• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 10 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Editor
Minggu, 24 Mei 2026 - 07:51
Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Dulu, peristiwanya sempat viral. Ribuan ikan dewa mati. Tepatnya sebanyak 1.200 ekor. Peristiwa itu cukup mengejutkan dan mengundang rasa prihatin. Namun, semangat untuk menjaga kelestarian warisan budaya atau heritage harus tetap terjaga.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani mewakili Bupati Kuningan menghadiri kegiatan gotong royong bersih-bersih Balong Girang Cigugur, Minggu (24/5/2026), di kawasan Balong Girang Cigugur, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur. Kegiatan tersebut digelar atas inisiasi panitia gotong royong bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan habitat Ikan Dewa atau Kancra Bodas.

RelatedPosts

Toko Buku Dahlan, Toko Buku Legenda di Kota Bandung

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan 13 Juli

Cerita Wali Kota Bandung Berhasil Gagalkan Aksi Begal di Kircon

Kegiatan diikuti unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM, komunitas lingkungan, serta warga Cigugur yang turun langsung membersihkan kolam, lumpur, dan puing-puing di area balong.

Camat Cigugur, Yono Rahmansah, S.STP., menyampaikan bahwa kondisi Balong Girang perlahan mulai pulih pasca musibah matinya ribuan ikan beberapa waktu lalu. Ia menyebut sekitar 1.200 ekor ikan terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi sudah mulai pulih kembali. Walaupun mungkin jumlah ikan yang mati itu kurang lebih ada 1.200-an ekor, namun insyaallah dengan langkah-langkah yang kita lakukan, ekosistem di sini bisa kembali ke habitatnya semula dan tetap menjadi ciri khas Cigugur,” ujarnya dikutip laman Pemkab Kuningan.

Menurutnya, Balong Girang bukan sekadar kolam biasa, tetapi memiliki nilai sejarah dan ikatan batin yang kuat bagi masyarakat Cigugur. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan ikon daerah tersebut.

Ia juga menjelaskan, kegiatan gotong royong dilakukan menjelang pelaksanaan tradisi Seren Taun yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Selain membersihkan area kolam, ke depan kawasan tersebut diharapkan dapat kembali ditata agar lebih asri dan nyaman sebagai destinasi wisata masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si yang tidak dapat hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Tuti membacakan sambutan Bupati Kuningan. Disampaikan bahwa Balong Girang Cigugur memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis yang sangat tinggi karena menjadi habitat Kancra Bodas atau Ikan Dewa khas Kabupaten Kuningan.

“Balong Girang Cigugur bukan hanya sekadar kolam atau sumber mata air, tetapi tempat ini memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, sekaligus nilai ekologis yang sangat tinggi,” demikian kutipan sambutan Bupati.

Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah matinya Ikan Dewa beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Hari ini, saya merasa bangga melihat masyarakat Cigugur begitu kompak dan turun langsung menguras kolam, membersihkan lumpur, serta menata batu. Inilah kekuatan masyarakat Kuningan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa menjaga kelestarian Balong Girang dan habitat Ikan Dewa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat.

“Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kehidupan kita. Jika kita menjaga mata air, maka mata air akan menjaga generasi kita,” pesannya.

Bupati juga mengenang masa kecilnya yang akrab dengan Balong Cigugur. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki kenangan tersendiri karena dahulu menjadi tempatnya berenang semasa sekolah.

Mengakhiri sambutan, Bupati Kuningan melalui Wakil Bupati secara resmi membuka kegiatan gotong royong bersih-bersih Balong Girang Cigugur dengan harapan kegiatan tersebut menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan dan melestarikan Ikan Dewa sebagai warisan khas Kabupaten Kuningan.

Tags: ikan dewaKuninganTuti AndrianiWakil Bupati Kuningan

Related Posts

Toko Buku Dahlan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Toko Buku Dahlan, Toko Buku Legenda di Kota Bandung

Editor
8 Juli 2026

64 Tahun adalah waktu yang sangat panjang bagi Toko Buku Dahlan dalam melayani masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring...

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan kepada Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Pusat, Naen Suryono, di Sasana Adirasa Pangeran Sambernyawa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. (Foto: Dok. Kemenbud)

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Ditetapkan 13 Juli

Editor
7 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026 tentang Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang...

Ilustrasi aksi begal.(Foto:Istimewa).

Cerita Wali Kota Bandung Berhasil Gagalkan Aksi Begal di Kircon

Editor
7 Juli 2026

Saat melakukan patroli, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama aparat keamanan berhasil menggagalkan aksi begal terhadap seorang pengendara motor. SATUJABAR,...

Tasyakur Nelayan Santolo.‎(Foto: Ridwan Nur Faozan & Muhammad Sofyan Fauzi/ Diskominfo Kab. Garut)

Tasyakur Nelayan Santolo 2026:  Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo

Editor
6 Juli 2026

SATUJABAR, CIKELET GARUT – Ribuan masyarakat dan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Garut menggelar acara Tasyakur Nelayan Santolo Tahun 2026...

Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA).(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Museum KAA Dikunjungi 35.000 Orang

Editor
4 Juli 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Museum KAA atau Konferensi Asia-Afrika terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Bandung. Tak...

SD Negeri Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SD Di Kota Bandung Ini Usianya Sudah 142 Tahun

Editor
2 Juli 2026

Adalah SD Negeri 001 Merdeka yang di waktu jam pelajaran terlihat riuh oleh siswa sekolah. Berada di tengah pesatnya perkembangan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat