• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Editor
Jumat, 29 Mei 2026 - 05:09
Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap kemungkinan besar jaringan sungai purba di kawasan Paparan Sunda menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.

RelatedPosts

10 Stasiun Kereta Api di Elevasi Tinggi Masih Beroperasi

Indonesia Pulangkan 30.000 Lebih Benda Budaya dari Belanda

Robinhood, Sapi Bongsor Asal Sumedang Juara Piala Presiden 2026

“Penelitian geomorfologi dan paleogeografi menunjukkan Paparan Sunda pada masa Pleistosen memiliki sistem sungai besar yang kini telah tenggelam akibat kenaikan muka laut,” jelas Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PR APS) BRIN, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono ketika membedah mengenai jalur migrasi tersebut, dalam Webinar Forum Kebhinekaan Seri #36 bertema “Dinamika Migrasi Manusia dan Budaya Prasejarah” yang digelar pada Selasa (26/5) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Menurutnya, jaringan sungai purba tersebut diperkirakan menjadi koridor ekologis yang mendukung persebaran manusia prasejarah menuju wilayah pedalaman maupun kawasan Wallacea.

“Mobilitas manusia prasejarah kemungkinan tidak hanya mengikuti jalur pesisir, tetapi juga memanfaatkan sistem sungai purba sebagai jalur perpindahan,” katanya dalam kajian bertajuk “Kalimantan: Migrasi Manusia di Kawasan Timur Bawah Paparan Sunda pada Kala Pleistosen Akhir-Awal Holosen”.

BACA JUGA: Dieng Caldera Race 2026 : Cara Mudah Dapatkan Slot Lewat bank bjb

Vida menjelaskan migrasi manusia modern dari Afrika menuju Asia Tenggara tidak berlangsung dalam satu gelombang tunggal, tetapi melalui tahapan panjang dan jalur yang beragam. Menurutnya, salah satu teori yang berkembang adalah coastal migration theory atau teori migrasi pesisir, yakni perpindahan manusia melalui kawasan pantai yang menyediakan sumber pangan melimpah dan jalur mobilitas yang lebih mudah dibanding dengan wilayah pedalaman.

“Pada masa glasial, permukaan laut turun sehingga membentuk daratan luas yang menghubungkan wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Kondisi ini memungkinkan mobilitas manusia, flora, dan fauna di Paparan Sunda,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah timur Paparan Sunda memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung menuju Wallacea dan Sahul atau Australia-Papua. Sejumlah situs arkeologi di Kalimantan menunjukkan keberadaan manusia modern sejak sekitar 45.000–30.000 tahun lalu, di antaranya melalui temuan alat batu, sisa fauna, dan bukti hunian gua.

Kendati demikian, Vida mengakui bahwa penelitian migrasi manusia awal di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan berat, terutama akibat kondisi iklim tropis yang menyebabkan fosil sulit terawetkan.

“Tingkat keasaman tanah yang tinggi mempercepat kerusakan tulang dan kolagen sehingga menyulitkan proses penanggalan absolut,” jelasnya.

Sebagai langkah solutif, BRIN terus mendorong penelitian lanjutan melalui survei geofisika, analisis sedimen, dan berbagai metode penanggalan modern guna memperoleh data yang lebih akurat mengenai migrasi manusia prasejarah di kawasan Paparan Sunda.

Sehubungan dengan itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN, Herry Yogaswara, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema ini sangat krusial karena berkaitan erat dengan upaya memahami dinamika awal peradaban manusia di Nusantara.

Sebagai bentuk komitmen nyata, ia menegaskan bahwa BRIN kini memberikan perhatian khusus terhadap kajian evolusi dan persebaran manusia di Asia Tenggara. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pembentukan Center for Human Evolution, Adaptation, and Dispersal in Southeast Asia (CHEADSEA) yang saat ini telah mendapatkan perhatian resmi dari UNESCO.

“Melalui forum akademik dan lembaga kajian seperti ini, diharapkan muncul berbagai inspirasi baru serta penguatan kolaborasi riset terkait migrasi manusia prasejarah,” ujar Herry.

Tags: BRINpaparan sundasundasungai purba

Related Posts

Stasiun Nagreg. (Foto: Humas KAI)

10 Stasiun Kereta Api di Elevasi Tinggi Masih Beroperasi

Editor
14 Oktober 2026

JAKARTA - Perjalanan kereta api di Indonesia melintasi bentang geografis yang beragam. Di Jawa, jalur kereta api menembus kawasan pegunungan...

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Rianne Letschert, di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10).(Foto: Dok. Kemenbud)

Indonesia Pulangkan 30.000 Lebih Benda Budaya dari Belanda

Editor
13 Oktober 2026

AMSTERDAM — Indonesia berhasil memastikan pengembalian 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah dari Belanda, yang secara...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan sapi juara bernama Robinhood.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Robinhood, Sapi Bongsor Asal Sumedang Juara Piala Presiden 2026

Editor
13 Oktober 2026

SUMEDANG – Robinhood, sapi asal Tanjungkerta Kabupaten Sumedang dengan pemilik Ace Taryana, menjadi juara di Piala Presiden 2026 beberapa waktu...

Interior rumah Inggit Garnasih.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Rumah Inggit Garnasih, Jejak Sang Proklamator di Bandung

Editor
13 Oktober 2026

BANDUNG - Sebagai istri Soekarno yang menikah pada tahun 1923, Inggit Ganarsih memainkan peran krusial di balik layar perjuangan sang...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta jajaran mencoba ‘kaulinan barudak’ di PPS, Minggu (11/10/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

‘Kaulinan Barudak’ Hadir Setiap Hari Minggu di PPS

Editor
11 Oktober 2026

SUMEDANG - Warga Sumedang kini memiliki pilihan aktivitas rekreasi bersama keluarga setiap hari Minggu. Berbagai kaulinan barudak atau permainan tradisional...

(Foto: Dok. Kemenbud)

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf: Warisan Perjuangan Antikolonialisme dan Penyebaran Islam Lintas Benua

Editor
11 Oktober 2026

AMSTERDAM - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa warisan intelektual, spiritual, dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari (1626–1699) merupakan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.