• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Helikopter Water Bombing Diterjunkan di Karhutla Papua Barat

Editor
Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:36
Pengerahan helikopter water bombing untuk pemadaman karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (28/8). (Foto: BNPB)

Pengerahan helikopter water bombing untuk pemadaman karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (28/8). (Foto: BNPB)

PAPUA BARAT – Helikopter water bombing dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (28/8).

Dikutip dari laman BNPB, pengerahan satu unit helikopter water bombing AS350B3e PK-DBM yang secara kumulatif telah melaksanakan 69 kali penyiraman air atau sekitar 69 ribu liter untuk mendukung pemadaman di sekitar kawasan Tangguh LNG.

RelatedPosts

Titik Panas Nampak Turun, Kemenhut Tetap Siaga

Kementerian LH Tindak Perusahaan Pencemar Lingkungan

Buron 9 Bulan, Terduga Pemburu Rusa di Pulau Komodo Ditangkap

Dari hasil assesment sementara, peristiwa Karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni terpantau sejak 22 Agustus 2026. Lokasi kebakaran berada di kawasan hutan yang cukup lebat, pepohonan tinggi, serta tutupan vegetasi yang masih rapat. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemadaman dari udara, sebab air yang dijatuhkan tidak selalu dapat langsung mencapai permukaan tanah maupun material yang terbakar di bawah tutupan vegetasi. Namun setidaknya air yang disiram menggunakan metode ini dapat membasahi area dengan harapan dapat memutus jalur rambatan api.

Di samping itu, pemadaman melalui udara juga dilakukan secara bertahap dan disertai pemantauan berkala untuk mengidentifikasi titik panas maupun bara yang masih tersisa. Pemantauan juga dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone) khusus pemantau panas atau thermal untuk membantu menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

Berdasarkan pemantauan drone thermal milik BP Berau Ltd. pada Jumat (28/8), ditemukan 14 titik panas yang tersebar di sekitar area Tangguh LNG dalam empat klaster. Sebanyak empat titik berada di klaster 2, empat titik di klaster 3, dan enam titik di klaster 4, sementara klaster 1 tidak terpantau titik panas pada pemantauan tersebut.

Adapun hasil pemetaan titik panas tersebut juga digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dalam menentukan prioritas pemadaman berikutnya. Hal itu terbukti efektif dan memudahkan tim satgas gabungan yang tak henti mengupayakan pemadaman.

Pada Jumat (28/8), operasi water bombing dilakukan dalam dua sortie. Sortie pertama dilaksanakan di klaster 3 dengan 26 kali water bombing atau sekitar 26 ribu liter air pada area sekitar empat hektare. Sementara sortie kedua dilakukan di klaster 1 dengan 28 kali water bombing atau sekitar 28 ribu liter air pada area sekitar tiga hektare.

Dari hasil pemadaman, kedua lokasi sudah tidak ditemukan kobaran api, namun masih terpantau kepulan asap tipis sisa kebakaran. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya panas atau bara di bawah tutupan vegetasi sehingga pemantauan dan penanganan secara berulang tetap diperlukan untuk mencegah api kembali berkembang.

Secara kumulatif, dukungan operasi udara BNPB di Teluk Bintuni telah mencapai tiga sortie dengan total 69 kali water bombing atau sekitar 69 ribu liter air.

 

Tantangan Kondisi Lapangan dan Strategi

Penanganan karhutla di Papua Barat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Selain Teluk Bintuni, karhutla juga terpantau di sejumlah wilayah lain seperti di Kabupaten Fakfak, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Papua Barat, Kabupaten Teluk Bintuni merupakan salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar yang cukup signifikan dan berada pada urutan kedua tertinggi di tingkat provinsi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam dukungan penanganan, bersama dengan perkembangan titik panas, akses menuju lokasi, karakteristik medan, serta kebutuhan dukungan pemadaman dari udara.

Pengerahan sarana udara juga mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan operasi. Setiap penugasan helikopter disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kemampuan sarana untuk menjangkau lokasi sasaran secara efektif.

Saat ini, satu unit helikopter tipe Super Puma milik BP Berau Ltd. telah tiba di lokasi dan siap mendukung operasi water bombing. Satu unit helikopter tipe Kamov juga dijadwalkan tiba untuk menambah kapasitas pemadaman dari udara.

Dengan bertambahnya dukungan sarana pemadaman, pengerahan helikopter BNPB PK-DBM akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan karhutla di Papua Barat, termasuk kemungkinan dukungan untuk wilayah lain yang membutuhkan.

Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan kondisi operasional helikopter, jarak menuju lokasi sasaran, akses dari pangkalan terdekat, sumber air dan karakteristik medan. Pertimbangan teknis menjadi penting terutama untuk wilayah dengan medan pegunungan dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Hingga Jumat (28/8), kondisi karhutla di sekitar wilayah operasi Tangguh LNG secara umum masih terkendali. Namun, sejumlah titik panas dan asap tipis masih ditemukan sehingga pemantauan dan penanganan tetap dilanjutkan.

 

Hasil Pantauan Satelit

Secara keseluruhan, berdasarkan pantauan satelit NASA-Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 hingga pukul 19.00 WIB pada 28 Agustus 2026, terdapat 36 titik panas di wilayah Provinsi Papua Barat. Jumlah tersebut terdiri atas satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 31 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan empat titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, luas indikatif lahan terbakar di Provinsi Papua Barat hingga 27 Agustus 2026 tercatat 2.496,39 hektare berdasarkan data SIPONGI Kementerian Kehutanan.

BNPB bersama BPBD dan seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla secara terpadu. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar, serta memastikan dukungan sumber daya dikerahkan sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Penguatan koordinasi dan dukungan sarana pemadaman dari berbagai unsur diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan karhutla sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di wilayah Papua Barat lainnya.

Tags: Helikopter water bombing

Related Posts

Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan.(Foto: Humas Kemenhut)

Titik Panas Nampak Turun, Kemenhut Tetap Siaga

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA – Titik panas di sejumlah provinsi menurut Data terbaru SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya penurunan. Penurunan hotspot itu terjadin...

Kementerian Lingkungan Hidup menyegel saluran pipa pembuangan air limbah (outfall) milik PT MSE di Sungai Porong, Kabupaten Mojokerto.(Foto: Humas Kementerian LH)

Kementerian LH Tindak Perusahaan Pencemar Lingkungan

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah tegas dengan menyegel saluran pipa pembuangan air limbah (outfall)...

Terduga pemburu rusa di TN Komodo.(Foto: Humas Kemenhut)

Buron 9 Bulan, Terduga Pemburu Rusa di Pulau Komodo Ditangkap

Editor
30 Agustus 2026

BIMA - Kementerian Kehutanan melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara berhasil...

Tim gabungan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan.(Foto: Kementerian LH)

Operasi Modifikasi Cuaca Tekan Karhutla di Kalimantan

Editor
30 Agustus 2026

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dipusatkan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Jumat (28/8/2026) sebagai pusat pengendalian. PALANGKA RAYA...

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keterangan pers kepada awak media terkait Putusan MK tentang Kuota Internet di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/08/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Kemkomdigi: Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota Internet!

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Hal tersebut tertuang dalam...

Si jago merah yang membakar wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (27/8) (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang.

Kejadian Bencana Terdata BNPB Per Sabtu 29 Agustus 2026

Editor
29 Agustus 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memastikan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.