• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 20 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Beda Wayang Golek dan Wayang Kulit

Editor
Senin, 20 November 2023 - 02:11
Wayang golek cepot

Wayang golek (pexels)

Wayang golek dan wayang kulit adalah dua bentuk seni tradisional Indonesia yang menggunakan tokoh-tokoh bayangan atau boneka untuk menceritakan cerita.

Meskipun keduanya termasuk dalam seni wayang, namun ada beberapa perbedaan antara wayang golek dan wayang kulit, baik dari segi bahan pembuatan, penampilan, maupun penggunaannya. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara keduanya:

RelatedPosts

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

1. Bahan dan Pembuatan:

  • Wayang Golek: Wayang golek terbuat dari kayu, khususnya kayu albasia yang ringan dan mudah diukir. Boneka wayang golek biasanya terdiri dari beberapa bagian yang dapat digerakkan, seperti kepala, tangan, dan kaki. Mereka sering dihiasi dengan kain warna-warni yang membuatnya terlihat menarik.
  • Wayang Kulit: Wayang kulit dibuat dari kulit kerbau atau sapi yang tipis. Boneka wayang kulit tidak memiliki bagian yang dapat digerakkan secara terpisah, tetapi digerakkan oleh dalang (pengendali wayang) dengan menggunakan kayu kecil yang disebut “tuntun.”

2. Penampilan dan Desain:

  • Wayang Golek: Boneka wayang golek memiliki bentuk tiga dimensi dan lebih mirip dengan patung. Mereka memiliki wajah yang ekspresif, dengan mata, hidung, dan mulut yang jelas terlihat. Busana wayang golek juga dirancang dengan detail.
  • Wayang Kulit: Boneka wayang kulit bersifat dua dimensi dan lebih tipis. Mereka memiliki desain yang lebih sederhana dan cenderung lebih stilistik. Wajah boneka wayang kulit juga terkadang memiliki ukiran yang halus.

3. Pertunjukan:

  • Wayang Golek: Pertunjukan wayang golek biasanya dilakukan di atas panggung, dan para tokoh wayang golek ditempatkan dalam barisan di belakang layar atau tirai. Dalang berada di belakang panggung dan menggerakkan boneka-boneka tersebut sambil menceritakan cerita.
  • Wayang Kulit: Pertunjukan wayang kulit dilakukan dengan menempatkan layar tipis (kadang-kadang terbuat dari kain) antara tokoh-tokoh wayang dan penonton. Dalang memainkan boneka-boneka tersebut di belakang layar, sehingga bayangannya terlihat pada layar.

Kedua bentuk seni wayang ini memiliki nilai seni dan keunikannya sendiri, dan keduanya terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Tags: Wayang Golekwayang kulit

Related Posts

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Chairman The Nippon Foundation Yohei Sasakawa mengunjungi Kompleks Kusta Jongaya, RW 04, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (11/7/2026).(Foto: Humas Kemenkes)

Kampung Kusta Jongaya, Menkes: Kusta Bukan Kutukan

Editor
12 Juli 2026

Kampung Kusta Jongaya dikunjungi menjadi wujud komitmen pemerintah bersama mitra internasional untuk mempercepat eliminasi kusta sekaligus menghapus stigma yang masih...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat