• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Badan Geologi Ingatkan Ancaman Longsor Susulan di Pasirlangu KBB

Editor
Senin, 26 Januari 2026 - 08:19
(Foto: Badan Geologi)

(Foto: Dok. Badan Geologi)

SATUJABAR, BANDUNG – Bencana gerakan tanah berupa longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (24/1). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian.

RelatedPosts

Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Hadiri Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan, Ini Pesan Wamendag

Siswa Diduga Keracunan, Pemkab Bogor Tanggung Biaya Pengobatan

“Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng,” ujar Lana di Bandung, Minggu (25/1) melalui keterangan resmi.

Selain faktor hujan, gerakan tanah di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunungapi tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut memperbesar risiko longsor dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas,” jelas Lana.

 

Respons Tanggap Darurat

Pasca kejadian, Badan Geologi memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Tim telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas kurang lebih 30 hektar.

“Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada dilokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor di Kabupaten Bogor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya.

Tim yang beranggotakan 10 orang (5 tim teknis dan 5 nonteknis) tersebut akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana sebagai bagian dari mitigasi bencana yang mungkin dapat terulang kembali.

 

Imbauan bagi Warga

Wilayah terdampak merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi. Badan Geologi meminta warga di sekitar lokasi longsor untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi.

Dalam proses penanganan bencana, Badan Geologi juga mengingatkan agar keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama. “Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas,” ujar Lana.

Tags: Badan Geologi

Related Posts

Sekolah Rakyat.(Foto: Humas KemenPU/DND – Humas Kemensetneg)

Sekolah Rakyat Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Editor
28 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi yang tersebar...

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menjadi pembicara utama pada Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5 yang diselenggarakan oleh BukaLapak di Jakarta, Selasa (27 Okt).(Foto: Dok. Kemendag)

Hadiri Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan, Ini Pesan Wamendag

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menjadi pembicara utama pada Kompetisi Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol....

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forkopimda meninjau penanganan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan medis setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan indikasi keracunan makanan atau minuman di Puskesmas Cangkurawok, Kecamatan Dramaga, Selasa (27/10/2026).(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Siswa Diduga Keracunan, Pemkab Bogor Tanggung Biaya Pengobatan

Editor
27 Oktober 2026

DRAMAGA – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forkopimda meninjau penanganan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga yang...

Menkomdigi Meutya Hafid bersama Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan keterangan kepada awak media usai melakukan audiensi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto: Anhar/Komdigi

Sinergi Menkomdigi dan Kapolri Perkuat Pemberantasan Judi Online Lintas Negara dan Penipuan Digital

Editor
27 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid bersama Kapolri, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memperkuat sinergi pemberantasan judi online...

Arief Rahman Kusuma (16), Bobotoh Persib Bandung.(Foto:Istimewa).

Pelaku Pembunuhan Bobotoh Usai Nonton Persib di Bogor Ditangkap

Editor
27 Oktober 2026

SATUJABAR, BOGOR--Polres Bogor, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku pembunuhan Arief Rahman Kusuma, supporter, atau bobotoh Persib Bandung. Remaja berusia 16...

Reruntuhan bangunan akibat diterjang puting beliung di Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

520 Rumah dan 9 Fasum di Bandung Barat Rusak Diterjang Puting Beliung

Editor
27 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Angin puting beliung merusak sebanyak 520 rumah warga dan sembilan fasilitas umum (fasum) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.