• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 5 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

‘Biang Kerok’ di Lokasi Bencana Sukabumi, 65 Persen Hutan Gundul

Editor
Senin, 16 Desember 2024 - 10:52
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.(Foto:Istimewa).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUKABUMI — Vegetasi hutan, atau kumpulan tumbuh-tumbuhan di kawasan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah hilang hingga 65 persen. Hilangnya tutupan hutan, alias gundul hingga 65 persen di daerah dengan topografi yang cukup curam, menjadi biang kerok terjadinya bencana banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Hilangnya vegetasi hutan, atau kumpulan tumbuh-tumbuhan di kawasan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, hingga 65 persen, disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau lokasi bencana banjir bandar, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (15/12/2024).

RelatedPosts

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Hanif merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di wilayah Kecamatan Pabuaran, hasil dari pemantauan citra satelit, setelah terjadinya bencana banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah di sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi.

“Tentunya, kami sangat prihatin dengan kondisi di Kecamatan Pabuaran. Dari hasil pemantauan citra satelit, tutupan hutan di daerah ini telah hilang hingga 65 persen, sementara topografi lerengnya cukup curam,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan, hilangnya tutupan hutan, alias gundul, menjadi biang kerok, atau penyebab terjadinya bencana. Ditambah cuaca ekstrem dengan tingginya intensitas hujan dan angin, mendorong terjadinya tanah longsor, pergerakan tanah, hingga banjir bandang, sebagai bencana, sekaligus ancaman serius ke depannya.

Hanif menegaskan, perlu langkah-langkah serius dan konkret untuk memperbaiki areal lahan, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso, yang kondisi lahannya tidak stabil. Langkah tersebut bisa dilakukan dengan metode vegetatif, atau menanam kembali, dan teknis sipil.

“Kami, Kementerian LH (Lingkungan Hidup), akan mendukung penghijauan dengan tanaman jenis multi-strata dan tanaman keras, seperti jabon, mahoni, serta jati, yang sudah dikembangkan masyarakat setempat,” ungkap Hanif.

Hanif menyebutkan, tanaman hortikultura yang mendominasi daerah tersebut, sudah tidak mampu menahan erosi. Sehingga, limpasan permukaan, atau surface runoff menjadi tinggi, harus ada kegiatan vegetasi dan teknis sipil untuk mengurangi risiko bencana.

Hanif juga menyampaikan komitmennya untuk mengingatkan kementerian terkait, termasuk Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur, dan Bupati, agar lebih serius menangani masalah lingkungan. Apalagi, ada laporan hasil temuan Walhi tentang adanya eksploitasi hutan secara sporadis oleh pertambangan.

“Saya mendapat laporan adanya aktivitas tambang dan kegiatan di kawasan hutan yang tidak ramah lingkungan. Kami akan cek, termasuk pengawasan dan penegakan hukum bila diperlukan,” tegas Hanif.

Hanif juga mengingatkan berdasarkan laporan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), ancaman hidrometeorologi diperkirakan terus meningkat seiring dengan tingginya curah hujan dan angin kencang. Hanif mengimbau masyarakat tetap waspada dan bersiaga, terutama dalam menjaga kesehatan lingkungannya.

“Kami akan serius mendalami, dan sudah melakukan pemetaan lokasi. Setelah tanggal darurat selesai dilaksanakan, kami akan melakukan frienship dan apa pengaruhnya terkait kualitas lingkungan, begitupun sampah-sampah harus ditangani sebagai faktor penyebab terjadinya banjir,” jelas Hanif.

Hanif didampingi jajaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, mendatangi posko pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat terdampak. Kementerian Lingkungan Hidup memberikan bantuan buat para korban di lokasi bencana.(chd)

Tags: Bencana SukabumiHanif Faisol Nurofiqlongsor sukabumiMenteri LHK

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan hadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu 5 September 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Bandung Hadirkan Infrastrurkur Ramah Pesepeda hingga Disabilitas

Editor
5 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk...

Koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Karhutla Kalimantan, Peluang Hujan Turun 4-8 September 2026

Editor
5 September 2026

PONTIANAK - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4-8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat....

Orangutan di habitat hutan Kalimantan.(Foto: Kemenhut)

Orangutan Terdampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center

Editor
5 September 2026

PALANGKA RAYA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (04/09/2026).(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan Dilakukan Tegas, Transparan, dan Akuntabel

Editor
5 September 2026

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menerima Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di...

Perkumpulan Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASTI periode 2026–2030 sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi, dan mendorong profesionalisme terapis spa dan wellness Indonesia.(Foto: Istimewa)

ASTI Kukuhkan Kepengurusan 2026–2030, Perkuat Profesionalisme Terapis Spa Indonesia

Editor
5 September 2026

JAKARTA - Perkumpulan Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASTI periode 2026–2030 sebagai bagian dari upaya...

Como 1907, biasanya disebut Como, adalah klub sepak bola Italia yang bermarkas di kota Como, Lombardia, dan berdiri pada 1907.

SERIE A: Como Melaju, Menang 4-1 atas Genoa

Editor
5 September 2026

BANDUNG – Serie A 2026-2027 memasuki pekan ketiganya. Pada Jum’at 4 September 2026 Como tandang ke markas Genoa di Luigi...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.