• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 16 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

‘Biang Kerok’ di Lokasi Bencana Sukabumi, 65 Persen Hutan Gundul

Editor
Senin, 16 Desember 2024 - 10:52
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.(Foto:Istimewa).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, SUKABUMI — Vegetasi hutan, atau kumpulan tumbuh-tumbuhan di kawasan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah hilang hingga 65 persen. Hilangnya tutupan hutan, alias gundul hingga 65 persen di daerah dengan topografi yang cukup curam, menjadi biang kerok terjadinya bencana banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Hilangnya vegetasi hutan, atau kumpulan tumbuh-tumbuhan di kawasan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, hingga 65 persen, disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau lokasi bencana banjir bandar, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (15/12/2024).

RelatedPosts

Pemkot Pastikan Satwa Kebun Binatang Bandung Sehat

Mendag: Distribusi Lewat DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Tinjau Klenteng See Hin Kiong, Menbud Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Budaya

Hanif merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di wilayah Kecamatan Pabuaran, hasil dari pemantauan citra satelit, setelah terjadinya bencana banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah di sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi.

“Tentunya, kami sangat prihatin dengan kondisi di Kecamatan Pabuaran. Dari hasil pemantauan citra satelit, tutupan hutan di daerah ini telah hilang hingga 65 persen, sementara topografi lerengnya cukup curam,” ujar Hanif.

Hanif mengatakan, hilangnya tutupan hutan, alias gundul, menjadi biang kerok, atau penyebab terjadinya bencana. Ditambah cuaca ekstrem dengan tingginya intensitas hujan dan angin, mendorong terjadinya tanah longsor, pergerakan tanah, hingga banjir bandang, sebagai bencana, sekaligus ancaman serius ke depannya.

Hanif menegaskan, perlu langkah-langkah serius dan konkret untuk memperbaiki areal lahan, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso, yang kondisi lahannya tidak stabil. Langkah tersebut bisa dilakukan dengan metode vegetatif, atau menanam kembali, dan teknis sipil.

“Kami, Kementerian LH (Lingkungan Hidup), akan mendukung penghijauan dengan tanaman jenis multi-strata dan tanaman keras, seperti jabon, mahoni, serta jati, yang sudah dikembangkan masyarakat setempat,” ungkap Hanif.

Hanif menyebutkan, tanaman hortikultura yang mendominasi daerah tersebut, sudah tidak mampu menahan erosi. Sehingga, limpasan permukaan, atau surface runoff menjadi tinggi, harus ada kegiatan vegetasi dan teknis sipil untuk mengurangi risiko bencana.

Hanif juga menyampaikan komitmennya untuk mengingatkan kementerian terkait, termasuk Menteri Kehutanan, Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur, dan Bupati, agar lebih serius menangani masalah lingkungan. Apalagi, ada laporan hasil temuan Walhi tentang adanya eksploitasi hutan secara sporadis oleh pertambangan.

“Saya mendapat laporan adanya aktivitas tambang dan kegiatan di kawasan hutan yang tidak ramah lingkungan. Kami akan cek, termasuk pengawasan dan penegakan hukum bila diperlukan,” tegas Hanif.

Hanif juga mengingatkan berdasarkan laporan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), ancaman hidrometeorologi diperkirakan terus meningkat seiring dengan tingginya curah hujan dan angin kencang. Hanif mengimbau masyarakat tetap waspada dan bersiaga, terutama dalam menjaga kesehatan lingkungannya.

“Kami akan serius mendalami, dan sudah melakukan pemetaan lokasi. Setelah tanggal darurat selesai dilaksanakan, kami akan melakukan frienship dan apa pengaruhnya terkait kualitas lingkungan, begitupun sampah-sampah harus ditangani sebagai faktor penyebab terjadinya banjir,” jelas Hanif.

Hanif didampingi jajaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, mendatangi posko pengungsian untuk melihat kondisi masyarakat terdampak. Kementerian Lingkungan Hidup memberikan bantuan buat para korban di lokasi bencana.(chd)

Tags: Bencana SukabumiHanif Faisol Nurofiqlongsor sukabumiMenteri LHK

Related Posts

Pemeriksaan kesehatan hewan di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pemkot Pastikan Satwa Kebun Binatang Bandung Sehat

Editor
16 April 2026

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode medis untuk mendapatkan gambaran kondisi satwa secara komprehensif. SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Ketahanan...

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi pasar swalayan Tip Top dalam program promosi belanja Friday Mubarak di Jakarta, Jumat (7 Mar).

Mendag: Distribusi Lewat DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Editor
16 April 2026

Pemerintah memperkuat kebijakan DMO dan Domestic Price Obligation (DPO) sebagai respons atas gejolak harga dan pasokan minyak goreng dalam beberapa...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang, Sumatra Barat.(Foto: Humas Kemenbud)

Tinjau Klenteng See Hin Kiong, Menbud Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Budaya

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, PADANG – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Klenteng See Hin Kiong di Kota Padang, Sumatra Barat. Kunjungan ini...

Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra.(Foto:Istimewa).

Polres Cimahi Gulung Puluhan Anggota Geng Motor Aniaya dan Rampas Sepeda Motor

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, CIMAHI--Polres Cimahi, Jawa Barat, berhasil menggulung puluhan anggota geng motor yang terlibat dalam aksi penganiayaan dan perampasan sepeda motor...

(Foto: Dok KKP)

Benarkah Pulau Umang di Banten Dijual? Ini Penjelasan Pemerintah

Editor
16 April 2026

Kementerian Kelautan dan Perikanan bergerak cepat menindaklanjuti isu penjualan Pulau Umang serta tidak memberikan ruang kompromi terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang...

Pengamanan satwa langka (Foto: Dok. Gakkum Kemenhut)

Penyelundup Ratusan Satwa Langka Segera Diproses Hukum, Diancam 15 Tahun Penjara

Editor
16 April 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus penyelundupan ratusan satwa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.