei Puncak Peralihan Musim Hujan ke KemarauPrakirawan Stasiun Klimatologi Jawa BaratVivi Indhira

Related Posts

Ular Sanca Hijau.(Foto: Humas Kemenhut)

Sanca Hijau Disita dari Gudang di Bekasi

Editor
5 Juni 2026

Sanca hijau (Morelia viridis) adalah satwa dilindungi. Satwa sitaan tersebut kini telah diserahkan kepada Balai KSDA DKI Jakarta untuk penanganan...

Sapi kurban.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kurban 2026: Jumlah Disembelih Capai 2 Juta Ekor Setara Rp 18 Triliun

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kurban 2026 telah usai pelaksanaannya di seantero Indonesia. Pada pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H di masjid-masjid seluruh...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Jum’at 5/6/2026 Antam Rp 2.770.000 Per Gram

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 5/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.770.000 per gram...

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar SD.(Image: Google Finance)

Rupiah Terus Melemah, Jum’at Pagi Tembus Rp 18.070

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Nilai tukar Dolar AS atau US$ tetap melemah di atas Rp 18.000 per 1 US$, menurut data...

Wakil Menteri Perindustrian Faisol

Industri Keramik Didorong Masuk Empat Besar Produsen Dunia

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Industri keramik nasional terus menunjukkan prospek yang menjanjikan dan menjadi salah satu sektor manufaktur yang memiliki daya...

Menteri Perdagangan Budi Santoso.(Foto: Humas Dok. Kemendag)

Mendag Tanda Tangani Revisi Permendag 31/2023 Terkait PMSE

Editor
5 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso hari Kamis, (4/6) telah menandatangani Rancangan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait Penyelenggaraan Usaha...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.